Metapos.id, Jakarta – Setelah hampir 40 tahun menemani pemirsa Tanah Air, anime legendaris Doraemon kini resmi tidak lagi tayang di RCTI. Kabar ini memunculkan rasa kaget sekaligus haru, terutama bagi generasi yang tumbuh bersama cerita Nobita dan robot kucing dari masa depan tersebut.
Bagi banyak orang, Doraemon bukan hanya tontonan anak-anak. Anime ini telah menjadi bagian dari rutinitas harian, khususnya di pagi hari atau akhir pekan. Suara kantong ajaib, keluguan Nobita, hingga karakter Gian dan Suneo menjadi kenangan yang melekat kuat di benak penonton lintas usia.
1. Hadir Sejak Dekade 1990-an
Doraemon mulai mengudara di RCTI sejak era 1990-an dan dengan cepat menjadi salah satu tayangan favorit. Selama puluhan tahun, anime ini mampu bertahan melewati perubahan tren hiburan, pergantian generasi penonton, serta persaingan ketat dengan program televisi lainnya.
Keberhasilannya menjangkau berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa, membuat Doraemon memiliki tempat tersendiri di hati pemirsa. Jadwal penayangannya pun sempat mengalami beberapa penyesuaian, mulai dari tayang mingguan, harian, hingga kembali ke jadwal tertentu.
2. Faktor Berhentinya Penayangan
Penghentian penayangan Doraemon di RCTI tidak terlepas dari perubahan kebiasaan menonton masyarakat. Saat ini, anak-anak cenderung lebih akrab dengan platform digital dan layanan streaming dibandingkan televisi konvensional.
Selain perubahan perilaku penonton, aspek hak siar serta kebijakan internal stasiun televisi turut memengaruhi keputusan tersebut. Meski alasan ini bersifat teknis, dampaknya tetap terasa emosional bagi para penggemar yang telah mengikuti Doraemon sejak kecil.
3. Akhir Sebuah Bab Bersejarah
Selama puluhan tahun, Doraemon tidak hanya menawarkan hiburan ringan, tetapi juga menyampaikan pesan moral yang mudah dipahami. Setiap episode kerap menampilkan nilai persahabatan, kejujuran, tanggung jawab, serta pelajaran tentang konsekuensi dari memilih jalan pintas, seperti yang sering dilakukan Nobita.
Berakhirnya penayangan Doraemon di RCTI menjadi penanda berakhirnya satu era penting dalam dunia pertelevisian Indonesia. Meski tidak lagi hadir di layar kaca, Doraemon tetap dapat dinikmati melalui berbagai media lain dan akan selalu hidup dalam kenangan para penggemarnya sebagai simbol masa kecil yang penuh imajinasi.
4. Gambaran Singkat Cerita Doraemon
Doraemon berfokus pada kehidupan Nobita Nobi, seorang siswa sekolah dasar yang dikenal malas, ceroboh, dan kerap mengalami kesialan. Kehidupannya berubah ketika Doraemon, robot kucing dari abad ke-22, datang untuk membantu memperbaiki masa depan Nobita yang dianggap suram.
Dengan kantong ajaibnya, Doraemon mengeluarkan berbagai alat canggih untuk menyelesaikan masalah Nobita. Namun, alih-alih benar-benar membantu, penggunaan alat-alat tersebut sering kali justru menimbulkan kekacauan baru akibat kecerobohan Nobita.
Pola cerita yang sederhana namun konsisten inilah yang membuat Doraemon mudah diterima oleh anak-anak sekaligus tetap relevan bagi penonton dewasa. Di balik kisahnya yang ringan dan menghibur, Doraemon selalu menyisipkan pelajaran tentang proses belajar dan bertanggung jawab atas pilihan hidup, yang menjadikannya bertahan dan dicintai selama puluhan tahun.














