Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Menkop Teten: Produk Impor Ilegal Picu Sepinya Pasar Tanah Abang

Afizahri by Afizahri
19 September 2023
in Ekbis
Menkop Teten: Produk Impor Ilegal Picu Sepinya Pasar Tanah Abang

Jakarta,Metapos.id – Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) Teten Masduki menduga bahwa masuknya produk impor ilegal ke dalam negeri menjadi salah satu pemicu sepinya penjualan pedagang di Pasar Tanah Abang.

Hal tersebut diungkapkan Teten saat melakukan sidak ke Pasar Tanah Abang, Jakarta, pada Selasa siang, 19 September.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

“Mungkin yang perlu kami atur itu adalah mengenai arus barang masuk, apakah produk-produk barang konsumsi (consumer goods) yang masuk ke Indonesia ini ilegal atau kami terlalu rendah menerapkan tarif bea masuk,” kata dia.

“Kami terlalu longgar untuk misalnya tidak ada pembatasan produk-produk apa saja yang boleh masuk,” tambah Teten.

Teten menilai, para pedagang di Pasar Tanah Abang sudah mulai melakukan transformasi digital dengan beralih juga ke penjualan secara daring (online). Namun, tetap tidak bisa mendongkrak penjualan.

“Mereka juga sudah mencoba menjual di online, tetapi saya berkesimpulan produk yang dijual oleh mereka tidak bisa bersaing karena ada produk-produk impor yang dijual harganya sangat murah sekali,” ujarnya.

Ke depan, lanjut Teten, pihaknya akan lebih masif lagi terkait aturan keluar masuk barang impor, sehingga tidak memukul produksi di dalam negeri.

“Saya akan lihat apa perlu kami atur platform-platform digital, baik domestik maupun luar yang bagian global apakah barang di sana disertai dokumen barang-barang mereka legal atau tidak, supaya kami mencegah barang ilegal lewat penjualan yang masif,” tuturnya.

Pada kesempatan sama, salah satu pedagang pakaian wanita, Anton mengatakan, banyak produk yang dijual secara online dengan harga murah. Sehingga, produk jualannya tidak mampu bersaing dengan harga tersebut.

“Di online itu harganya lebih murah dari pada di toko, bahannya sama. Ada juga bahannya sama, kualitasnya beda. Pengaruhnya jauh buat pedagang di sini. Itu yang kami bingungkan, kenapa harganya bisa jatuh. Kami misalnya jual Rp100 ribu, di online bisa Rp49 ribu atau Rp39 ribu,” jelasnya.

Anton pun tak mengetahui apa alasan dibalik penjualan produk-produk di online lebih murah dibandingkan secara offline.

“Kami minta solusi (atas hal tersebut) ke pak menteri,” tambahan.

Sementara itu, pedagang pakaian gamis bernama Anggi mengeluhkan omzet penjualannya yang sudah menurun hingga 90 persen belakangan ini.

Dia menilai, penjualan yang dilakukan secara daring seperti di TikTok atau platform lainnya telah mematikan para pedagang di Pasar Tanah Abang secara perlahan.

“(Penjualan di online) berpengaruh pesat ke pedagang di Tanah Abang, ya. Masalahnya kami, kan, dagangnya fisik atau datang langsung bertatap muka. Kalau TikTok itu enggak perlu ke Tanah Abang, langsung belanja,” ungkapnya.

“Para pedagang itu keluhkan omzet berkurang 80-90 persen. Biasanya penjualan saya Rp40-50 juta, sekarang Rp1 juta saja sulit. Jadi, pedagang di sini (merasa kesulitan). Kami ini sudah banting harga, masih tetap enggak laris,” pungkasnya.

Tags: Barang imporMenkop tetenMetapos.idPasar tanah Abang
Previous Post

Banggar Setuju Target Penerimaan Pajak Naik Menjadi Rp1.988,8 Triliun

Next Post

Pembiayaan Terus Tumbuh, Laba BSI Melesat 32,41%

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Pembiayaan Terus Tumbuh, Laba BSI Melesat 32,41%

Pembiayaan Terus Tumbuh, Laba BSI Melesat 32,41%

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini