Metapos.id, Jakarta – Ramadhan merupakan bulan suci yang dinantikan umat Islam. Bagi para ulama salafus shalih, menyambut Ramadhan bukan sekadar menunggu datangnya hilal, melainkan mempersiapkan diri melalui doa dan amalan sejak berbulan-bulan sebelumnya.
Berdasarkan perkiraan kalender Hijriah, 1 Ramadhan 1448 H diperkirakan jatuh pada Senin, 8 Februari 2027. Terhitung sejak 6 November 2026, umat Islam memiliki sekitar 94 hari untuk mempersiapkan diri menyambut bulan suci tersebut.
Waktu ini dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki kebiasaan, dan menumbuhkan kesiapan spiritual sebelum Ramadhan tiba.
Berikut beberapa amalan yang dapat diteladani dari para ulama salaf dalam mempersiapkan diri menyambut bulan suci.
1. Mempersiapkan Hati dengan Doa
Para ulama salaf dikenal memiliki kerinduan mendalam terhadap Ramadhan. Mereka tidak menunggu bulan suci tiba untuk memohon kepada Allah SWT agar diberikan kesempatan beribadah di dalamnya.
Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah dalam kitab Latha’if Al-Ma’arif mengutip perkataan Mu’alla bin Al-Fadhl:
“Dahulu para salaf berdoa kepada Allah selama enam bulan agar mereka disampaikan ke bulan Ramadhan. Kemudian mereka berdoa selama enam bulan berikutnya agar amal-amal mereka (di bulan Ramadhan) diterima.”
Salah satu doa yang dinukil dalam pembahasan tersebut adalah:
اللَّهُمَّ سَلِّمْنِي إِلَى رَمَضَانَ ، وَسَلِّمْ لِي رَمَضَانَ ، وَتَسَلَّمْهُ مِنِّي مُتَقَبَّلاً
Allahumma sallimnii ilaa ramadhaana, wa sallim lii ramadhaana, wa tasallamhu minnii mutaqabbalaa.
Artinya: “Ya Allah, antarkanlah aku hingga sampai Ramadhan, dan antarkanlah Ramadhan kepadaku, dan terimalah amal-amalku di bulan Ramadhan.”
Doa tersebut mengingatkan umat Islam untuk memohon kesempatan bertemu Ramadhan sekaligus berharap agar ibadah yang dilakukan diterima oleh Allah SWT.
2. Membiasakan Puasa Sunnah
Persiapan Ramadhan juga dapat dilakukan dengan membiasakan puasa sunnah sebelum bulan suci tiba. Salah satu bulan yang memiliki keutamaan dalam memperbanyak puasa adalah Sya’ban.
Dari Aisyah radhiyallahu ’anha, beliau berkata:
“Aku tidak pernah melihat Rasulullah ﷺ menyempurnakan puasa satu bulan penuh kecuali pada bulan Ramadhan, dan aku tidak pernah melihat beliau berpuasa lebih banyak dari bulan Sya’ban.”
(HR. Bukhari no. 1969 dan Muslim no. 1156)
Hadis tersebut menunjukkan kebiasaan Rasulullah ﷺ memperbanyak puasa pada bulan Sya’ban. Umat Islam dapat mulai membiasakan puasa sunnah sesuai kemampuan, seperti puasa Senin-Kamis atau Ayyamul Bidh, agar lebih siap menjalani ibadah puasa Ramadhan.
3. Meningkatkan Interaksi dengan Al-Qur’an
Ramadhan dikenal sebagai bulan Al-Qur’an. Karena itu, membiasakan tilawah sejak sebelum bulan suci dapat membantu umat Islam meningkatkan kedekatan dengan kitabullah.
Salamah bin Kuhail berkata, “Bulan Sya’ban adalah bulannya para pembaca Al-Qur’an.”
Abu Bakr Al-Balkhi rahimahullah juga memberikan perumpamaan mengenai persiapan ibadah:
“Bulan Rajab adalah bulan menanam, bulan Sya’ban adalah bulan menyiram tanaman, dan bulan Ramadhan adalah bulan memanen hasil tanaman.”
Perumpamaan tersebut menggambarkan pentingnya membangun kebiasaan ibadah secara bertahap. Umat Islam dapat memulainya dengan membaca Al-Qur’an setiap hari, kemudian meningkatkan porsi tilawah menjelang Ramadhan.
4. Bertaubat dan Menyucikan Diri
Persiapan Ramadhan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan ibadah, tetapi juga memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.
Taubat nasuha menjadi salah satu langkah penting untuk menyambut bulan suci dengan hati yang lebih bersih. Umat Islam dapat memperbanyak istighfar, meninggalkan kebiasaan buruk, memaafkan sesama, serta menyelesaikan hak-hak orang lain.
Selain itu, bagi yang masih memiliki utang puasa dari Ramadhan sebelumnya, hendaknya segera menunaikan qadha sebelum memasuki Ramadhan berikutnya.
Persiapan ini membantu umat Islam menjalani bulan suci dengan lebih tenang dan fokus dalam beribadah.
Amalan yang Bisa Dimulai 94 Hari Sebelum Ramadhan
Dengan waktu sekitar 94 hari menuju Ramadhan 1448 H, umat Islam dapat mulai membangun kebiasaan ibadah secara bertahap.
Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:
- Membiasakan membaca doa menyambut Ramadhan setelah shalat.
- Menunaikan qadha puasa Ramadhan sebelumnya jika masih memiliki kewajiban.
- Meningkatkan porsi tilawah Al-Qur’an setiap hari.
- Membiasakan puasa sunnah sesuai kemampuan.
- Mempelajari kembali ilmu dan fikih puasa, termasuk rukun, sunnah, serta hal-hal yang membatalkannya.
Persiapan sejak dini diharapkan dapat membantu umat Islam menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih siap dan kebiasaan ibadah yang lebih terjaga.
Semoga Allah SWT memberikan kesehatan dan kesempatan kepada kita untuk bertemu Ramadhan 1448 H, serta menerima setiap amal ibadah yang dilakukan. Aamiin ya Rabbal ’Alamin.






