Sunday, June 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

Fenomena Gunung Es Cyberbullying, Hardjuno Wiwoho: Efektifkan Peran Satgas Anti Cyberbullying

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
13 November 2023
in Lifestyle & Health
Fenomena Gunung Es Cyberbullying, Hardjuno Wiwoho: Efektifkan Peran Satgas Anti Cyberbullying

Jakarta,Metapos.id – Tren kasus Cyberbullying atau perundungan melalui media siber di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya. Oleh karena itu, perlindungan hukum terhadap korban Cyberbullying menjadi sangat penting untuk memitigasi agar dampaknya tidak meluas. Salah satu langkah yang diusulkan adalah dengan meningkatkan efektivitas peran Satgas Anti Cyberbullying.

Founder sekaligus Ketua Yayasan Syariah, Hardjuno Wiwoho (SHW Center), Shri Hardjuno Wiwoho, mengatakan data UNICEF 2020 menemukan bahwa 45 persen anak berusia 14-24 tahun di seluruh dunia telah mengalami perundungan berbasis cyber sepanjang 2020.

BACA JUGA

Mengapa Bawang dan Jengkol Bisa Menimbulkan Bau Badan? Ini Faktanya

Survei Pew Research Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Percaya Kehidupan Setelah Kematian

Data tersebut mirip dengan data dari Center for Digital Society (CfDS) per Agustus 2021 yang meneliti siswa SMP dan SMA usia 13-18 di 34 provinsi di Indonesia dengan hasil riset bahwa 45,35% mengaku pernah menjadi korban. Adapun 38,41% lainnya menjadi pelaku. Platform yang sering digunakan untuk kasus Cyberbullying antara lain WhatsApp, Instagram, dan Facebook.
“Sehingga memang Cyberbullying ini fenomena yang meresahkan.

Cyberbullying lebih seram dari bullying biasa karena bisa 24 jam dibully. Kapan saja, di mana saja, siapa saja, melalui medsos itu bisa dibully dan bisa membully juga. Mental generasi muda rusak gara-gara budaya Cyberbullying,” ujar Hardjuno, yang juga Staf Ahli Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI.


Padahal, Indonesia akan memasuki masa puncak bonus demografi pada 2030 nanti di mana 68 persen penduduk adalah penduduk berusia produktif. Dengan penetrasi media sosial yang begitu massif namun perilaku Cyberbullying yang begitu tinggi, bonus demografi bisa berubah menjadi bencana demografi. Sebab generasi usia produktifnya lahir dari ekosistem Cyberbullying yang membungkam seluruh potensi yang dimiliki.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) telah mendorong sekolah untuk membentuk Satas Anti Bullying yang di dalamnya termasuk Cyberbullying.
Namun demikian, kata Hardjuno, tugas, peran, dan peraturan mekanisme Satgas ini perlu diformulasikan lebih tegas dan jelas untuk memberikan kepastian hukum dalam pelaksanaan tindakan guna melindungi korban khususnya korban perundungan siber.

“Maksud saya, selain bullying konvensional, Satgas di sekolah ini juga memberi perhatian penuh pada Cyberbullying. Gangguan mental itu ancaman nyata.”


“Dan idealnya, Satgas Anti Cyberbullying ini terdiri dari berbagai elemen, mulai dari unsur perwakilan guru, siswa, dan orang tua,” jelas Shri Hardjuno Wiwoho.

Urgensi Kebijakan Non Penal
Hardjuno Wiwoho menjelaskan bahwa perundungan siber sebagai salah satu jenis kejahatan di dunia maya merupakan problematika di bidang hukum, pendidikan, dan psikologi perkembangan.


Riset yang dilakukan Hardjuno terkait Cyberbullying menunjukkan pentingnya kebijakan non-penal (kebijakan di luar hukum pidana yang kuncinya adalah pencegahan dan pembaharuan pandangan masyarakat) sebagai upaya menanggulangi Cyberbullying.

“Riset yang saya kerjakan merupakan riset yuridis-normatif melalui pendekatan konseptual dan peraturan perundang-undangan,” jelas Hardjuno.
Sehingga menurut Hardjuno Satgas Anti Cyberbullying sebagai kebijakan baru non-penal di bawah naungan KPAI perlu makin diefektifkan dan secara integral juga melibatkan sarana penal.


“Sehingga Satgas Anti Cyberbullying di sekolah benar-benar dibekali kemampuan non-penal dan menggunakan sarana pidana sebagai upaya terakhir. Keduanya secara bersama-sama, tidak terpisah, pemahamannya musti dimiliki oleh Satgas di sekolah,” papar Hardjuno

Tags: Fenomena gunung esHardjuno wiwohoMetapos.id
Previous Post

Memberikan Manfaat Besar, Program Taruna Makmur Inisiasi Petrokimia Gresik Diperluas Di Jambore Makmur Pupuk Indonesia Grup

Next Post

Mentan Amran Sebut Impor Beras Berpotensi Tembus 5 Juta Ton pada 2024

Related Posts

Mengapa Bawang dan Jengkol Bisa Menimbulkan Bau Badan? Ini Faktanya
Lifestyle & Health

Mengapa Bawang dan Jengkol Bisa Menimbulkan Bau Badan? Ini Faktanya

20 June 2026
Survei Pew Research Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Percaya Kehidupan Setelah Kematian
Lifestyle & Health

Survei Pew Research Ungkap Indonesia Jadi Negara Paling Percaya Kehidupan Setelah Kematian

20 June 2026
Dunia Hiburan Berduka, Kang Saep Preman Pensiun Meninggal Dunia
Lifestyle & Health

Dunia Hiburan Berduka, Kang Saep Preman Pensiun Meninggal Dunia

20 June 2026
Ahli Gizi Ungkap Pilihan Roti yang Lebih Aman untuk Gula Darah Stabil
Lifestyle & Health

Ahli Gizi Ungkap Pilihan Roti yang Lebih Aman untuk Gula Darah Stabil

20 June 2026
Harga Minyak Naik, Puluhan Kapal Tanker Mulai Tinggalkan Selat Hormuz
Lifestyle & Health

Kenapa Mi Instan Tetap Jadi Favorit Meski Sering Dianggap Tak Sehat?

20 June 2026
Pengusaha Buka Suara soal 4.000 Buruh Pabrik Nike yang Dirumahkan
Lifestyle & Health

Daftar Negara yang Masih Konsumsi Daging Kucing, Salah Satunya Tetangga RI

20 June 2026
Next Post
Mentan Amran Sebut Impor Beras Berpotensi Tembus 5 Juta Ton pada 2024

Mentan Amran Sebut Impor Beras Berpotensi Tembus 5 Juta Ton pada 2024

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini