Metapos.id, Jakarta – Penentuan awal bulan Syawal 1447 Hijriah pada tahun 2026 menunjukkan adanya perbedaan antara pemerintah dan Muhammadiyah.
Perbedaan ini juga berimbas pada penetapan akhir bulan Syawal masing-masing.
Pemerintah melalui sidang isbat menetapkan 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dengan demikian, Hari Raya Idulfitri dirayakan pada tanggal tersebut.
Sementara itu, Muhammadiyah lewat maklumat resminya menetapkan 1 Syawal 1447 H lebih awal, yakni pada Jumat, 20 Maret 2026.
Perbedaan dalam penetapan awal ini turut memengaruhi durasi bulan Syawal. Berdasarkan kalender yang diterbitkan pemerintah, bulan Syawal berakhir pada Sabtu, 18 April 2026. Adapun versi Muhammadiyah menetapkan akhir Syawal jatuh pada Jumat, 17 April 2026.
Perbedaan tersebut merupakan hal yang lazim terjadi, mengingat metode penentuan kalender Hijriah yang digunakan tidak sama, yaitu rukyat oleh pemerintah dan hisab oleh Muhammadiyah.
Masyarakat diharapkan dapat menyikapi perbedaan ini secara bijaksana serta tetap menjaga toleransi dalam menjalankan ibadah maupun merayakan hari besar keagamaan














