• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Sunday, March 22, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
21 December 2025
in Ekbis
AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen kini telah menjadi praktik umum, bukan lagi sekadar eksperimen. Namun, alih-alih mempercepat dan mempermudah perekrutan, teknologi ini justru memunculkan persoalan baru yang membuat perusahaan dan pencari kerja sama-sama frustrasi.

 

Di tengah melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat, penggunaan wawancara berbasis AI serta surat lamaran yang dihasilkan secara otomatis telah mengubah cara orang melamar pekerjaan secara drastis—dan tidak selalu membawa dampak positif.

 

Survei Society for Human Resource Management menunjukkan lebih dari separuh organisasi menggunakan AI dalam proses rekrutmen pada 2025. Di sisi lain, sekitar sepertiga pengguna ChatGPT dilaporkan memanfaatkan chatbot buatan OpenAI itu untuk membantu menyusun lamaran kerja.

 

Ironisnya, sejumlah riset terbaru menemukan bahwa penggunaan AI oleh pelamar justru menurunkan peluang mereka untuk diterima. Sementara itu, perusahaan harus menghadapi lonjakan jumlah lamaran yang masuk.

“Kemampuan perusahaan untuk benar-benar memilih kandidat terbaik bisa saja justru menurun karena AI,” kata Anaïs Galdin, peneliti Dartmouth yang turut meneliti dampak large language model (LLM) terhadap surat lamaran.

 

Bersama Jesse Silbert dari Princeton, Galdin menganalisis puluhan ribu surat lamaran di platform Freelancer.com. Mereka menemukan bahwa sejak kemunculan ChatGPT pada 2022, surat lamaran menjadi lebih panjang dan lebih rapi dari sisi bahasa. Namun, perusahaan justru semakin mengabaikan surat tersebut sebagai alat seleksi utama.

 

Akibatnya, proses penyaringan kandidat menjadi kurang efektif, tingkat perekrutan menurun, dan rata-rata gaji awal ikut tertekan. “Tanpa perbaikan dalam aliran informasi antara pekerja dan perusahaan, hasil akhirnya memang seperti ini,” ujar Silbert.

 

Lonjakan jumlah pelamar mendorong banyak perusahaan mengotomatisasi tahap wawancara. Survei Greenhouse pada Oktober lalu mencatat 54% pencari kerja di AS mengaku pernah menjalani wawancara yang dipimpin AI.

 

Wawancara virtual memang meningkat sejak pandemi 2020. Kini, AI sering digunakan untuk mengajukan pertanyaan dan menilai jawaban kandidat. Namun, bias dinilai belum sepenuhnya hilang.

 

“Algoritma bisa meniru, bahkan memperbesar, bias manusia,” kata Djurre Holtrop, peneliti yang mengkaji wawancara video asinkron dan penggunaan AI dalam rekrutmen.

 

CEO Greenhouse, Daniel Chait, menyebut penggunaan AI oleh kedua belah pihak—pelamar yang mengirim ratusan lamaran otomatis dan perusahaan yang membalas dengan sistem otomatis—sebagai “lingkaran kehancuran”.

 

“Kedua sisi akhirnya berkata, ‘Ini tidak masuk akal, ini tidak bekerja, semuanya justru memburuk,’” ujarnya.

 

Penolakan Mulai Menguat

Meski pasar teknologi rekrutmen diperkirakan mencapai US$3,1 miliar tahun ini, resistensi terhadap AI dalam perekrutan mulai meningkat. Legislator negara bagian, serikat pekerja, hingga individu menyuarakan kekhawatiran soal potensi diskriminasi.

 

Presiden AFL-CIO, Liz Shuler, menyebut penggunaan AI dalam perekrutan sebagai “tidak dapat diterima”. Menurutnya, sistem AI berisiko menyingkirkan kandidat yang sebenarnya memenuhi syarat hanya berdasarkan faktor sewenang-wenang seperti nama, kode pos, atau ekspresi wajah.

 

Beberapa negara bagian seperti California, Colorado, dan Illinois tengah merancang regulasi untuk mengatur penggunaan AI dalam rekrutmen. Namun, perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang baru-baru ini dikeluarkan berpotensi melemahkan aturan tingkat negara bagian dan menciptakan ketidakpastian hukum.

 

Meski demikian, hukum anti-diskriminasi tetap berlaku, termasuk terhadap perusahaan yang menggunakan AI. Gugatan hukum pun mulai bermunculan, salah satunya dari seorang perempuan tunarungu yang menggugat perusahaan perekrutan berbasis AI HireVue karena sistem wawancara otomatis yang dinilai tidak ramah disabilitas.

 

HireVue membantah tuduhan tersebut dan menyatakan teknologinya justru dirancang untuk mengurangi bias.

 

Hilangnya Sentuhan Manusia

Meski AI disebut dapat membuka peluang bagi kandidat yang sebelumnya terlewatkan, banyak pencari kerja merasa kehilangan unsur manusia dalam proses rekrutmen.

 

Jared Looper, manajer proyek IT asal Utah, menceritakan pengalamannya diwawancarai sistem berbasis AI. Ia menggambarkan proses tersebut terasa “dingin” dan mengaku sempat menutup panggilan saat pertama kali dihubungi.

 

Looper khawatir banyak orang belum siap menghadapi realitas baru perekrutan, di mana kemampuan “menyenangkan algoritma” menjadi keterampilan penting.

 

“Banyak orang hebat bisa saja tertinggal,” katanya.

Download Premium WordPress Themes Free
Download WordPress Themes
Download Best WordPress Themes Free Download
Download Premium WordPress Themes Free
download udemy paid course for free
download lava firmware
Free Download WordPress Themes
free download udemy paid course
Tags: AIkecerdasan buatanMetapos.id
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Malaysia Cabut Perjanjian dengan AS, Sektor Ekspor Waswas

Malaysia Cabut Perjanjian dengan AS, Sektor Ekspor Waswas

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Perjanjian Perdagangan Timbal Balik (ART) antara Malaysia dan Amerika Serikat kini resmi dihentikan dan tidak lagi berlaku....

Naik Whoosh Lebaran Ini? Siap-Siap Dapat Bonus Diskon dan Akses Gratis!

Naik Whoosh Lebaran Ini? Siap-Siap Dapat Bonus Diskon dan Akses Gratis!

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menghadirkan program Whoosh Value+ untuk memberikan keuntungan lebih bagi para pengguna...

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

Baru Pesta di Eropa, Liverpool Langsung Tersungkur di Liga Inggris

by Taufik Hidayat
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Liverpool FC kembali gagal meraih hasil positif di Premier League setelah sebelumnya menunjukkan performa meyakinkan di UEFA...

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

Berbagi di Bulan Ramadan, Tugu Insurance Salurkan Ribuan Bantuan Sosial

by Rahmat Herlambang
22 March 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Tugu Insurance kembali menunjukkan kepeduliannya melalui berbagai program sosial yang...

Next Post
AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan

Korea Selatan Siap Bangun Kapal Selam Nuklir untuk Tambah Kekuatan AS di Pasifik

Recommended.

Tingkatkan Aksesibilitas Layanan Internasional, BNI Relokasi KLN Singapura ke Lokasi Strategis di Raffles Place

Tingkatkan Aksesibilitas Layanan Internasional, BNI Relokasi KLN Singapura ke Lokasi Strategis di Raffles Place

3 October 2024
PDIP Sebut UU Tidak Melarang Keluarga Presiden dan Wapres Maju Pilpres

PDIP Sebut UU Tidak Melarang Keluarga Presiden dan Wapres Maju Pilpres

27 February 2026

Trending.

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

Ikut NU Saat Puasa, Ikut Muhammadiyah Saat Lebaran—Boleh atau Tidak?

20 March 2026
Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

Isu Khamenei Masih Hidup Ramai di Medsos, Ini Penjelasan Faktanya

6 March 2026
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini