Metapos.id, Jakarta – Harga batu bara naik setelah sebelumnya sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Oleh karena itu, harga batu bara naik kembali menjadi perhatian pelaku pasar energi global.
Data dari Refinitiv menunjukkan harga ditutup di level US$139,3 per ton. Selain itu, kenaikan ini terjadi setelah harga sempat turun cukup tajam sebelumnya.
Kenaikan ini didorong oleh lonjakan harga energi global seperti minyak dan gas. Namun, harga minyak mentah juga meningkat signifikan dalam waktu yang sama.
Harga minyak Brent naik hingga lebih dari delapan persen dalam satu hari perdagangan. Sementara itu, harga gas di Eropa juga mengalami kenaikan meskipun dalam skala lebih kecil.
Batu bara dikenal sebagai komoditas substitusi bagi minyak dan gas dalam sektor energi. Oleh karena itu, kenaikan harga energi lain ikut mendorong permintaan batu bara.
Gangguan pasokan energi terjadi setelah Iran menutup jalur penting Selat Hormuz. Selain itu, kondisi ini membuat distribusi minyak dan LNG global terganggu.
Menurut Bloomberg Intelligence, permintaan batu bara bisa meningkat signifikan. Oleh karena itu, tambahan konsumsi global diperkirakan mencapai puluhan juta ton.
Di sisi lain, faktor dari China juga memengaruhi pasokan batu bara dunia. Sementara itu, perawatan jalur kereta utama membuat distribusi batu bara menjadi terbatas.












