Monday, October 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

Khansa Nabila by Khansa Nabila
19 October 2026
in Tek & Oto
Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

Ilmuwan Ungkap Penyebab Bulan Terus Mengecil hingga Saat Ini

Metapos.id, Jakarta – Para ilmuwan mengungkap bahwa Bulan terus mengalami penyusutan akibat proses pendinginan di bagian dalamnya. Penelitian terbaru memperkirakan jari-jari satelit alami Bumi tersebut telah berkurang sekitar 45 meter selama 400 hingga 800 juta tahun terakhir.

Temuan itu dipublikasikan dalam jurnal The Planetary Science Journal pada Rabu (14/10/2026), melalui studi berjudul Thrust Faulting and Late-Stage Contraction of the Moon.

BACA JUGA

Rahasia Teknologi yang Membuat Kereta Bisa Berpindah Jalur

DeepSeek Hadapi Gangguan Berulang, Sumber Daya Komputasi Disorot

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan mengidentifikasi lebih dari 10.000 sesar muda yang tersebar di permukaan Bulan. Sesar merupakan retakan pada kerak yang disertai pergeseran batuan dan dapat terbentuk ketika Bulan mengalami penyusutan.

Para peneliti memanfaatkan data dari Lunar Reconnaissance Orbiter Camera (LROC) untuk memetakan bentang alam yang terbentuk akibat penyusutan, termasuk lobate scarps dan punggung-punggung kecil di dataran mare. Pemetaan mencakup wilayah dataran tinggi serta hamparan gelap yang dikenal sebagai mare.

Jika laju penyusutan berlangsung konstan selama periode tersebut, jari-jari Bulan diperkirakan berkurang sekitar 6 hingga 11 sentimeter setiap tahun. Angka ini jauh lebih kecil dibandingkan rata-rata pergerakan lempeng Bumi yang mencapai sekitar 1,5 sentimeter per tahun.

Berbeda dengan Bumi yang memiliki lebih dari 15 lempeng litosfer, Bulan pada dasarnya memiliki satu lempeng utama. Akibatnya, sesar akibat penyusutan dapat tersebar di berbagai wilayah permukaan, bukan hanya terkonsentrasi pada batas lempeng.

Kondisi tersebut memungkinkan gempa Bulan terjadi di berbagai lokasi, baik akibat pergerakan sesar yang sudah ada maupun pembentukan sesar baru. Penelitian juga menemukan bahwa wilayah dengan kerak paling tebal cenderung memiliki lebih sedikit sesar, yang mengindikasikan tingkat kestabilan lebih tinggi.

Para ilmuwan menduga kerak Bulan yang tebal, berpori, dan dipenuhi retakan membantu menghambat pelepasan panas dari bagian dalamnya. Hal ini dapat memperlambat proses pendinginan dan penyusutan hingga periode yang relatif baru.

“Seiring dengan berlanjutnya proses pendinginan dan penyusutan bagian dalam Bulan, pertumbuhan sesar baru diperkirakan masih berlangsung hingga saat ini,” kata Thomas R. Watters, pemimpin penelitian, dikutip dari berbagai sumber, Senin (19/10/2026).

Watters merupakan ilmuwan senior emeritus di Center for Earth and Planetary Studies. Ia melakukan penelitian tersebut bersama Maria Banks, Cole Nypaver, dan Mark Robinson.

Tags: Bulan menyusutgempa BulanLunar Reconnaissance Orbiter CameraMetapos.idpendinginan Bulanpenelitian Bulansesar BulanThomas R. Wattersukuran Bulan
Previous Post

Putin Usul Trump dan Xi Jinping Bahas Perang Rusia-Ukraina

Next Post

Sinopsis Love in Disguise, Drakor Terbaru Yim Si-wan dan Seol In-a

Related Posts

Saklar rel memungkinkan kereta berpindah jalur dengan aman. Kenali cara kerja lidah wesel, rel persilangan, cek rel, dan motor penggeraknya.
Tek & Oto

Rahasia Teknologi yang Membuat Kereta Bisa Berpindah Jalur

19 October 2026
DeepSeek Hadapi Gangguan Berulang, Sumber Daya Komputasi Disorot
Tek & Oto

DeepSeek Hadapi Gangguan Berulang, Sumber Daya Komputasi Disorot

18 October 2026
AFC Awards 2026: Daftar Nominasi Pemain hingga Pelatih
Tek & Oto

Meta Luncurkan AI 816 Miliar Parameter untuk Mac

17 October 2026
Fondasi Burj Khalifa dirancang khusus untuk menghadapi tanah Dubai yang lemah, tekanan bangunan, dan risiko korosi. Ini teknologi di balik kekokohannya.
Tek & Oto

Teknologi di Balik Kokohnya Burj Khalifa Setinggi 828 Meter

19 October 2026
iPhone 18 Pro Resmi Dijual, Burgundy Jadi Warna Favorit
Tek & Oto

iPhone 18 Pro Resmi Dijual, Burgundy Jadi Warna Favorit

16 October 2026
Kreator TikTok membagikan lima tips menggunakan AI secara bijak, mulai dari memilih tools hingga memeriksa konten sebelum membagikannya.
Tek & Oto

Lima Tips Bijak Menggunakan AI ala Kreator TikTok

16 October 2026
Next Post
Sinopsis Love in Disguise, Drakor Terbaru Yim Si-wan dan Seol In-a

Sinopsis Love in Disguise, Drakor Terbaru Yim Si-wan dan Seol In-a

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini