Metapos.id, Jakarta – Usia yang terus bertambah tidak selalu identik dengan penurunan kualitas hidup. Para peneliti menilai seseorang dapat menjaga kondisi tubuh tetap prima saat memasuki usia lanjut melalui kebiasaan yang diterapkan setiap hari.
Tim riset dari Oxford Longevity Project mengidentifikasi lima faktor penting yang berkontribusi terhadap umur panjang dan kesehatan. Mereka merangkum kelima faktor tersebut dalam konsep “S-MEDs”.
Konsep itu mencakup tidur yang cukup, pola pikir positif, aktivitas fisik rutin, pola makan seimbang, serta kemampuan mengelola stres. Menurut para peneliti, kombinasi kelima aspek tersebut dapat membantu seseorang menikmati masa tua dengan kondisi yang lebih baik.
Dalam laporan berjudul Age-Less, tim peneliti menjelaskan bahwa umur panjang tidak hanya bergantung pada faktor genetik. Sebaliknya, kebiasaan yang dilakukan secara konsisten setiap hari juga memainkan peran besar.
Karena itu, mereka mendorong masyarakat untuk lebih fokus menjaga kesehatan sebelum penyakit muncul. Langkah pencegahan dinilai lebih efektif dibanding hanya mengandalkan pengobatan.
Istirahat Cukup Berperan Besar
Peneliti menempatkan tidur sebagai salah satu fondasi utama kesehatan jangka panjang. Orang dewasa umumnya membutuhkan waktu istirahat antara tujuh hingga sembilan jam setiap malam.
Namun, banyak orang masih mengabaikan kebutuhan tidur karena kesibukan sehari-hari. Padahal, kualitas tidur berhubungan erat dengan kesehatan jantung, fungsi otak, dan sistem saraf.
Karena itu, para ahli menyarankan masyarakat menjaga jam tidur yang konsisten. Selain itu, mereka juga menganjurkan pembatasan penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu istirahat.
Lingkungan kamar yang nyaman juga dapat membantu tubuh memperoleh tidur yang lebih berkualitas.
Kesehatan Mental Tak Kalah Penting
Selain menjaga kondisi fisik, para peneliti menekankan pentingnya merawat kesehatan mental dan emosional.
Mereka menilai seseorang perlu memiliki tujuan hidup yang jelas serta menjaga hubungan sosial yang positif. Di sisi lain, sikap optimistis juga membantu seseorang menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Karena itu, para ahli mendorong masyarakat untuk tetap aktif berinteraksi dengan keluarga, teman, dan lingkungan sekitar.
Mereka juga menyarankan setiap orang melibatkan diri dalam kegiatan yang memberikan makna dan kepuasan pribadi. Dengan begitu, kualitas hidup dapat tetap terjaga meski usia terus bertambah.
Jika diterapkan secara konsisten, kebiasaan sederhana tersebut diyakini dapat membantu seseorang menjalani masa tua yang lebih sehat, aktif, dan produktif.







