Metapos.id, Jakarta – Jamkrindo mencatat kinerja positif pada awal tahun 2026 dengan membukukan volume penjaminan sebesar Rp27,68 triliun hingga Februari 2026. Dari capaian tersebut, jumlah debitur yang memperoleh fasilitas penjaminan tercatat mencapai 403.986 debitur.
Kinerja tersebut turut memberikan dampak terhadap sektor ketenagakerjaan. Secara keseluruhan, penjaminan yang dilakukan Jamkrindo telah mendukung keberlangsungan usaha yang mampu menyerap sekitar 1.829.948 tenaga kerja.
Pelaksana Tugas Direktur Utama Jamkrindo, Abdul Bari, mengatakan capaian tersebut mencerminkan komitmen perusahaan dalam memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurutnya, layanan penjaminan yang diberikan diharapkan dapat membantu pelaku usaha mengembangkan bisnis sekaligus membuka lebih banyak lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
Selain mendorong pertumbuhan penjaminan, Jamkrindo juga terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas layanan kepada mitra lembaga keuangan dan pelaku usaha. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan proses bisnis, peningkatan kapasitas layanan penjaminan, serta pemanfaatan teknologi digital guna mempercepat dan meningkatkan efisiensi layanan.
Di sisi lain, perusahaan juga memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik dengan meningkatkan manajemen risiko, kepatuhan, serta implementasi prinsip Good Corporate Governance (GCG) agar operasional perusahaan berjalan secara transparan dan akuntabel.
Abdul Bari menambahkan bahwa keberhasilan Jamkrindo tidak hanya diukur dari capaian kinerja perusahaan, tetapi juga dari dampak nyata yang dirasakan oleh pelaku usaha yang mendapatkan dukungan penjaminan.
Salah satu contoh keberhasilan tersebut datang dari pelaku UMKM asal Semarang, Narista Hastarini, yang mengembangkan usaha kuliner GBOB Snack and Catering dari bisnis rumahan hingga mampu berkembang lebih besar.
Usaha yang dirintis pada masa pandemi itu awalnya menghadapi kendala keterbatasan modal serta belum memiliki kesiapan untuk mengakses pembiayaan perbankan. Melalui pendampingan Jamkrindo, Narista memperoleh Program Pinjaman Kemitraan sebesar Rp20 juta yang digunakan untuk memperbaiki dapur produksi serta melengkapi peralatan usaha.
Selain bantuan modal, Jamkrindo juga memberikan pendampingan melalui pelatihan manajemen usaha, pengelolaan produksi, keamanan pangan, hingga pemasaran digital yang membantu usaha tersebut berkembang lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar.
Seiring peningkatan kapasitas usaha, pada tahun 2025 Narista berhasil memperoleh pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank Rakyat Indonesia yang dijamin oleh Jamkrindo. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa UMKM yang sebelumnya belum bankable dapat berkembang dan mengakses pembiayaan formal secara berkelanjutan.
Selain mendukung sektor UMKM, Jamkrindo juga berperan membantu pelaku usaha mengikuti tender proyek pemerintah melalui layanan penjaminan. Dalam sektor konstruksi, keberadaan jaminan menjadi faktor penting untuk meningkatkan kredibilitas perusahaan di hadapan pemberi kerja.
Direktur PT Valentara Sarana Raya, Triyanto Dwi Hastanto, menyampaikan bahwa dukungan Jamkrindo sangat membantu perusahaan dalam mengikuti berbagai proyek infrastruktur seperti pembangunan jembatan, jalan layang, fly over, dan underpass.
Ia menilai berbagai produk penjaminan seperti surety bond dan kontra bank garansi yang disediakan Jamkrindo mampu memperkuat kepercayaan mitra serta mendukung kelancaran bisnis perusahaan dalam mengikuti proyek strategis.













