Metapos.id, Jakarta – Industri perfilman Indonesia membuka tahun 2026 dengan pencapaian bersejarah. Peta film Indonesia terlaris sepanjang masa mengalami perubahan signifikan setelah dua film rilisan 2025 berhasil menembus angka lebih dari 10 juta penonton, sebuah capaian yang sebelumnya hanya menjadi dominasi segelintir judul horor.
Lonjakan ini sekaligus menandai perubahan selera penonton Tanah Air. Dari animasi lokal hingga komedi berbasis komunitas, pasar film Indonesia kini semakin variatif. Berikut daftar terbaru 10 film Indonesia dengan jumlah penonton terbanyak sepanjang masa.
1. Jumbo (2025) – 10.233.002 Penonton
Film animasi karya Ryan Adriandhy resmi mencatat sejarah baru. Jumbo berhasil melampaui angka 10 juta penonton dan menduduki posisi puncak film Indonesia terlaris sepanjang masa, mengakhiri dominasi genre horor yang bertahan bertahun-tahun.
Kekuatan Jumbo terletak pada cerita yang universal, menggabungkan drama keluarga, humor, dan elemen fantasi. Visual berkualitas tinggi serta pengisi suara ternama seperti Prince Poetiray, Quinn Salman, Bunga Citra Lestari, dan Ariel NOAH membuat film ini digemari lintas generasi.
2. Agak Laen: Menyala Pantiku (2025) – 10.010.639++ Penonton
Sekuel dari film komedi Agak Laen tampil luar biasa. Dalam waktu 36 hari penayangan, jumlah penontonnya telah menembus 10 juta dan masih berpotensi terus bertambah.
Pada Kamis (1/1/2026), film ini dipastikan melampaui perolehan KKN di Desa Penari. Dengan penurunan jumlah showtime yang relatif kecil, Agak Laen: Menyala Pantiku diprediksi tetap meraih tambahan puluhan ribu penonton. Capaian ini menegaskan kekuatan basis penggemar genre komedi di Indonesia.
3. KKN di Desa Penari (2022) – 10.061.033 Penonton
Film horor arahan Awi Suryadi ini pernah memimpin daftar terlaris selama tiga tahun. Diadaptasi dari kisah viral SimpleMan, KKN di Desa Penari sukses memikat penonton lewat nuansa mistis budaya Jawa yang kuat dan atmosfer horor yang intens.
4. Agak Laen (2024) – 9.127.602 Penonton
Film pertama Agak Laen telah lebih dulu mencetak kesuksesan besar sebelum sekuelnya meledak. Komedi absurd yang dibawakan Bene Dion, Indra Jegel, Boris Bokir, dan Oki Rengga menjadikannya salah satu film komedi paling berpengaruh secara komersial dalam satu dekade terakhir.
5. Warkop DKI Reborn: Jangkrik Bos! Part 1 (2016) – 6.858.616 Penonton
Faktor nostalgia menjadi kekuatan utama film ini. Disutradarai Anggy Umbara, proyek reboot Warkop DKI sempat menjadi film terlaris Indonesia selama bertahun-tahun sebelum akhirnya tergeser oleh film-film generasi baru.
6. Pengabdi Setan 2: Communion (2022) – 6.391.982 Penonton
Sekuel horor Joko Anwar ini menaikkan standar film horor nasional. Berlatar rumah susun yang terisolasi, film ini menyajikan teror yang intens dengan visual sinematik yang kuat, membuat jutaan penonton kembali ke bioskop.
7. Dilan 1990 (2018) – 6.315.664 Penonton
Lebih dari sekadar film remaja, Dilan 1990 menjadi fenomena budaya pop. Kisah cinta Dilan dan Milea yang dibintangi Iqbaal Ramadhan dan Vanesha Prescilla sukses membangkitkan nostalgia era 1990-an.
8. Miracle in Cell No. 7 (2022) – 5.852.916 Penonton
Adaptasi film Korea Selatan ini membuktikan kekuatan cerita emosional. Versi Indonesia berhasil menyentuh penonton lewat pendekatan yang dekat dengan nilai keluarga dan budaya lokal.
9. Vina: Sebelum 7 Hari (2024) – 5.815.945 Penonton
Diangkat dari kisah nyata yang mengundang simpati publik, film ini menggabungkan horor dan pesan sosial. Selain sukses secara komersial, Vina juga memicu diskusi luas di masyarakat.
10. Dilan 1991 (2019) – 5.253.411 Penonton
Meski ceritanya lebih emosional dibanding pendahulunya, kelanjutan kisah Dilan dan Milea tetap memiliki daya tarik kuat dan mengamankan posisi sepuluh besar.
Film yang Tergusur dari 10 Besar
Masuknya film-film baru berpenonton besar membuat Sewu Dino (2023) harus keluar dari daftar. Film horor ini sebelumnya mencatat 4.886.406 penonton, namun tak mampu menandingi lonjakan Jumbo dan Agak Laen.
Analisis: Mengapa 2025 Jadi Titik Balik?
Beberapa faktor utama mendorong lonjakan penonton film Indonesia:
Variasi genre, dengan animasi lokal seperti Jumbo yang diterima luas.
Kekuatan sekuel, terbukti dari keberhasilan Agak Laen: Menyala Pantiku.
Perluasan jaringan bioskop ke kota lapis dua dan tiga, yang meningkatkan akses penonton.
Kini, pertanyaan besarnya adalah apakah rekor Jumbo akan bertahan lama, atau justru akan ada film lain di 2026 yang kembali mengubah peta box office nasional.














