Monday, April 27, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

BI Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Global 2024 Menjadi 3 Persen

metaposmedia by metaposmedia
21 February 2024
in Ekbis
BI Punya Ruang Kurangi Agresivitas Kenaikan Suku Bunga

Jakarta ,Metapos.id – Bank Indonesia (BI) memperkiraan pertumbuhan ekonomi global tahun 2024 di kisaran 3 persen. Proyeksi tersebut naik dari perkiaran sebelumnya sebesar 2,8 persen.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan perbaikan pertumbuhan ekonomi terutama ditopang oleh kuatnya kinerja ekonomi Amerika Serikat (AS) dan India.

BACA JUGA

Pasca IPO, Superbank Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Pertumbuhan

OJK Bergerak! Kasus MTF Terus Diproses, Mitra Debt Collector Resmi Dibekukan

“Sejalan dengan pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan investasi yang tinggi,” ucap Perry dalam konferensi RDG BI, Rabu 21 Februari 2024.

Namun, Perry melihat masih terdapat beberapa risiko yang membayangi diantaranya pertumbuhan ekonomi China yang melemah serta kontraksi pada pertumbuhan ekonomi Inggris dan Jepang dalam dua kuartal berturut-turut.

Menurut Perry hal lainnya yaitu ekskalasi ketegangan geopolitik yang berlanjut, sehingga mengganggu rantai pasokan dan meningkatkan harga komoditas pangan dan energi, serta menghambat laju penurunan inflasi global.

Adapun perkembangan tersebut mengakibatkan ketidakpastian di pasar keuangan masih tinggi. Serta suku bunga AS diyakini baru turun pada semester II 2024, sejalan dengan inflasi AS yang masih tinggi.

“Perkembangan tersebut menyebabkan menguatnya dolar AS secara global dan menahan berlanjutnya aliran masuk modal asing ke negara berkembang karna imbal hasil surat utang AS kembali naik. Kondisi tersebut dapat menurunkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia ke depan,” jelas Perry.

Dengan demikian, Perry menyampaikan kondisi tersebut perlu adanya respon untuk memitigasi dampak negatif perlambatan global dengan penguatan kebijakan negara-negara di dunia, termasuk Indonesia.

Tags: Bank IndonesiaMetapos.idPertumbuhan ekonomi
Previous Post

Ini Upaya AHY Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi setelah Didapuk Jadi Menteri ATR/BPN

Next Post

BI: Transaksi QRIS Capai Rp31,65 Triliun

Related Posts

Pasca IPO, Superbank Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Pertumbuhan
Ekbis

Pasca IPO, Superbank Perkuat Tata Kelola dan Akselerasi Pertumbuhan

27 April 2026
OJK Bergerak! Kasus MTF Terus Diproses, Mitra Debt Collector Resmi Dibekukan
Ekbis

OJK Bergerak! Kasus MTF Terus Diproses, Mitra Debt Collector Resmi Dibekukan

25 April 2026
PRUFortune Dollar Hadir, Solusi Proteksi dan Cash Flow Tahunan
Ekbis

PRUFortune Dollar Hadir, Solusi Proteksi dan Cash Flow Tahunan

23 April 2026
Perkuat UMKM Perempuan, Tokopedia dan TikTok Shop Dorong KI dan Digitalisasi
Ekbis

Perkuat UMKM Perempuan, Tokopedia dan TikTok Shop Dorong KI dan Digitalisasi

22 April 2026
XP+ Relaunch Brand, Perkuat Strategi di Industri Komunikasi
Ekbis

XP+ Relaunch Brand, Perkuat Strategi di Industri Komunikasi

22 April 2026
Harga LPG Nonsubsidi Naik per 18 April 2026, Ini Rinciannya
Ekbis

Harga LPG Nonsubsidi Naik per 18 April 2026, Ini Rinciannya

22 April 2026
Next Post
BI: Transaksi QRIS Capai Rp31,65 Triliun

BI: Transaksi QRIS Capai Rp31,65 Triliun

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini