Metapos.id, Jakarta – Ada film yang lebih nikmat ditonton tanpa mengetahui terlalu banyak informasi sebelumnya. Digger, film terbaru Alejandro González Iñárritu yang dibintangi Tom Cruise, menjadi salah satu film yang mengandalkan kejutan dalam ceritanya.
Film ini sengaja menyimpan banyak informasi penting dari materi promosinya. Namun, satu hal yang perlu diketahui, Digger bukan film musikal.
Cerita berpusat pada Digger Rockwell, seorang raja minyak kaya raya yang menghadapi ancaman bencana besar akibat aktivitas perusahaannya. Namun, Digger justru lebih sibuk memikirkan kucing kesayangannya, Maggie, yang telah berusia 30 tahun.
Masalah muncul ketika kilang minyak miliknya di Alaska mengalami kebocoran gas metana. Kondisi tersebut menyebabkan es retak dan berpotensi memicu bencana besar.
Dr. Ganesh (Riz Ahmed), kepala keselamatan lingkungan, kemudian memperingatkan bahwa bongkahan es seukuran Maryland sedang hanyut dan berpotensi menghantam Norwegia. Jika hal itu terjadi, tsunami dapat terjadi dan mengancam jutaan nyawa.
Digger bersama sahabatnya, Presiden Compson (John Goodman), kemudian harus menghadapi situasi tersebut. Pilihannya sederhana, mencari cara untuk mencegah bencana atau berusaha menghindari tanggung jawab.
Sebagai sutradara, Iñárritu kembali menghadirkan gaya yang jauh dari kata subtil. Berbeda dengan karya-karya awalnya seperti Amores perros, 21 Grams, dan Babel, Digger menggabungkan komedi satir dengan skala produksi besar.
Film ini disebut memiliki bujet hingga US$160 juta. Dengan cerita yang sengaja dibuat penuh teka-teki, penonton mungkin akan bertanya-tanya mengenai arah film hingga twist pertama muncul sekitar menit ke-35.
Namun, setelah cerita mulai terbuka, Digger menjadi jauh lebih menarik. Kejutan yang diberikan bukan sekadar gimmick, tetapi memperkuat satir mengenai orang-orang berkuasa sekaligus menghadirkan gambaran masa depan yang gelap.
Tom Cruise menjadi pusat perhatian dalam film ini. Riz Ahmed, John Goodman, Sandra Hüller, Michael Stuhlbarg, dan Jesse Plemons tampil sebagai pemeran pendukung, tetapi karakter Digger tetap menjadi daya tarik utama.
Dengan dukungan sinematografi Emmanuel Lubezki, desain produksi Dennis Gassner, serta musik Cosmo Sheldrake, Digger menawarkan pengalaman visual yang megah sekaligus muram.
Film ini mungkin tidak cocok untuk semua penonton. Namun, bagi mereka yang menikmati cerita satir dengan kejutan dan gambaran masa depan yang suram, Digger menawarkan pengalaman yang sulit dilupakan.






