• Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
Thursday, February 5, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri
No Result
View All Result
Metapos
No Result
View All Result
Home Ekbis

AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan

Desti Dwi Natasya by Desti Dwi Natasya
21 December 2025
in Ekbis
AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan
Share on FacebookShare on Twitter

Metapos.id, Jakarta – Pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam proses rekrutmen kini telah menjadi praktik umum, bukan lagi sekadar eksperimen. Namun, alih-alih mempercepat dan mempermudah perekrutan, teknologi ini justru memunculkan persoalan baru yang membuat perusahaan dan pencari kerja sama-sama frustrasi.

 

Di tengah melemahnya pasar tenaga kerja Amerika Serikat, penggunaan wawancara berbasis AI serta surat lamaran yang dihasilkan secara otomatis telah mengubah cara orang melamar pekerjaan secara drastis—dan tidak selalu membawa dampak positif.

 

Survei Society for Human Resource Management menunjukkan lebih dari separuh organisasi menggunakan AI dalam proses rekrutmen pada 2025. Di sisi lain, sekitar sepertiga pengguna ChatGPT dilaporkan memanfaatkan chatbot buatan OpenAI itu untuk membantu menyusun lamaran kerja.

 

Ironisnya, sejumlah riset terbaru menemukan bahwa penggunaan AI oleh pelamar justru menurunkan peluang mereka untuk diterima. Sementara itu, perusahaan harus menghadapi lonjakan jumlah lamaran yang masuk.

“Kemampuan perusahaan untuk benar-benar memilih kandidat terbaik bisa saja justru menurun karena AI,” kata Anaïs Galdin, peneliti Dartmouth yang turut meneliti dampak large language model (LLM) terhadap surat lamaran.

 

Bersama Jesse Silbert dari Princeton, Galdin menganalisis puluhan ribu surat lamaran di platform Freelancer.com. Mereka menemukan bahwa sejak kemunculan ChatGPT pada 2022, surat lamaran menjadi lebih panjang dan lebih rapi dari sisi bahasa. Namun, perusahaan justru semakin mengabaikan surat tersebut sebagai alat seleksi utama.

 

Akibatnya, proses penyaringan kandidat menjadi kurang efektif, tingkat perekrutan menurun, dan rata-rata gaji awal ikut tertekan. “Tanpa perbaikan dalam aliran informasi antara pekerja dan perusahaan, hasil akhirnya memang seperti ini,” ujar Silbert.

 

Lonjakan jumlah pelamar mendorong banyak perusahaan mengotomatisasi tahap wawancara. Survei Greenhouse pada Oktober lalu mencatat 54% pencari kerja di AS mengaku pernah menjalani wawancara yang dipimpin AI.

 

Wawancara virtual memang meningkat sejak pandemi 2020. Kini, AI sering digunakan untuk mengajukan pertanyaan dan menilai jawaban kandidat. Namun, bias dinilai belum sepenuhnya hilang.

 

“Algoritma bisa meniru, bahkan memperbesar, bias manusia,” kata Djurre Holtrop, peneliti yang mengkaji wawancara video asinkron dan penggunaan AI dalam rekrutmen.

 

CEO Greenhouse, Daniel Chait, menyebut penggunaan AI oleh kedua belah pihak—pelamar yang mengirim ratusan lamaran otomatis dan perusahaan yang membalas dengan sistem otomatis—sebagai “lingkaran kehancuran”.

 

“Kedua sisi akhirnya berkata, ‘Ini tidak masuk akal, ini tidak bekerja, semuanya justru memburuk,’” ujarnya.

 

Penolakan Mulai Menguat

Meski pasar teknologi rekrutmen diperkirakan mencapai US$3,1 miliar tahun ini, resistensi terhadap AI dalam perekrutan mulai meningkat. Legislator negara bagian, serikat pekerja, hingga individu menyuarakan kekhawatiran soal potensi diskriminasi.

 

Presiden AFL-CIO, Liz Shuler, menyebut penggunaan AI dalam perekrutan sebagai “tidak dapat diterima”. Menurutnya, sistem AI berisiko menyingkirkan kandidat yang sebenarnya memenuhi syarat hanya berdasarkan faktor sewenang-wenang seperti nama, kode pos, atau ekspresi wajah.

 

Beberapa negara bagian seperti California, Colorado, dan Illinois tengah merancang regulasi untuk mengatur penggunaan AI dalam rekrutmen. Namun, perintah eksekutif Presiden Donald Trump yang baru-baru ini dikeluarkan berpotensi melemahkan aturan tingkat negara bagian dan menciptakan ketidakpastian hukum.

 

Meski demikian, hukum anti-diskriminasi tetap berlaku, termasuk terhadap perusahaan yang menggunakan AI. Gugatan hukum pun mulai bermunculan, salah satunya dari seorang perempuan tunarungu yang menggugat perusahaan perekrutan berbasis AI HireVue karena sistem wawancara otomatis yang dinilai tidak ramah disabilitas.

 

HireVue membantah tuduhan tersebut dan menyatakan teknologinya justru dirancang untuk mengurangi bias.

 

Hilangnya Sentuhan Manusia

Meski AI disebut dapat membuka peluang bagi kandidat yang sebelumnya terlewatkan, banyak pencari kerja merasa kehilangan unsur manusia dalam proses rekrutmen.

 

Jared Looper, manajer proyek IT asal Utah, menceritakan pengalamannya diwawancarai sistem berbasis AI. Ia menggambarkan proses tersebut terasa “dingin” dan mengaku sempat menutup panggilan saat pertama kali dihubungi.

 

Looper khawatir banyak orang belum siap menghadapi realitas baru perekrutan, di mana kemampuan “menyenangkan algoritma” menjadi keterampilan penting.

 

“Banyak orang hebat bisa saja tertinggal,” katanya.

Download WordPress Themes Free
Download WordPress Themes Free
Premium WordPress Themes Download
Free Download WordPress Themes
free online course
download xiomi firmware
Download Best WordPress Themes Free Download
udemy paid course free download
Tags: AIkecerdasan buatanMetapos.id
Desti Dwi Natasya

Desti Dwi Natasya

Related Posts

Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Berbuka yang Melekat di Bulan Ramadan

Ngabuburit, Tradisi Menunggu Waktu Berbuka yang Melekat di Bulan Ramadan

by Taufik Hidayat
5 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Ngabuburit telah menjadi tradisi yang lekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia saat bulan Ramadan. Istilah ini merujuk pada...

Pergerakan Tanah di Tegal Masih Berlanjut, Ini Penjelasan BRIN

Pergerakan Tanah di Tegal Masih Berlanjut, Ini Penjelasan BRIN

by Taufik Hidayat
5 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengungkapkan bahwa pergerakan tanah yang terjadi di Kabupaten Tegal masih berpotensi...

Transjakarta Blok M–Soetta Segera Beroperasi, Pramono Pastikan Tarif Terjangkau

Kunjungan Turis Indonesia ke Korea Selatan Pecah Rekor di 2025, Masuk 4 Besar ASEAN

by Desti Dwi Natasya
5 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Jumlah wisatawan asal Indonesia yang berlibur ke Korea Selatan mencatatkan rekor tertinggi sepanjang sejarah pada 2025. Data...

Golkar Nilai Dukungan Prabowo-Gibran di 2029 Ditentukan Kinerja Pemerintahan

Golkar Nilai Dukungan Prabowo-Gibran di 2029 Ditentukan Kinerja Pemerintahan

by Taufik Hidayat
5 February 2026
0

Metapos.id, Jakarta – Partai Golkar menyebut peluang Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk melanjutkan kepemimpinan pada...

Next Post
AI Masuk Proses Rekrutmen, Bukannya Efisien Justru Bikin Perusahaan dan Pelamar Sama-Sama Kewalahan

Korea Selatan Siap Bangun Kapal Selam Nuklir untuk Tambah Kekuatan AS di Pasifik

Recommended.

Kolaborasi BTN dan Relawan Bakti BUMN Untuk NTT

Kolaborasi BTN dan Relawan Bakti BUMN Untuk NTT

9 March 2023
Resesi Jepang Berpotensi Dongkrak Investasi ke RI

Resesi Jepang Berpotensi Dongkrak Investasi ke RI

20 February 2024

Trending.

Nisfu Syaban 1447 H Dimulai Senin Malam, 2 Februari 2026, Ini Jadwal Ibadah yang Dianjurkan

Puasa Nisfu Syaban 1447 H Jatuh Selasa 3 Februari 2026, Berikut Waktu Pelaksanaan dan Niatnya

2 February 2026
Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

Heboh Isu Nia Ramadhani Gugat Cerai Ardi Bakrie

3 February 2026
Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

Bintang Porno Lana Rhoades Minta 400 Video Dihapus Demi Lindungi Anak

13 November 2025
Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

Dua Kali Janji Tunjukkan Ijazah di Pengadilan, Jokowi Malah Tak Hadiri Sidang CLS di PN Solo

25 October 2025
Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

Seorang Ibu Histeris : Saldo Nasabah BRI Hilang Ratusan Juta di Unit Laubaleng, Korban Curiga Ada Dugaan Orang Dalam

12 November 2025
Metapos Media

© 2025 Media Informasi Terkini

Navigasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

Ikuti Kami

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Galeri

© 2025 Media Informasi Terkini