Saturday, September 26, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Investor Diimbau Diversifikasi ke Reksa Dana Indeks di Tahun Politik

Afizahri by Afizahri
18 October 2023
in Ekbis
Investor Diimbau Diversifikasi ke Reksa Dana Indeks di Tahun Politik

Jakarta,Metapos.id – Investor dinilai perlu melakukan diversifikasi investasi pada pasar modal pada reksa dana indeks. Hal ini diklaim memiliki risiko yang terukur sekaligus tingkat pengembalian investasi (return) yang lebih optimal.

Head of Fund Services Mirae Asset Francisca Gerungan, mengatakan investasi pada reksa dana indeks menjadi salah satu solusi berinvestasi dalam menghadapi gejolak politik dan keamanan yang semakin panas, makroekonomi global menjelang akhir tahun, dan menghadapi tahun politik pada 2024.

BACA JUGA

Pemerintah Tegaskan Pertalite Tak Naik 2026

Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta

“Karena itu kami mengajak investor untuk dapat mendiversifikasi investasinya pada reksa dana indeks agar dapat mengikuti atau mirroring stabilitas dan keuntungan dari saham-saham di indeksnya,” ujar Cika dalam Media Day: October 2023 di Jakarta, Selasa, 17 Oktober.

Cika mengatakan reksa dana indeks adalah reksa dana yang pengelolaan dananya diinvestasikan pada efek sesuai dengan indeks tertentu yang dijadikan acuan.

Dari pengelolaan investasi, manajer investasi melakukan passive manage. Karena itu, kinerjanya diharapkan mendapatkan hasil investasi yang serupa dengan indeks acuan.

Cika menjelaskan berdasarkan data OJK per awal September, dana kelolaan atau asset under management (AUM) reksa dana indeks industri reksa dana mencapai Rp13 triliun, menjadi bagian dari total AUM Rp515 triliun. Angka total AUM industri tersebut turun 8 persen dibandingkan pada September tahun lalu (YoY).

Di tengah pertumbuhan positif industri tersebut, nilai reksa dana yang di administrasikan asset under administration (AUA) Mirae Asset turut tumbuh lebih besar daripada industri yaitu sebesar 60 persen menjadi sekitar Rp1,5 triliun sejak awal tahun.

Selain peningkatan AUA, Mirae Asset juga berhasil meningkatkan jumlah investor reksa dananya sebesar 62 persen menjadi 27.000 rekening pada September YoY, lebih besar dari pertumbuhan investor reksa dana nasional 20 persen.

Cika mengatakan peningkatan kinerja tersebut, berasal dari edukasi dan sosialisasi yang gencar dilakukan baik secara offline maupun secara online, bersama dengan strategi marketing.

“Ke depannya kami akan terus melakukan edukasi dan sosialisasi mengenai reksa dana indeks sebagai opsi diversifikasi investasi agar nasabah dapat memiliki portofolio yang seimbang karena nasabah Mirae Asset memiliki profil risiko lebih agresif,” tutur Cika.

Seiring dengan usaha tersebut, Mirae Asset akan tetap meningkatkan kualitas layanan seiring dengan bertumbuhnya AUA reksa dana di perusahaan yang berlaku sebagai agen penjual efek reksa dana (APERD) dan di pasar modal Indonesia.

Head of Investment Specialist PT Syailendra Capital Teguh Bagja S, mengatakan salah satu reksa dana indeks yang dapat menjadi pilihan investor adalah Reksa Dana Indeks Syailendra MSCI Indonesia Value Index Fund Kelas A yang mengikuti indeks MSCI Indonesia Value yang berisi value stock.

Value stock adalah saham perusahaan yang harga sahamnya di pasar yang masih lebih murah dibanding nilai intrinsik perusahaannya.

Teguh mengatakan penurunan harga saham cenderung lebih cepat dibanding penurunan kinerja emiten penerbit saham, dan value stock memiliki peluang untuk tumbuh secara fundamental walaupun pasar sedang terkoreksi.

“Investasi pada value stocks diharapkan memiliki kinerja yang lebih konsisten dalam jangka panjang sehubungan dengan fundamental perusahaan yang baik dan potensi dividen yang akan diberikan oleh emiten-emiten value stock,” ujar teguh.

Menurut Teguh karena karakter investasi yang unik tersebut, Syailendra MSCI Indonesia Value Index diperkirakan mampu mencetak keuntungan (return) yang lebih baik dibanding IHSG.

Teguh menyampaikan pada rentang akhir 2022 hingga September 2023, return Syailendra MSCI Indonesia Value mencapai 11,3 persen,sedangkan IHSG hanya membukukan return 1,1 persen.

Di dalam MSCI Indonesia Value tersebut, saat ini ada 12 value stock yang menjadi konstituen yaitu ADRO, ASII, BBNI, BBRI, BMRI, BRPT, INDF, INKP, TLKM, UNTR, UNVR, dan SMGR.

Head of Investment Information Mirae Asset Martha Christina menambahkan sejak awal tahun, sembilan dari 15 indeks tematik di bursa membukukan kinerja lebih baik daripada IHSG.

Menurut Martha reksa dana indeks dapat menjadi pilihan diversifikasi terutama ketika pasar sedang bergejolak. Saat ini, perhatian pelaku pasar masih pada konflik Palestina-Israel dan harga minyak bumi dan komoditas lain, serta angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi AS.

“Kami meyakini kondisi pasar akan semakin normal di akhir tahun menjelang aksi window dressing.” jelasnya.

Secara historis, Martha mencatat IHSG hampir selalu menguat pada kuartal IV setiap tahunnya, terutama terkait dengan momentum aktivitas window dressing.

Sepanjang Oktober dan Desember dalam 10 tahun terakhir, IHSG mencetak rerata return 2,1 persen dan 2,6 persen.

Martha mengatakan tahun ini IHSG diprediksi dapat mencapai 7.400 pada akhir tahun dengan 10 saham pilihan (top picks) ACES, AKRA, BMRI, CPIN, EXCL, HRUM, INTP, PRDA, dan UNTR.

Tags: InvestorMetapos.idReksa dana
Previous Post

Herbalife Mengumumkan Kemitraan dengan Kemenpora untuk MencapaiTarget Nasional: Indonesia Sehat & Bugar pada Tahun 2045

Next Post

Indonesia Perkuat Industri Pelayaran di Sektor Maritim

Related Posts

Kementerian ESDM menegaskan harga Pertalite tidak naik hingga akhir 2026 dan membantah informasi kenaikan yang beredar di media sosial.
Ekbis

Pemerintah Tegaskan Pertalite Tak Naik 2026

25 September 2026
Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta
Ekbis

Industri Furnitur Terhubung dalam Satu Platform di Jakarta

24 September 2026
Petrokimia Gresik Bawa Inovasi Hijau ke Forum PBB
Ekbis

Petrokimia Gresik Bawa Inovasi Hijau ke Forum PBB

24 September 2026
Ekbis

Pemerintah Siapkan Pembangkit Listrik Berkapasitas 100 GW

23 September 2026
Tokopedia dan TikTok Shop menjadi platform digital pertama yang menampilkan produk lokal kurasi Kemendag melalui kolaborasi #BeliLokal.
Ekbis

Tokopedia dan TikTok Shop Tampilkan Produk BuSan

22 September 2026
Capital Market Run 2026 Usung Tema Plant Your Investment
Ekbis

Capital Market Run 2026 Usung Tema Plant Your Investment

22 September 2026
Next Post
Indonesia Punya Terminal Barang Internasional Baru di NTT

Indonesia Perkuat Industri Pelayaran di Sektor Maritim

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini