• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, March 19, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

Bulog Incar Lima Negara untuk Datangkan Beras Impor

Afizahri by Afizahri
6 April 2023
in Ekbis
Bulog Incar Lima Negara untuk Datangkan Beras Impor
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA,Metapos.id – Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) membidik lima negara yang akan dijadikan mitra importir untuk menjalakan penugasan impor beras 2 juta ton hingga Desember 2023. Adapun izin impor ini sudah dikantongi Bulog.

Adapun negara yang dibidik merupakan negara yang sebelumnya juga sudah menjadi mitra Bulog untuk penugasan impor di 2022. Salah satunya adalah Myanmar.

“Produksi negara itu ada Myanmar, Vietnam, Thailand, Pakistan dan India,” ujar Direktur Utama Bulog, Budi Waseso di Komplek Pergudangan Bulog Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis, 6 April.

Buwas sapaan akrab Budi Waseso mengatakan pihaknya belum melakukan kontrak kerja dengan kelima negara ini. Kata dia, kuota impor akan disesuaikan terlebih dahulu dengan kebutuhan di dalam negeri.

“Belum kita kontrak, kita ikuti perkembangan-perkembangan. Karena kalau sudah ada kontrak mau nggak mau harus kita datangkan. Nanti kalau kita datangkan tapi kita nggak perlu gimana? Nah masalah lagi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Buwas mengatakan kontrak kerja sama dengan lima negara mitra akan dilakukan secara bertahap. Dimana impor 2 juta ton beras tersebut mempertimbangkan pasokan atau serapan beras di Tanah Air. Khususnya, di saat panen raya tahun ini.

“Kita enggak bisa kontrak sebanyak itu, artinya bertahap. Jadi kalau nanti prediksi neraca pangan seperti apa, nanti Pak Arief Kepala Bapanas ‘bilang oh ini kita butuh untuk bulan depan’ umpamanya kan 100.000 (ton), ya kita datangkan 100.000 gitu,” ujarnya.

Sekadar informasi, hingga saat ini kontrak kerja sama dengan lima negara masih berupa rencana alias belum menghasilkan kesepakatan. Termasuk, jumlah beras yang nantinya dipasok ke Indonesia.

Meski begitu, Buwas mengatakn sudah menghitung bahwa dari proses pengapalan barang (shipping) hingga pengiriman beras negara mitra ke Tanah Air bisa memakan waktu 10-15 hari, tergantung cuaca alam.

“Kurang lebih 10 hari, kalau dari India tergantung, bisa 15 hari, tergantung kesiapan negara itu yakan, mereka kan mengarungi (beras dulu) kita kan juga ada tim survey di sana memastikan yang akan dikirim seperti apa,” katanya.

Download Best WordPress Themes Free Download
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download coolpad firmware
Download Premium WordPress Themes Free
udemy free download
Tags: Beras imporBulogMetapos.id
Afizahri

Afizahri

Related Posts

Idul Fitri 2026 Diputuskan: Arab Saudi dan Negara Teluk Lebaran 20 Maret

Idul Fitri 2026 Diputuskan: Arab Saudi dan Negara Teluk Lebaran 20 Maret

by Taufik Hidayat
19 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Arab Saudi bersama sejumlah negara di kawasan Teluk, seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain, menetapkan 1...

Kakorlantas Pastikan Tak Ada Antrean di Gilimanuk Jelang Penutupan Nyepi

Kakorlantas Pastikan Tak Ada Antrean di Gilimanuk Jelang Penutupan Nyepi

by Taufik Hidayat
19 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Agus Suryonugroho, memastikan arus lalu lintas di sekitar Pelabuhan Gilimanuk dalam...

Iran Arahkan Serangan Terbaru ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

Iran Arahkan Serangan Terbaru ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah

by Taufik Hidayat
19 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Rabu menyatakan telah meluncurkan gelombang serangan terbaru yang menyasar sejumlah...

“Fakta Baru Kasus Andrie Yunus, Puspom TNI Fokus Kejar Aktor Intelektual”

“Fakta Baru Kasus Andrie Yunus, Puspom TNI Fokus Kejar Aktor Intelektual”

by Taufik Hidayat
18 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Pusat Polisi Militer TNI masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sosok yang diduga menjadi otak di balik serangan...

Next Post
Investor Perempuan Dominasi Sukuk Ritel SR018

Investor Perempuan Dominasi Sukuk Ritel SR018

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Recommended.

BTN Housingpreneur Sabet Penghargaan

BTN Housingpreneur Sabet Penghargaan

25 November 2025
FDS Dukung Penuh Aplikasi Teknologi Bank Digital untuk Bank Konvensional

FDS Dukung Penuh Aplikasi Teknologi Bank Digital untuk Bank Konvensional

28 October 2022

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
Siapa Esmail Qaani? Jenderal Iran yang Dituding Pengkhianat di Lingkaran Khamenei

Siapa Esmail Qaani? Jenderal Iran yang Dituding Pengkhianat di Lingkaran Khamenei

5 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini