Thursday, April 30, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Jatuh Bangun Generasi Sandwich: Anak Driver Taxi, yang Lulus Cumlaude dan Kini Jadi Diaspora di Australia

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
30 June 2025
in Lifestyle & Health
Jatuh Bangun Generasi Sandwich: Anak Driver Taxi, yang Lulus Cumlaude dan Kini Jadi Diaspora di Australia

Jakarta, Metapos.id – Indonesia tidak pernah kekurangan anak muda inspiratif. Termasuk Bima Wicaksono, anak muda berusia 29 tahun asal Jakarta ini yang kini membangun hidup sebagai diaspora di Australia. Bima merupakan satu dari 56 juta anak muda Indonesia yang menjadi generasi sandwich. Perjuangannya menjadi salah satu tulang punggung keluarganya ia mulai sejak ia SMP, di mana saat itu kondisi keuangan keluarganya yang sangat sulit.

Sejak ayahnya jatuh bangkrut dan beralih profesi menjadi driver taksi, Bima yang masih remaja pun memilih bekerja dan ikut mendukung ekonomi keluarganya. Saat itu, anak pertama dari lima bersaudara ini berusaha bertahan dan melakukan berbagai hal dan profesi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, serta membiayai sekolahnya dan adik-adiknya. Mulai dari berjualan makanan di sekolah, jersey bola saat car free day, reseller alat kesehatan, hingga magang di salah satu startup teknologi terbesar di Indonesia setelah lulus SMK. 

BACA JUGA

Kolaborasi TikTok LIVE dan POP MART Angkat Budaya Lewat NYOTA

Jangan Asal Konsumsi, Ini 5 Waktu yang Sebaiknya Dihindari Saat Makan Buah

tersebut ia sesali. Malah baginya, pengalaman tersebut menempanya hingga memiliki semangat juang yang tinggi dan tangguh menghadapi berbagai tantangan sejak ia muda. 

Hidupnya mulai berubah sejak ia kuliah. Berkat kegigihannya bekerja, berorganisasi sambil berkuliah, ia mulai membangun fondasi hidupnya satu persatu, dan berbagai kesempatan pun muncul. Hingga pada akhirnya, ia berhasil lulus dari UPN Veteran Jakarta dengan predikat cumlaude, menjadikannya lulusan terbaik di fakultas dan jurusannya kala itu. 

Tidak hanya itu, ia juga berhasil memenangkan berbagai kompetisi bisnis dan debat tingkat nasional, menjadi inisiator dan ketua di berbagai organisasi, yang akhirnya membuka banyak kesempatan dalam berkarir. Namun, meskipun ceritanya terdengar hebat dan menginspirasi, tentunya beban yang dipikul sejak muda juga memberikan dampak kepada dirinya, termasuk secara mental. Hampir Menyerah, Menemukan Kesempatan Kedua Memperingati bulan kesehatan mental pada bulan Juni, Bima pun membagikan pengalamannya berjuang pulih dari beban mental yang ia hadapi beberapa tahun lalu. 

Seperti perumpamaan ‘lelaki tidak bercerita, namun beban dan luka ia jalani dalam diam’. Kondisi ini sempat semakin parah saat pandemi, di mana karena satu dan lain hal, ia harus sepenuhnya menanggung beban keuangan keluarganya. Beban itu ia hadapi dengan berlapang dada, penuh jatuh bangun. Ada kalanya ia jatuh sakit dan merasa hampir menyerah.

Namun, daripada memilih untuk menyalahkan atau mengutuk keadaan, ia memilih untuk bangkit. Berkat dukungan orang terdekat serta didorong tekadnya untuk bangkit dan mengubah nasib keluarganya, perlahan tapi pasti, ia kembali menemukan kesempatan kedua dan membangun rasa percaya dirinya. Baginya, menyerah bukan pilihan.

Ia percaya, sebagai seseorang yang diandalkan adik-adik dan keluarganya, ia harus tetap kuat dan berdiri kokoh. Ia pun mulai berkonsultasi ke tenaga profesional (psikolog), membangun kembali kesehatan mentalnya, serta mulai aktif berolahraga. Sejak aktif berolahraga, ia mampu mengatur pikirannya hingga lebih sehat dan hidupnya kembali terarah. 

Perjuangannya tidak berhenti sampai disitu. Tahun 2023, ia mengambil langkah berani untuk mengadu nasib dan mulai lembaran baru di Australia dengan bekerja sebagai WHV (Working Holiday Visa), demi masa depan lebih baik untuk dirinya dan keluarga.

Kala itu, ia harus merendahkan hatinya dan memilih untuk mulai dari nol. Sebelumnya, ia telah memiliki karir yang cukup baik, dengan menjadi Associate Manager di salah satu perusahaan kreatif serta Manager di salah satu perusahaan retail di Ibukota. 

Termasuk pula berbagai pencapaian dan rasa bangga menjadi predikat lulusan terbaik dan cumlaude harus ia ‘relakan’ dengan bekerja sebagai buruh kasar di Australia. Bahkan, banyak teman-temannya kala itu yang mempertanyakan dan meragukan pilihannya untuk memulai dari nol di Australia. 

Namun, keputusan tersebut ia pilih demi kesempatan dan masa depan yang lebih baik baginya dan keluarga, untuk jangka panjang.  

Sejak dua tahun terakhir, ia membangun karirnya dari nol. Ia sempat bekerja sebagai salah satu pekerja kasar di peternakan di Adelaide, Australia. Hidupnya tidak seindah dan semewah yang ia bayangkan. Adaptasi dengan lingkungan baru dan asing, jauh dari keluarga, membuatnya harus terus bertahan hidup. Ia pun semakin belajar mandiri dan membangun hidupnya dari awal. 

pekerjaan yang lebih baik dan dipercaya menjadi Construction Estimator di salah satu perusahaan konstruksi terkemuka di Kota Adelaide, Australia. Secara perlahan, ia pun mendapatkan tanggung jawab dan karir yang semakin baik di sana. Tidak hanya bekerja, ia juga aktif beribadah dan berorganisasi di organisasi di tempat ia tinggal. Di tengah kesibukannya bekerja, ia aktif menjadi dalam organisasi kepemudaan seperti Ketua Muda Mudi Association of Islamic Da’wah South Australia, Ketua WHV Australia for Association of Islamic Dawah Australia, serta menjadi Bendahara di Adelaide University Gymnastic Club.

Bagi Bima, perjalanan perjuangannya saat ini tidak hanya untuknya, tapi untuk jutaan generasi sandwich Indonesia yang berjuang keras menanggung beban dan berusaha untuk mengubah nasibnya dan keluarganya. Ia percaya bahwa masa lalunya yang sulit serta dukungan yang ia terima hingga saat ini membuatnya tetap rendah hati dan memilih untuk berkontribusi kembali bagi Indonesia, bahkan walaupun secara fisik ia tidak berada di Tanah Air. “Saya percaya, sebagai anak muda, kita selalu punya pilihan untuk bangkit dari setiap masalah dan tantangan yang kita hadapi.

Jangan pernah menyerah. Bangun percaya dirimu dengan terus berdoa, melakukan hal-hal produktif. Jika kita terus bertekad kuat dan berusaha, saya yakin masa depan kita pasti akan cerah,” ungkap Bima. Lewat akun Instagram @bisew dan TikTok @hi_bisew, ia membagikan ceritanya dengan sederhana dan nyata. Ia berharap bisa menginspirasi dan mengajak anak-anak muda Indonesia lainnya untuk tidak menyerah dan terus bangkit membangun hidup mereka. 

produktif, ia aktif berolahraga kalistenik hingga gymnastic. Baginya, berolahraga sangat membantu tidak hanya untuk fisiknya, namun juga menjaga kesehatan mentalnya serta melatih disiplin diri. Hal tersebut juga menjadi motivasinya mengikuti ajang pencarian Inspirator Hidup Sehat – The New L-Men of The Year 2025, yang membuatnya terpilih menjadi salah satu Grand Finalist mewakili DKI Jakarta 2. 

besar seperti ajang TNLOTY untuk membagikan ceritanya dan menginspirasi anak muda Indonesia, baik di Tanah Air maupun belahan dunia lainnya, untuk berani keluar dari zona nyaman dan membangun hidup sehat. Lebih dari itu, ia juga ingin menginspirasi para generasi sandwich Indonesia yang mungkin sedang berjuang untuk mengubah nasibnya dan keluarganya menjadi lebih baik – dimulai dengan mencintai diri sendiri lewat hidup sehat, sehingga mereka mampu mewujudkan impian dan harapan mereka serta keluarga.

yang saya inisiasikan, saya mengajak teman-teman lainnya untuk membangun hidup, mulai dengan berolahraga dan hidup sehat. Tidak hanya sehat secara fisik, berolahraga sangat membantu saya menjadi lebih percaya diri dan kuat secara mental. Dan saya ingin teman-teman lain juga ikut merasakan manfaatnya – khususnya bagi mereka yang sedang berjuang mengejar mimpi,” tutupnya.

Tags: Anak Driver taxiDiaspora AustraliaGenerasi sandwichMetapos.id
Previous Post

BTN JAKIM 2025 Sukses Digelar

Next Post

Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, Prudential Gandeng Anak Muda Lewat Inovasi Digital

Related Posts

Kolaborasi TikTok LIVE dan POP MART Angkat Budaya Lewat NYOTA
Lifestyle & Health

Kolaborasi TikTok LIVE dan POP MART Angkat Budaya Lewat NYOTA

27 April 2026
Jangan Asal Konsumsi, Ini 5 Waktu yang Sebaiknya Dihindari Saat Makan Buah
Lifestyle & Health

Jangan Asal Konsumsi, Ini 5 Waktu yang Sebaiknya Dihindari Saat Makan Buah

26 April 2026
Pesona Bukit Kraguman Wonogiri, Spot Lautan Awan yang Mudah Dijangkau
Lifestyle & Health

Pesona Bukit Kraguman Wonogiri, Spot Lautan Awan yang Mudah Dijangkau

25 April 2026
Ramalan 3 Shio Beruntung Jelang Akhir April 2026, Rezeki Mulai Datang
Lifestyle & Health

Ramalan 3 Shio Beruntung Jelang Akhir April 2026, Rezeki Mulai Datang

25 April 2026
Dua Tas Kostum Madonna Hilang di Coachella, Polisi Duga Bukan Pencurian
Lifestyle & Health

Film Till Death Kembali Tayang, Ini Sinopsis dan Jadwalnya

23 April 2026
Dua Tas Kostum Madonna Hilang di Coachella, Polisi Duga Bukan Pencurian
Lifestyle & Health

Flu Burung H5N1 Terdeteksi Lagi di Kamboja, Otoritas Lakukan Penelusuran

23 April 2026
Next Post
Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, Prudential Gandeng Anak Muda Lewat Inovasi Digital

Tingkatkan Literasi Keuangan Syariah, Prudential Gandeng Anak Muda Lewat Inovasi Digital

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini