• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sunday, March 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Internasional

AS Kembali Sita Kapal di Perairan Venezuela, Tekanan Era Trump Terhadap Caracas Meningkat

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
21 December 2025
in Internasional
AS Kembali Sita Kapal di Perairan Venezuela, Tekanan Era Trump Terhadap Caracas Meningkat
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Amerika Serikat kembali menyita sebuah kapal tanker di lepas pantai Venezuela pada Sabtu waktu setempat. Aksi ini, menurut pejabat AS yang mengetahui langsung operasi tersebut, menjadi sinyal lanjutan meningkatnya tekanan pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Caracas.

 

Penyitaan ini merupakan insiden kedua yang tercatat sepanjang bulan ini. Sebelumnya, pada 10 Desember, AS menyita kapal tanker besar bernama Skipper yang masuk dalam daftar sanksi karena dikaitkan dengan Iran. Langkah-langkah ini menyusul kebijakan Trump yang mengumumkan “blokade” terhadap kapal-kapal tanker minyak yang keluar dan masuk wilayah Venezuela.

 

Berbeda dengan kasus sebelumnya, kapal yang disita kali ini tidak termasuk dalam daftar sanksi Amerika Serikat. Pejabat AS menyebut proses penyitaan berlangsung tanpa perlawanan dari awak kapal. Tanker berbendera Panama tersebut diketahui mengangkut minyak asal Venezuela dan diduga tengah menuju pasar Asia.

 

Operasi dilakukan di perairan internasional dan dipimpin oleh Penjaga Pantai Amerika Serikat (US Coast Guard) dengan dukungan militer AS. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS, Kristi Noem, yang membawahi US Coast Guard, turut membagikan video operasi tersebut melalui media sosial. Rekaman berdurasi sekitar tujuh menit itu memperlihatkan helikopter melayang rendah di atas kapal tanker saat proses penindakan berlangsung.

 

Dalam unggahannya, Noem menyebut penyitaan dilakukan dalam “operasi sebelum fajar” dengan dukungan Departemen Pertahanan. Ia juga menegaskan bahwa kapal tersebut terakhir kali berlabuh di Venezuela. “Amerika Serikat akan terus memburu pergerakan ilegal minyak yang terkena sanksi dan digunakan untuk mendanai narkoterorisme di kawasan,” tulisnya.

 

Dari pihak Venezuela, respons keras langsung disampaikan. Menteri Luar Negeri Venezuela, Yvan Gil, mengungkapkan bahwa Iran menyatakan kesiapan bekerja sama untuk menghadapi apa yang ia sebut sebagai “aksi pembajakan” dan “terorisme internasional” oleh Amerika Serikat. Melalui kanal Telegram, Gil mengatakan dirinya telah berbicara via telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, guna membahas hubungan bilateral dan perkembangan terbaru di kawasan Karibia, termasuk penyitaan kapal yang mengangkut minyak Venezuela.

 

Menurut Gil, Teheran menyatakan solidaritas penuh kepada Venezuela dan menawarkan kerja sama di berbagai bidang untuk menghadapi tindakan AS yang dinilai melanggar hukum internasional.

 

Penyitaan kapal terbaru ini, ditambah pernyataan Trump terkait kemungkinan operasi darat di wilayah Venezuela, semakin memperbesar tekanan terhadap pemerintahan Presiden Nicolás Maduro. Tekanan tersebut secara langsung menargetkan sektor minyak, yang menjadi tulang punggung ekonomi Venezuela dan sebelumnya telah terpukul oleh sanksi baru pada awal tahun.

 

Dalam beberapa bulan terakhir, AS juga meningkatkan kehadiran militernya di kawasan Karibia dengan mengerahkan ribuan personel serta satu gugus kapal induk. Washington mengklaim langkah tersebut ditujukan untuk memerangi perdagangan narkoba dan migrasi ilegal, namun banyak pihak menilai kebijakan ini merupakan bagian dari strategi lebih luas untuk melemahkan Maduro.

 

Militer AS dilaporkan telah menewaskan 104 orang dan menghancurkan 29 kapal yang diduga terlibat dalam jaringan perdagangan narkoba. Pemerintahan Trump menyebut operasi tersebut sebagai upaya menjaga keamanan regional, meski tujuan penggulingan Maduro kerap disebut sebagai agenda utama Gedung Putih.

 

Trump juga secara terbuka menyoroti potensi minyak Venezuela, yang menurutnya seharusnya dapat diakses Amerika Serikat jika terjadi perubahan pemerintahan. Industri migas Venezuela saat ini dikuasai perusahaan negara Petróleos de Venezuela (PDVSA). Chevron menjadi satu-satunya perusahaan AS yang masih beroperasi di negara tersebut melalui pengecualian sanksi, dengan skema pembayaran sebagian hasil produksi kepada PDVSA.

 

Meski memiliki cadangan minyak terbesar di dunia, produksi Venezuela masih jauh dari kapasitas maksimal akibat tekanan sanksi internasional. Sebagian besar ekspor minyak negara itu kini dialihkan ke China.

 

Pemerintah Venezuela mengecam keras kebijakan blokade AS dan menyebutnya sebagai tindakan “sembrono dan berbahaya.” Wakil Presiden Venezuela, Delcy Rodríguez, menegaskan bahwa negaranya menolak penyitaan dan pembajakan kapal-kapal swasta yang mengangkut minyak Venezuela. Ia menyatakan Caracas siap membawa isu tersebut ke Dewan Keamanan PBB, berbagai organisasi multilateral, serta forum internasional lainnya.

Free Download WordPress Themes
Download Premium WordPress Themes Free
Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
online free course
download redmi firmware
Premium WordPress Themes Download
online free course
Tags: ASDonald TrumpMetapos.idPerairan VenezuelaSita Kapal
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Liverpool FC kembali gagal meraih hasil positif di Premier League setelah sebelumnya menunjukkan performa meyakinkan di UEFA...

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

by Rahmat Herlambang
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Tugu Insurance kembali menunjukkan kepeduliannya melalui berbagai program sosial yang...

Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

Perang Timur Tengah Picu Kepanikan Energi, Negara-negara Ramai-ramai Hemat

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Konflik yang memanas di kawasan Timur Tengah antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel mulai berdampak besar terhadap...

Harga Emas Anjlok Drastis di Momen Lebaran, Ada Apa Sebenarnya?

Harga Emas Anjlok Drastis di Momen Lebaran, Ada Apa Sebenarnya?

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Harga emas yang sebelumnya terus menunjukkan kenaikan kini justru berbalik arah dan turun cukup tajam menjelang Idulfitri....

Next Post
AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan

AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan

Recommended.

BTN dan GBS Bahas Pembiayaan Perumahan di Indonesia

BTN dan GBS Bahas Pembiayaan Perumahan di Indonesia

9 March 2023
Ini Jurus Sri Mulyani Bawa Ekonomi RI Terhindar Resesi Global 2023

Menkeu Sri Mulyani Segera Rilis Aturan Pungutan Ekspor Tembaga

6 June 2024

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini