Tuesday, October 13, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Harga Bahan Bakar Bersubsidi di Ujung Tanduk

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
16 August 2022
in Ekbis
Kendaraan yang Berhak Isi Pertalite Disarankan Keluaran Tahun 2012 ke Bawah

JAKARTA,Metapos.id – Laju konsumsi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang semakin kencang membuat pemerintah mau tidak mau memperbesar keran impor dari luar negeri. Indikasi ini terlihat jelas dalam laporan anyar Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis hari ini.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Setianto mengatakan bahwa Indonesia telah membeli BBM dari mancanegara senilai 14,37 miliar dolar AS hanya dalam tujuh bulan terakhir (Januari-Juli 2022).

BACA JUGA

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

Angka tersebut diungkap Setianto tumbuh sekitar 97 persen dibandingkan dengan periode yang sama 2021. Sementera dari volume terjadi kenaikan kuantitas sebesar 17,6 persen.

“Impor yang dilakukan termasuk bahan bakar untuk motor, mobil, mesin diesel, pesawat dan lainnya,” ujar dia di kanal daring saat memberi pemaparan kepada awak media pada Senin, 15 Agustus.

Asal tahu saja, membengkaknya biaya yang harus dikeluarkan pemerintah untuk mendatangkan komoditas energi tersebut tentu saja memiliki konsekuensi terhadap penggunaan APBN.

Untuk diketahui, negara telah menganggarkan subsidi/kompensasi sebesar Rp502 triliun untuk sepanjang tahun ini. Akan tetapi, penggunaan BBM bersubsidi hingga pertengahan Agustus sudah hampir mencapai kuota untuk keseluruhan periode 2022.

Data yang dilansir Pertamina menyebutkan jika stok solar subsidi untuk 2022 adalah sebanyak 14,9 juta kilo liter. Adapun, jumlah yang telah disalurkan sampai dengan Juli telah mencapai 9,9 juta kilo liter.

Kondisi serupa juga terjadi pada BBM jenis pertalite yang sudah terserap 16,8 juta kilo liter dari kuota 23 juta kilo liter.

Pemerintah belakangan mulai realistis dengan kondisi bahan bakar minyak nasional. Hal ini membuat opsi mengerek harga jual ke masyarakat semakin tidak terelakan.

Sinyal pertama penyesuaian bandrol pertama kali datang dari Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatawarta. Beruntungnya, pemerintah beberapa bulan lalu telah mencapai kesepakatan dengan DPR soal penempatan dana tambahan bantuan sosial (bansos) sebesar Rp18,6 triliun.

Diungkap jika bujet tersebut bisa dipakai sebagai buffer apabila diputuskan untuk menaikan harga BBM.

“Ya, itu salah satu kemungkinan penggunaan tambahan anggaran bansos Rp18,6 triliun (ketika dilakukan penyesuaian harga BBM subsidi),” kata dia pekan lalu.

Senada, Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyatakan pemerintah tengah menggodok harga yang paling ideal bagi masyarakat apabila kebijakan peningkatan benar-benar dilakukan. Walau begitu, Susi enggan merinci jenis BBM apa yang bakal mengalami perubahan nilai jual tersebut.

“Kalau memang harus naik maka pemerintah pasti berhitung berapa nilai idealnya karena tidak mau memberatkan masyarakat sehingga bisa menjaga daya beli,” tegas dia.

Tags: BBMMetapos.id
Previous Post

Dukung Start Up, Pertamina Gelar Pertamuda: Seed & Scale Up 2022

Next Post

RI Berpotensi Hiperinflasi 12 Persen, Bamsoet: KIta Tak Boleh Lalai

Related Posts

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Sejumlah miliarder dunia ternyata tidak menyelesaikan pendidikan tinggi, tetapi berhasil membangun bisnis dengan kekayaan hingga ribuan triliun rupiah.
Ekbis

Putus Kuliah, 10 Miliarder Ini Tajir Melintir

8 October 2026
PT Sepatu Bata Tbk (BATA)
Ekbis

Penjualan Merosot, Presiden Direktur Bata Ajukan Pengunduran Diri

2 October 2026
Next Post
RI Berpotensi Hiperinflasi 12 Persen, Bamsoet: KIta Tak Boleh Lalai

RI Berpotensi Hiperinflasi 12 Persen, Bamsoet: KIta Tak Boleh Lalai

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini