Metapos.id, Jakarta – Jumlah kapal perang Amerika Serikat (AS) di Timur Tengah dilaporkan meningkat menjadi lebih dari 24 unit seiring kedatangan gugus tempur kapal induk tambahan. Penambahan armada tersebut berlangsung di tengah konflik yang belum terselesaikan antara Washington dan Teheran.
Menurut laporan surat kabar Wall Street Journal, AS saat ini menempatkan dua gugus tempur kapal induk di kawasan Timur Tengah. Sementara itu, satu gugus tempur lainnya sedang dalam perjalanan dari kawasan Pasifik.
Belum diketahui apakah ketiga gugus tempur kapal induk tersebut akan tetap berada di Timur Tengah setelah seluruhnya tiba.
Saat ini, AS memiliki sekitar 20 kapal di kawasan tersebut. Kedatangan gugus tempur tambahan dan satu unit Korps Marinir diperkirakan meningkatkan jumlah kapal menjadi lebih dari 24 unit, dengan catatan tidak ada kapal lain yang meninggalkan kawasan untuk menjalani rotasi rutin.
Penambahan armada ini diperkirakan memperluas kemampuan Angkatan Laut AS dalam menjalankan operasi sepanjang waktu di Timur Tengah.
Konflik AS-Iran Belum Terselesaikan
Peningkatan kehadiran militer AS berlangsung di tengah konflik dengan Iran yang belum menemukan penyelesaian permanen.
Pada 28 Februari 2026, AS dan Israel dilaporkan mulai menyerang sejumlah target di Iran, termasuk ibu kota Teheran. Iran kemudian membalas dengan serangan yang menimbulkan korban jiwa.
Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan konflik. Namun, ketegangan kembali meningkat setelah kedua pihak kembali saling menyerang tidak lama kemudian.
Hingga Jumat (23/10/2026), konflik antara AS dan Iran masih belum terselesaikan. Washington bahkan mengancam akan kembali melancarkan serangan terhadap Iran.
Dalam situasi tersebut, penambahan kapal perang AS berpotensi memperkuat kemampuan militernya di kawasan. Namun, belum ada kepastian mengenai berapa lama seluruh gugus tempur kapal induk itu akan ditempatkan di Timur Tengah.







