• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, March 12, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Makro

Ekonomi Digital Jadikan Indonesia Tujuan Investasi Terfavorit di ASEAN

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
12 April 2022
in Makro
Ekonomi Digital Jadikan Indonesia Tujuan Investasi Terfavorit di ASEAN
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah melalui Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa perkembangan ekonomi digital menjadi salah satu strategi utama transformasi ekonomi Indonesia sekaligus mempercepat pemulihan ekonomi pasca pandemi COVID-19.

Menurut dia, pengembangan ekonomi digital ini juga didorong oleh adanya pergeseran perilaku masyarakat yang cenderung menggunakan platform digital di berbagai sektor.

Dalam catatan Airlangga, studi Google dan Temasek menunjukan bahwa nilai investasi ekonomi digital RI di kuartal 2021 sebesar 4,7 miliar dolar AS dan telah melampaui nilai tertinggi selama empat tahun terakhir.

“Tren positif perkembangan ekonomi digital juga sejalan dengan perkembangan investasi. Capaian tersebut juga menjadikan Indonesia sebagai tujuan investasi terpopuler di Asia Tenggara (ASEAN) melampaui Singapura,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Selasa, 14 April.

Airlangga menambahkan, pada 2021 nilai transaksi e-commerce Indonesia berhasil mencapai Rp401,25 triliun dengan volume transaksi sebesar 1,73 miliar.

“Ekonomi digital di Indonesia tertinggi di ASEAN, nilai ekonominya di tahun lalu tercatat sekitar 70 miliar dolar AS dan diperkirakan bisa menembus 146 miliar dolar AS pada tahun 2025 mendatang,” tuturnya.

Untuk itu, dia menyambut baik inisiasi listing PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. di Bursa Efek Indonesia sebagai bentuk memperkuat peluang akselerasi perkembangan ekonomi digital nasional.

“Initial Public Offering (IPO) merupakan langkah awal yang baik bagi GoTo untuk meningkatkan kontribusi dan melanjutkan transformasi menjadi perusahaan teknologi terdepan yang mampu bersaing dengan perusahaan raksasa teknologi asing,” katanya.

Lebih lanjut, Airlangga mengungkapkan pula pemerintah telah mempersiapkan kerangka pengembangan ekonomi digital 2021-2030 guna menjadi landasan dalam mewujudkan visi kekuatan ekonomi digital yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, terhubung, dan berkelanjutan.

“Ini merupakan bentuk kehadiran negara untuk mendukung kemajuan industri digital melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif,” tutup Menko Airlangga.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
udemy free download
download intex firmware
Download WordPress Themes Free
free online course
Tags: Airlangga hartartoEkonomi digitalMetapos.id
Rahmat Herlambang

Rahmat Herlambang

Related Posts

BMKG Peringatkan: Musim Kemarau Segera Datang di Beberapa Daerah

BMKG Peringatkan: Musim Kemarau Segera Datang di Beberapa Daerah

by Taufik Hidayat
12 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prediksi terkait awal musim kemarau 2026. Menurut BMKG, beberapa wilayah...

Spanyol Ambil Langkah Tegas: Dubes di Israel Ditarik Permanen

Spanyol Ambil Langkah Tegas: Dubes di Israel Ditarik Permanen

by Taufik Hidayat
12 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah Spanyol secara resmi menarik duta besarnya dari Israel sebagai bentuk protes terhadap operasi militer Israel yang...

Motif Pencurian di Balik Pembunuhan Pensiunan JICT Terbongkar

Motif Pencurian di Balik Pembunuhan Pensiunan JICT Terbongkar

by Taufik Hidayat
12 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Polda Metro Jaya mengungkap motif di balik pembunuhan pensiunan karyawan PT Jakarta International Container Terminal (JICT), Ermanto...

Netanyahu Dikabarkan Tewas Kena Rudal Iran, Benarkah? Ini Penjelasan Terbarunya

Netanyahu Dikabarkan Tewas Kena Rudal Iran, Benarkah? Ini Penjelasan Terbarunya

by Taufik Hidayat
12 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kabar mengenai Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, yang disebut-sebut meninggal dunia akibat serangan rudal Iran sempat ramai...

Next Post
Pastikan Ketersediaan Minyak Goreng Curah Subsidi untuk Masyarakat dan UMKM, Produsen Wajib Lapor Kemenperin

Anda Penerima BLT Minyak Goreng? Ini Cara Melihatnya

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Jamkrindo Jamin 3,89 Juta UMKM

Jamkrindo Jamin 3,89 Juta UMKM

23 August 2024
CSR BTN Terbaik

CSR BTN Terbaik

27 September 2023

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
NHL Kembali ke Olimpiade 2026, AS Tantang Dominasi Kanada di Milan

Hukum Merayakan Valentine dalam Islam, Ini Penjelasan dan Dasarnya

12 February 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini