Metapos.id, Jakarta – Java United FC harus memulai kompetisi Super League 2026/2027 dengan pengurangan dua poin setelah mendapatkan sanksi dari I.League.
Hukuman tersebut diberikan karena Java United melakukan perubahan home base atau stadion setelah proses Club Licensing Cycle selesai.
Perubahan kandang itu membuat klub berjuluk Laskar Kepodang Emas tersebut tidak lagi memenuhi salah satu kriteria infrastruktur yang sebelumnya telah dipenuhi dalam proses lisensi.
Manajer Java United Alan Haviludin mengatakan sanksi tersebut tidak akan mengurangi motivasi tim untuk bersaing sepanjang musim.
“Pengurangan dua poin di awal kompetisi tidak mengurangi semangat Java United untuk bersaing di musim ini,” kata Alan, dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (05/09/2026).
Ia menegaskan klub menerima keputusan yang telah ditetapkan dan akan berusaha mengumpulkan poin sebanyak mungkin.
“Kami menerima keputusan yang sudah ditetapkan. Tugas kami sekarang adalah mendapatkan poin sebanyak mungkin untuk tetap bersaing di liga,” sambungnya.
Java United sebelumnya menggunakan nama Malut United dan bermarkas di Stadion Gelora Kie Raha.
Klub kemudian berpindah dari Maluku Utara ke Stadion Jatidiri, Semarang, dalam proses transisi home base.
Perpindahan tersebut membuat aspek infrastruktur yang sebelumnya telah dipenuhi dalam proses lisensi klub menjadi tidak terpenuhi sehingga berujung pada sanksi pengurangan dua poin.
Sanksi serupa juga dijatuhkan kepada Isenmulang Kalteng FC yang kehilangan dua poin karena melakukan perpindahan kandang setelah proses lisensi klub selesai.
Klub tersebut sebelumnya dikenal dengan nama Adhyaksa FC.






