Metapos.id, Jakarta – Ahmad Rofiq resmi memimpin Partai Gerakan Mandiri (Gema) Bangsa sebagai Ketua Umum setelah partai tersebut dideklarasikan di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Sabtu (17/1/2026). Deklarasi ini menandai kembalinya Rofiq ke panggung utama politik nasional melalui kendaraan politik baru yang ia rintis dari awal.
Pengangkatan Ahmad Rofiq sebagai ketua umum menegaskan peran sentralnya dalam pembentukan dan arah politik Partai Gema Bangsa. Dalam kepengurusan pusat, ia didampingi Muhammad Sopiyan yang ditunjuk sebagai Sekretaris Jenderal untuk mengawal konsolidasi dan penguatan struktur partai.
Dengan pengalaman panjang di dunia organisasi dan politik, Rofiq dikenal sebagai tokoh yang kuat di balik layar. Hampir dua puluh tahun ia berkecimpung sebagai pengelola partai, terutama melalui jabatan sekretaris jenderal di sejumlah partai politik nasional.
Peran tersebut membentuk reputasinya sebagai organisator dan perancang strategi kelembagaan.
Ahmad Rofiq lahir di Lamongan, Jawa Timur, pada 25 Agustus 1975. Ia dibesarkan dalam lingkungan Muhammadiyah dan menempuh pendidikan dasar hingga menengah di sekolah-sekolah Muhammadiyah di daerah asalnya. Pendidikan tingginya diselesaikan di Universitas Muhammadiyah Malang, Fakultas Teknik, Jurusan Teknik Elektro, pada tahun 2000.
Aktivitas organisasi telah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya sejak muda. Rofiq memandang organisasi sebagai ruang pembelajaran kepemimpinan, pembentukan karakter, serta sarana memperluas jejaring sosial dan politik. Nilai-nilai tersebut kemudian tercermin dalam gaya kepemimpinannya yang terbuka dan konsisten terhadap gagasan perubahan.
Karier politiknya dimulai pada 2006 saat ia terlibat dalam pendirian Partai Matahari Bangsa dan dipercaya menjabat sebagai sekretaris jenderal. Pada 2011, Rofiq kembali mengambil peran penting sebagai salah satu deklarator Ormas Nasional Demokrat yang kemudian bertransformasi menjadi Partai NasDem. Di partai tersebut, ia kembali menduduki posisi sekretaris jenderal hingga 2013.
Setelah itu, Rofiq bergabung dalam pendirian Ormas Perindo bersama Hary Tanoesoedibjo yang menjadi cikal bakal Partai Persatuan Indonesia (Perindo). Selama hampir satu dekade, ia berperan besar dalam membangun struktur organisasi partai dan memperluas jaringan kader hingga ke berbagai daerah di Indonesia.
Pengalaman panjang tersebut melahirkan pandangan kritis terhadap sistem politik nasional yang dinilainya terlalu tersentralisasi. Menurut Rofiq, kondisi tersebut berpotensi melemahkan peran daerah dalam proses pengambilan keputusan politik. Pemikiran itulah yang melatarbelakangi lahirnya Partai Gema Bangsa dengan semangat kemandirian dan penguatan basis daerah.
Dalam catatan politik nasional, Ahmad Rofiq juga pernah terlibat dalam Pilpres 2019 sebagai Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional Joko Widodo–Ma’ruf Amin.
Di luar politik, Rofiq juga aktif di sektor bisnis. Ia memimpin PT Syahravaraz Trans Cargo dan menjabat sebagai Komisaris Independen PT MNC Sky Vision sejak 2014. Pengalaman di dunia usaha memperkaya pandangannya dalam pengelolaan organisasi, efisiensi manajemen, serta kemandirian ekonomi.
Deklarasi Partai Gema Bangsa menjadi momentum penting bagi Ahmad Rofiq untuk memulai kembali perjalanan politiknya dengan pendekatan dan visi yang berbeda, sekaligus memperkuat perannya dalam dinamika politik nasional ke depan.














