• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Saturday, April 4, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

Dokumen Rahasia Inggris Ungkap Dugaan Peran Tony Blair Lindungi Tentara di Perang Irak

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
3 January 2026
in Internasional
Senegal vs Sudan di 16 Besar AFCON 2025, Ujian Berat Tim Kuda Hitam

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 82?

Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Peran Inggris dalam Perang Irak kembali menjadi sorotan setelah ratusan dokumen pemerintah Inggris yang baru dideklasifikasi mengungkap dugaan campur tangan mantan Perdana Menteri Tony Blair dalam penanganan kasus dugaan kejahatan perang oleh tentara Inggris di Irak.

 

Dokumen yang dirilis ke Arsip Nasional Inggris di Kew, London Barat, menunjukkan bahwa pada 2005 Blair menilai “sangat penting” agar tentara Inggris yang dituduh menyiksa warga sipil Irak tidak diadili melalui pengadilan sipil maupun mekanisme hukum internasional seperti Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

 

Berkas-berkas tersebut merupakan bagian dari lebih dari 600 dokumen yang dibuka pada 30 Desember 2025, sesuai ketentuan Undang-Undang Arsip Publik Inggris yang mewajibkan pembukaan dokumen negara setelah 20 tahun.

 

Tekanan agar kasus ditangani secara militer

Menurut laporan media Inggris yang mengutip dokumen tersebut, Blair menyampaikan pandangannya kepada Antony Phillipson, sekretaris pribadinya untuk urusan luar negeri saat itu. Dalam sebuah memo tertulis, Blair menegaskan bahwa kasus dugaan penyiksaan oleh tentara Inggris “tidak boleh” dibawa ke pengadilan sipil.

 

“Kita harus berada pada posisi di mana ICC tidak terlibat dan begitu juga jaksa penuntut umum,” tulis Blair. “Itu penting.”

 

Memo tersebut berkaitan dengan kasus Baha Mousa, seorang resepsionis hotel asal Irak yang meninggal dunia pada 2003 di Basra setelah ditahan oleh tentara Inggris. Ia dilaporkan mengalami puluhan kali pemukulan selama berada dalam tahanan.

 

Phillipson sempat mencatat bahwa jaksa agung Inggris saat itu memiliki kewenangan untuk membawa kasus tersebut ke pengadilan sipil. Namun Blair menegaskan penolakannya terhadap opsi tersebut dan mendorong agar kasus ditangani melalui pengadilan militer.

 

Kekhawatiran soal citra dan legitimasi perang

Christopher Featherstone, dosen politik dari University of York, menilai sikap Blair dilatarbelakangi kekhawatiran politik dan citra militer Inggris. Menurutnya, Blair tidak menginginkan penegakan hukum internasional karena hukuman melalui mekanisme militer dinilai lebih ringan dan tidak merusak persepsi publik terhadap operasi militer Inggris.

 

“Ia khawatir proses hukum terbuka akan memperkuat penolakan terhadap perang Irak, baik di dalam negeri maupun secara internasional,” ujar Featherstone.

 

Perang Irak sendiri menjadi salah satu keputusan kebijakan luar negeri paling kontroversial dalam sejarah modern Inggris. Inggris bergabung dengan invasi yang dipimpin Amerika Serikat pada Maret 2003, dengan dalih adanya senjata pemusnah massal di Irak—klaim yang kemudian terbukti tidak benar.

 

Catatan kelam perang Irak

Perang Irak berlangsung hingga Desember 2011 dan menelan korban besar. Lebih dari 200 ribu warga sipil Irak dilaporkan tewas, bersama 179 tentara Inggris dan lebih dari 4.000 tentara Amerika Serikat.

 

Berbagai organisasi HAM, termasuk Human Rights Watch dan Amnesty International, telah mendokumentasikan ratusan kasus penyiksaan terhadap warga sipil Irak oleh tentara Inggris. Bentuk kekerasan yang dilaporkan mencakup pemukulan, kurang tidur, posisi stres, penghinaan agama dan seksual, hingga penyiksaan berat.

 

Pada 2005, tiga tentara Inggris divonis bersalah melalui pengadilan militer atas penyiksaan terhadap warga Irak. Dua tahun kemudian, Kopral Donald Payne menjadi tentara Inggris pertama yang dipenjara atas kejahatan perang di Irak, terkait keterlibatannya dalam kasus Baha Mousa.

 

ICC dan kontroversi penutupan penyelidikan

ICC sempat membuka penyelidikan awal terhadap dugaan kejahatan perang Inggris di Irak pada 2005, namun ditutup setahun kemudian. Penyelidikan itu dibuka kembali pada 2014 setelah kelompok HAM menyerahkan bukti baru, tetapi kembali dihentikan pada 2020.

 

Jaksa ICC saat itu, Fatou Bensouda, menyatakan bahwa meski terdapat dasar kuat untuk meyakini kejahatan perang telah terjadi, tidak ditemukan bukti bahwa pemerintah Inggris secara sistematis menghalangi penyelidikan internal.

 

Keputusan tersebut menuai kritik tajam dari kelompok HAM. Mereka menilai penghentian penyelidikan memperkuat kesan adanya standar ganda dalam penegakan hukum internasional, terutama terhadap negara-negara kuat.

 

Sikap Blair terhadap ICC

Dokumen yang dideklasifikasi juga menunjukkan bahwa Blair sejak awal percaya Inggris tidak perlu takut terhadap ICC. Dalam suratnya kepada Perdana Menteri Australia John Howard pada 2002, Blair menegaskan bahwa ICC hanya akan bertindak jika sistem hukum nasional gagal.

 

“Negara demokratis yang menjunjung supremasi hukum tidak memiliki alasan untuk khawatir,” tulis Blair saat itu.

 

Namun, temuan terbaru kembali memunculkan pertanyaan besar mengenai sejauh mana komitmen Inggris—dan Tony Blair secara pribadi—terhadap akuntabilitas hukum atas tindakan militernya di Irak.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Free Download WordPress Themes
Download WordPress Themes Free
udemy free download
download lava firmware
Download WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: Dokumen RahasiaInggrisMetapos.idPerang IrakTony Blair
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Kapolda Riau Tegas Lawan Karhutla, Pelaku Tanpa Ampun di 2026

Kapolda Riau Tegas Lawan Karhutla, Pelaku Tanpa Ampun di 2026

by Taufik Hidayat
4 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Kapolda Riau Herry Heryawan menegaskan komitmen kuat dalam memberantas kebakaran hutan dan lahan. Ia memastikan aparat tidak...

Bek Manchester United: Noussair Mazraoui Pertimbangkan Pensiun Demi Jadi Hafiz Al-Qur’an

Bek Manchester United: Noussair Mazraoui Pertimbangkan Pensiun Demi Jadi Hafiz Al-Qur’an

by Taufik Hidayat
3 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta - Bek sayap Manchester United dan Timnas Maroko, Noussair Mazraoui, menarik perhatian publik, Ia mengungkap rencana untuk mempertimbangkan...

Tangani Kasus Korupsi, Polisi Ini Dimutasi Lalu Resmi Mundur dari Tugas

Tangani Kasus Korupsi, Polisi Ini Dimutasi Lalu Resmi Mundur dari Tugas

by Taufik Hidayat
3 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Seorang anggota polisi dari Sulawesi Utara menjadi sorotan setelah memutuskan mundur dari jabatannya. Keputusan itu muncul di...

Kapan Terakhir Puasa Syawal 2026? Simak Penjelasannya

Kapan Terakhir Puasa Syawal 2026? Simak Penjelasannya

by Taufik Hidayat
3 April 2026
0

Metapos.id, Jakarta - Puasa Syawal merupakan ibadah sunah yang dianjurkan setelah Idulfitri. Umat Muslim umumnya menjalankannya selama enam hari di...

Next Post
Mendagri Tito: Listrik, SPBU, dan Jaringan Telekomunikasi di Aceh Tamiang Kembali Normal

Mendagri Tito: Listrik, SPBU, dan Jaringan Telekomunikasi di Aceh Tamiang Kembali Normal

Recommended.

Ini Penyebab Inflasi Juni 2023

Inflasi di Bulan Ramadan Naik, Pemerintah Jaga Stabilitas Kenaikan Harga Pangan

3 April 2024
“Perut Kenyang, Dompet Tebal”: Pesan Muzani di Harlah 1 Abad NU

“Perut Kenyang, Dompet Tebal”: Pesan Muzani di Harlah 1 Abad NU

1 February 2026

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

Penukaran Uang Baru Ramadan Sudah Bisa Dilakukan Mulai 20 Maret

16 March 2023
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini