Metapos.id, Jakarta – Sejumlah layanan TransJakarta (TransJ) pagi ini, Jumat (29/8/2025), mengalami pengalihan dan perpendekan rute. Hal ini buntut dari aksi massa yang masih bertahan di sekitar Markas Komando (Mako) Brimob Kwitang, Jakarta Pusat, setelah insiden tewasnya pengemudi ojek online, Affan Kurniawan, yang terlindas kendaraan taktis Brimob.
TransJakarta dalam pengumuman resminya menyebut, kondisi di kawasan Senen dan sekitarnya tidak kondusif sehingga beberapa armada tidak dapat melintas. Salah satunya Rute 5B (Tebet–Bidara Cina) yang dipangkas jalurnya dan sementara dialihkan melalui kolong flyover Kampung Melayu.
“Rute 6H (Lebak Bulus–Senen) juga harus dialihkan. Layanan untuk sementara diarahkan melewati Jalan Budi Utomo,” tulis akun resmi TransJakarta di platform X.
Selain itu, rute Ragunan–Kampung Melayu (5N) ikut mengalami perpendekan jalur. Situasi serupa juga terjadi pada koridor utama yang melewati kawasan Senen.
Berikut daftar lengkap rute yang terdampak (update pukul 06.28 WIB):
1. Rute 11Q: Kampung Melayu–Pulogadung dipangkas menjadi Pulo Gebang–Masjid Al Inayah
2. Rute 5B: Stasiun Tebet–Bidara Cina
3. Rute 5N: Ragunan–Kampung Melayu
4. Rute 6H: Lebak Bulus–Senen (dialihkan via Budi Utomo)
5. Rute 1R: Senen–Tanah Abang (tidak sampai ke Senen)
6. Rute 2P: Senen–Transport UHB Dukuh Atas (tidak sampai ke Senen)
7. Koridor 2: Pulo Gadung–Monas dialihkan via koridor 14, tidak melayani halte Senen Toyota Rangga hingga Istiqlal
8. Koridor 14: JIS–Senen diperpendek jadi JIS–Kemayoran, tidak melayani Halte Tanah Tinggi dan Senen Toyota Rangga
9. Koridor 7: Kampung Rambutan–Kampung Melayu diperpendek menjadi Kampung Rambutan–Cawang
10. Koridor 2, 5, 14: Rute 2A, 5C, dan 7F sementara tidak beroperasi
Sementara itu, hingga dini hari, situasi di sekitar Mako Brimob Kwitang masih tegang. Massa aksi beberapa kali dibubarkan dengan tembakan gas air mata, namun sebagian tetap bertahan. Letusan petasan, titik api, hingga kepulan asap hitam terlihat di sejumlah ruas jalan.
Sejumlah pengendara yang melintas pun sempat berhenti menyaksikan kondisi di lapangan, yang hingga kini masih ramai oleh massa.