Sunday, November 1, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kata Ekonom, Jokowi Bakal Wariskan Utang Segunung di 2024

metaposmedia by metaposmedia
5 January 2023
in Ekbis
Utang Pemerintah Capai Rp7.554,2 Triliun Jelang Tutup Tahun

JAKARTA,Metapos.id – Ekonom sinior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Didik Rachbini menyoroti utang pemerintah yang terus membengkak di kepemimpinan Presiden Joko Widodo( Jokowi).

Kata Didik, posisi dan rasio utang pemerintah saat ini sangat mengkhawatirkan.

BACA JUGA

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

Pada November 2022, Kementerian Keuangan melaporkan posisi utang pemerintah mencapai Rp7.554,2 triliun dengan rasio utang mencapai 38,6 persen dari PDB.

Jika dibandingkan dengan pada posisi utang 2014, di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berakhir, posisi utang pemerintah sebesar Rp2.608,78 triliun.

“2014 posisi utang itu Rp2.600-an (triliun), ini SBY diserang habis-habisan dalam kampanye hingga di hari-hari biasa. Sampai November 2022 utangnya itu Rp7.500-an (triliun),” katanya dalam catatan awal tahun Indef 2023, Kamis, 5 Januari.

Kata Didik, jumlah utang tersebut belum termasuk utang perusahaan pelat merah.

Jika ditotal bersama utang BUMN, maka jumlahnya akan sangat fantastis.

Menurut Didik, Presiden Jokowi akan mewariskan jumlah utang yang tidak sedikit untuk pemimpin Indonesia selanjutnya.

“Ditambah BUMN Rp2.000-Rp3.000 (triliun), itu belasan triliun utang yang diwariskan pada pemimpin akan datang,” katanya.

Menurut Didik, dirinya sudah sering berbicara mengenai porsi utang pemerintahan Presiden Jokowi. Namun sayangnya, kritik pedas tersebut tak diindahkan.

Padahal, kata Didik, lonjakan utang tersebut akan berimplikasi pada pengelolaan keuangan negara.

“Saya banyak berteriak soal ini, tapi tidak terlalu diperhatikan. Implikasinya kepada APBN ke depan yang akan habis untuk membayar utang,” jelasnya.

Didik menambahkan, melonjaknya utang pada masa pemerintahan Jokowi terjadi karena pada masa COVID-19.

Pemerintah secara otoriter mengeluarkan Perppu yang melebarkan defisit anggaran.

“Awal COVID-19 itu sumber justifikasi krisis otoriter dilakukan dan DPR enggak bisa apa-apa dengan Perppu,” ucapnya.

Lebih lanjut, Didik mengakui, ekonomi dan politik memang tidak bisa dipisahkan.

Namun, kata Didik, yang menjadi masalah adalah adanya memunduran pada dunia politik di Indonesia.

Ia menilai, terlalu banyak kongkalikong yang membuat fungsi check and balance di DPR menjadi sangat lemah.

“Ekonomi dan politik tidak bisa dipisahkan. Ada fakta berdasarkan defisit anggaran terjadi karena perencanaan anggaran kurang matang. Perkembangan utang meningkat akhirnya kondisi politik merusak demokrasi di Indonesia,” katanya.

Tags: JokowiMetapos.idUtang pemerintah
Previous Post

APBN 2023 Berpotensi Alami Shortfall Pajak

Next Post

Mau Lepas dari Middle Imcome Trap? Indonesia Perlu Kurangi Ongkos Politik

Related Posts

Media Gathering Pasar Modal 2026
Ekbis

BEI Percepat Reformasi Pasar Modal, Perkuat Transparansi demi Pertahankan Status Emerging Market

31 October 2026
BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas
Ekbis

BEI Luncurkan IDX Commodity 20 sebagai Acuan Investasi Saham Komoditas

30 October 2026
Cristiano Ronaldo Kini Koleksi 985 Gol Sepanjang Karier
Ekbis

Konser Andrea Bocelli Dinilai Bisa Dongkrak Pariwisata Indonesia

30 October 2026
CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi
Ekbis

CIO Danantara Punya Kepemilikan Saham di Supra Sekuritas yang Disanksi

29 October 2026
Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026
Ekbis

Produksi Petrokimia Gresik Tembus 6,59 Juta Ton hingga September 2026

29 October 2026
BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP
Ekbis

BUMA School Sertifikasi 170 Siswa SMK lewat BNSP

28 October 2026
Next Post
Mau Lepas dari Middle Imcome Trap? Indonesia Perlu Kurangi Ongkos Politik

Mau Lepas dari Middle Imcome Trap? Indonesia Perlu Kurangi Ongkos Politik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini