Metapos.id, Jakarta – Film Hope (2026) menghadirkan kisah teror monster yang bermula dari penemuan bangkai sapi tercabik-cabik di Hope Harbor, sebuah desa pelabuhan terpencil di Korea Selatan.
Kepala unit kepolisian setempat, Bum-seok (Hwang Jung Min), menerima laporan dari saudara sepupunya, Sung Ki (Zo In-sung). Mereka awalnya menduga sapi tersebut mati akibat serangan harimau, tetapi ukuran bekas cakarannya terlalu besar.
Bum-seok kemudian menyisir kawasan Hope yang berada dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) Korea. Situasi berubah menjadi kacau ketika pasar, peternakan, dan permukiman hancur, sementara mayat serta potongan tubuh ditemukan di berbagai tempat.
Bum-seok akhirnya menyadari bahwa pelakunya bukan hewan buas, melainkan monster. Saat kewalahan menghadapinya, petugas polisi Sung-ae (Hoyeon) datang membantu.
Keduanya kemudian berusaha bertahan hidup sekaligus mencari tahu asal-usul makhluk misterius tersebut.
Hope ditulis dan disutradarai Na Hong-jin, sineas di balik The Wailing. Film ini juga mendapat tujuh menit standing ovation setelah diputar di The 79th annual Cannes Film Festival.
Salah satu kekuatan film terletak pada cara Na Hong-jin membangun ketegangan. Selama sekitar 30 menit pertama, sosok monster tidak langsung diperlihatkan. Penonton justru diajak melihat kehancuran Hope Harbor melalui puing bangunan, ternak, ikan yang tercecer, hingga tubuh manusia.
Sound design juga menjadi elemen penting dalam membangun sensasi teror. Salah satu adegan menampilkan pemburu yang menunggangi kuda sambil menembaki monster, dengan tata suara yang membuat penonton seolah ikut berada dalam pengejaran tersebut.
Di tengah ketegangan, Hope tetap menyisipkan humor melalui kesaksian seorang kakek pengumpul ginseng. Unsur komedi tersebut hadir tanpa menghilangkan atmosfer teror.
Dari sisi visual, film ini juga menonjol. Sinematografinya bahkan mengingatkan pada Parasite (2019), yang ternyata berkaitan dengan sinematografer Hong Kyung-pyo, sosok yang juga terlibat dalam film karya Bong Joon Ho tersebut.
Dengan perpaduan cerita, ketegangan, sound design, humor, dan sinematografi, Hope menjadi film monster Korea yang menawarkan pengalaman menonton intens. Film ini kini tayang di jaringan bioskop Indonesia.






