Metapos.id, Jakarta – Pemerintah mulai mengkaji sejumlah langkah penghematan anggaran menyusul meningkatnya ketegangan di kawasan Timur Tengah. Konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran dikhawatirkan memberi dampak pada lonjakan harga energi dunia, termasuk minyak.
Untuk mengantisipasi kemungkinan tersebut, pemerintah mempertimbangkan beberapa skema efisiensi, salah satunya dengan menerapkan sistem kerja work from home (WFH) bagi aparatur sipil negara (ASN).
Langkah ini dinilai dapat membantu menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang selama ini banyak digunakan untuk aktivitas perjalanan pegawai menuju kantor.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, menjelaskan bahwa gagasan WFH bagi ASN muncul sebagai upaya untuk mengurangi penggunaan energi, khususnya BBM, jika harga energi global terus meningkat akibat situasi konflik yang belum mereda.
Ia menilai kemacetan di kota besar seperti Jakarta juga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan pemborosan bahan bakar.
Menurutnya, pembatasan aktivitas kerja di kantor dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan BBM sekaligus membantu mengurai kepadatan lalu lintas di perkotaan. Meski demikian, Muhaimin menegaskan bahwa wacana tersebut masih berupa usulan dan belum diputuskan sebagai kebijakan resmi pemerintah.
Saat ini, usulan tersebut sedang dikaji oleh kementerian terkait, termasuk Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yang memiliki kewenangan dalam pengaturan sistem kerja ASN.
Pemerintah akan menelaah berbagai pertimbangan, mulai dari efektivitas kinerja hingga dampaknya terhadap pelayanan publik sebelum menetapkan kebijakan.
Selain wacana penerapan WFH, pemerintah juga mengimbau instansi pemerintahan untuk mulai melakukan penghematan energi di lingkungan kantor. Salah satu langkah yang disarankan adalah membatasi penggunaan listrik yang tidak diperlukan, termasuk penggunaan pendingin ruangan secara berlebihan, sebagai bagian dari upaya efisiensi energi nasional.














