• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Saturday, February 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Nasional

Dana Result Based Payment Dukung Pengendalian Perubahan Iklim di 15 Provinsi

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
9 August 2025
in Nasional
Dana Result Based Payment Dukung Pengendalian Perubahan Iklim di 15 Provinsi
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta, 7 Agustus 2025 — Di tengah ancaman krisis iklim yang dampaknya semakin nyata, Pemerintah Indonesia terus mengupayakan berbagai inisiatif dan kemitraan global untuk mengendalikan perubahan iklim. Salah satu upayanya adalah Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) atau pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan, yang menempatkan hutan sebagai garda terdepan dalam mitigasi perubahan iklim. Hutan berperan penting dalam penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

 

Indonesia berhasil memperoleh pendanaan dari Green Climate Fund (GCF) untuk program percontohan Results Based Payment (RBP) atas keberhasilan penurunan emisi dari sektor kehutanan. Dana insentif sebesar USD 103,8 juta tersebut diberikan atas keberhasilan penurunan emisi sebesar 20,25 juta ton CO₂ ekuivalen (tCO₂e) pada 2014–2016. Dana RBP REDD+ dibagi menjadi tiga output, dengan Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 memperoleh alokasi pendanaan sebesar USD 93,4 juta. Program ini dimulai pada Juli 2023 dan diperkirakan selesai pada 2030, melibatkan penerima manfaat di 38 provinsi.

 

Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) sebagai pengelola dana menyalurkannya ke 15 provinsi, yaitu Jawa Timur, Bali, Riau, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Papua Barat Daya, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Timur, Yogyakarta, Sulawesi Utara, Gorontalo, Kepulauan Riau, Sumatera Barat, dan Kalimantan Barat. Alokasi dana lebih dari Rp251 miliar ini memiliki durasi penyaluran berbeda untuk setiap provinsi, sekitar 1–4 tahun. Untuk pengelolaan dana dan fasilitasi proyek, 15 provinsi tersebut menunjuk 8 lembaga perantara.

 

Penyaluran dana resmi dimulai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BPDLH dan 8 lembaga perantara, disaksikan oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan, Direktur Pembinaan Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Kementerian Keuangan, perwakilan gubernur, serta pimpinan pemerintah daerah dari 15 provinsi penerima manfaat.

 

Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menyampaikan apresiasi kepada BPDLH atas komitmennya mengelola pendanaan iklim dari luar APBN dan mendistribusikannya hingga ke tingkat subnasional dan masyarakat. Ia menekankan pentingnya akuntabilitas penggunaan dana ini agar memberikan dampak nyata.

 

“Kita harus membuktikan dana yang sudah diberikan GCF terdistribusi dan ada dampaknya. Kita harus bertanggung jawab atas dana yang diberikan. KLH bersama BPDLH akan melihat dari sisi akuntabilitas agar kita dilihat sebagai bangsa yang berintegritas,” ujarnya.

 

Hingga saat ini, implementasi proyek telah mendukung perluasan perhutanan sosial lebih dari 2 juta hektare, memfasilitasi 40 usulan penetapan hutan adat, mendampingi 163 RKPS, mencatat 4.477 lokasi Proklim, memberdayakan dan memperkuat ekonomi masyarakat, mengendalikan kebakaran hutan dan lahan di 7 provinsi rawan, memperkuat kapasitas pelaporan GRK di tingkat nasional dan subnasional, memperkuat arsitektur REDD+, serta mendukung pencapaian Nationally Determined Contribution (NDC) mitigasi perubahan iklim.

 

Sekretaris Jenderal Kementerian Kehutanan Mahfudz menegaskan, upaya mencapai NDC 2030 membutuhkan sumber daya pendanaan yang besar. Dukungan seperti Proyek RBP REDD+ GCF Output 2 berkontribusi pada pengelolaan hutan lestari dan kesejahteraan masyarakat.

 

Direktur Utama BPDLH Joko Tri Haryanto menambahkan, “Melalui kerja sama ini, kita tidak hanya menyalurkan dana, tetapi juga menyalurkan harapan dan kepercayaan global terhadap komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan.”

 

Dalam kesempatan yang sama, digelar talkshow bertajuk “Kontribusi Penggunaan Dana RBP REDD+ pada Kelestarian Hutan Indonesia” dengan lima narasumber yang membahas peluang dan tantangan RBP, kontribusi dana GCF pada program perhutanan sosial, peran BPDLH dalam pengelolaan dana, pengalaman pemerintah daerah, dan peran lembaga perantara dalam mendukung penerima manfaat.

 

Melalui proyek ini, Indonesia menegaskan bahwa menjaga hutan adalah upaya menjaga warisan untuk masa depan bersama. Dengan dukungan banyak pihak, Indonesia optimis dapat terus melakukan aksi mitigasi dan adaptasi untuk mengurangi dampak perubahan iklim di masa depan.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Free Download WordPress Themes
free download udemy course
download huawei firmware
Download Nulled WordPress Themes
udemy free download
Tags: Metapos.idREDD+Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Berburu Takjil Makin Seru! 8 Spot War Takjil Terhits Jakarta Ramadhan 2026

Berburu Takjil Makin Seru! 8 Spot War Takjil Terhits Jakarta Ramadhan 2026

by Taufik Hidayat
21 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pemerintah secara resmi menetapkan awal puasa Ramadhan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Menyambut datangnya...

Arab Saudi Salurkan BLT Ramadan 3 Miliar Riyal, Ini Besaran yang Diterima Warga

Disebut dalam Al-Quran, Kamper Sumatra Bikin Pedagang Arab Datang Berbondong-bondong

by Desti Dwi Natasya
21 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Sejak berabad-abad lalu, para pedagang Arab tercatat datang ke Nusantara untuk mencari tanaman yang disebut dalam Al-Quran,...

Arab Saudi Salurkan BLT Ramadan 3 Miliar Riyal, Ini Besaran yang Diterima Warga

Tragedi Chernobyl 1986: Kesalahan Uji Coba Picu Ledakan Nuklir Mematikan

by Desti Dwi Natasya
21 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Dunia pernah diguncang salah satu bencana nuklir terbesar dalam sejarah, yakni ledakan di Chernobyl Nuclear Power Plant...

Indonesia Kirim 8.000 Prajurit ke Gaza, Menlu: Keamanan dan Kesejahteraan Tak Boleh Dikorbankan

Indonesia Kirim 8.000 Prajurit ke Gaza, Menlu: Keamanan dan Kesejahteraan Tak Boleh Dikorbankan

by Taufik Hidayat
21 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Menteri Luar Negeri Sugiono menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kesejahteraan prajurit menjadi perhatian utama pemerintah dalam rencana...

Next Post
Sambut HUT RI ke-80, Bank Mandiri Akselerasi Generasi Muda Melek Finansial Lewat SimPel

Sambut HUT RI ke-80, Bank Mandiri Akselerasi Generasi Muda Melek Finansial Lewat SimPel

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

Ketua Asean -Bac, Arsjad Rasjid, Menggandeng Menteri Dan Pengusaha Malaysia Untuk Mendorong Inovasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Regional

Ketua Asean -Bac, Arsjad Rasjid, Menggandeng Menteri Dan Pengusaha Malaysia Untuk Mendorong Inovasi Dan Pertumbuhan Ekonomi Regional

1 March 2023
BSI Gelar “Jumat Berkah” untuk Umat, Masjid IPB jadi Lokasi Pertama

BSI Gelar “Jumat Berkah” untuk Umat, Masjid IPB jadi Lokasi Pertama

24 November 2023

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini