Metapos.id, Jakarta – Pertandingan tinju profesional saat ini memiliki batas maksimal 12 ronde dengan durasi tiga menit untuk setiap ronde.
Namun, aturan tersebut belum berlaku pada era awal tinju profesional. Pada abad ke-19, pertandingan bisa berlangsung hingga ratusan ronde sebelum salah satu petinju dinyatakan menang.
Guinness World Records mencatat pertarungan Andy Bowen melawan Jack Burke pada 1893 sebagai salah satu duel tinju terlama sepanjang sejarah.
Pertandingan tersebut berlangsung di Olympic Club, New Orleans, Amerika Serikat, pada 6 April 1893. Duel dimulai pukul 21.15 dan baru berakhir pada pukul 04.34 keesokan harinya.
Bowen dan Burke tercatat bertarung selama 110 ronde dengan total durasi sekitar 7 jam 19 menit.
Pertarungan berakhir setelah kedua petinju tidak lagi mampu melanjutkan pertandingan. Wasit kemudian menyatakan duel tersebut sebagai no contest, meski keputusan itu sempat diubah menjadi draw atau imbang.
Panjangnya pertandingan tidak lepas dari aturan tinju pada masa tersebut yang belum menetapkan batas jumlah ronde seperti sekarang.
Sebelum aturan Queensberry diperkenalkan pada 1867, satu ronde dapat berlangsung sampai salah satu petinju terjatuh. Setelah itu, kedua petinju kembali ke sudut masing-masing sebelum pertandingan dilanjutkan.
Dengan sistem tersebut, jumlah ronde tidak ditentukan sejak awal sehingga pertandingan dapat berlangsung sangat lama.
Bahkan, terdapat duel lain antara Jack Jones dan Patsy Tunney yang tercatat mencapai 276 ronde. Namun, pertandingan tersebut berlangsung selama sekitar 4 jam 30 menit, lebih singkat dibandingkan duel Bowen dan Burke.
Dalam tinju profesional modern, batas 12 ronde membuat pertandingan jauh lebih terukur. Perubahan regulasi juga meningkatkan perhatian terhadap keselamatan petinju dan mencegah mereka bertarung tanpa batas waktu seperti pada era awal tinju.







