Metapos.id, Jakarta – Aktivitas perdagangan digital di Indonesia semakin terdorong oleh peran konten dalam memengaruhi keputusan belanja. Tren ini terlihat dari pertumbuhan signifikan yang dialami sejumlah brand elektronik di platform e-commerce.
Mengacu data Kementerian Perdagangan, nilai transaksi e-commerce mencapai Rp96,7 triliun pada Februari 2026. Angka ini didorong oleh meningkatnya tren belanja berbasis konten di berbagai platform digital.
Melalui ekosistem terintegrasi Tokopedia dan TikTok Shop, sejumlah brand berhasil memanfaatkan momentum tersebut. Kampanye Tokopedia Super Brand Day Ramadan 2026 menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan tersebut.
Beberapa brand elektronik seperti TCL Indonesia, vivo Indonesia, dan Simplus mencatat kenaikan penjualan hingga 200%. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas strategi berbasis konten dalam mendorong transaksi.
Tokopedia dan TikTok Shop menghadirkan sinergi antara konten, komunitas, serta fitur penjualan yang terintegrasi. Hal ini memungkinkan brand menjangkau konsumen secara lebih luas dan relevan.
Selain itu, kehadiran ekosistem “Mall” di kedua platform memberikan jaminan produk asli dan promo menarik. Konsumen pun dapat berbelanja dengan lebih aman dan nyaman.
TCL Indonesia menjadi salah satu contoh brand yang berhasil mengoptimalkan strategi ini. Melalui kampanye Ramadan, TCL mencatat kenaikan pesanan hingga 175% dan nilai transaksi hingga 212%.
Sementara itu, vivo Indonesia menggabungkan inovasi produk dengan strategi konten dan kolaborasi. Hasilnya, brand ini mampu meningkatkan transaksi hingga 259% selama periode kampanye.
Di sisi lain, Simplus memanfaatkan pendekatan multi-channel untuk meningkatkan visibilitas produk. Strategi ini berhasil mendorong pertumbuhan penjualan hingga 122% selama kampanye berlangsung.
Ke depan, sinergi antara konten dan ekosistem digital diperkirakan akan semakin penting. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha untuk mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.







