Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut Washington masih mempertimbangkan kemungkinan melancarkan serangan baru terhadap Iran. Salah satu target yang disebut Trump adalah situs nuklir bawah tanah yang dikenal sebagai Gunung Pickaxe.
Trump mengatakan AS tidak terburu-buru mengambil tindakan. Namun, ia mengklaim militer Amerika Serikat mampu melakukan operasi terhadap target tersebut dalam waktu singkat.
“Kita sudah melumpuhkan senjata nuklir mereka. Kita masih mengurus, saya kira, satu atau dua lokasi lagi. Kita bisa melakukannya dalam waktu 10 menit,” ujar Trump di kediamannya di Florida pada Sabtu (31/10) dikutip dari berbagai sumber, Minggu (01/11/2026).
Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu meyakini Iran berupaya membangun kembali kemampuan militer dan nuklir di situs bawah tanah tersebut. Namun, Teheran membantah tudingan itu.
Hingga kini, Trump belum mengambil keputusan final terkait kemungkinan serangan baru. Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan pemerintah belum memiliki pengumuman mengenai langkah tersebut.
Sebelumnya, AS dan Israel pernah menggempur sejumlah fasilitas nuklir Iran di Natanz hingga Isfahan. Washington dan Tel Aviv mengklaim serangan itu menyebabkan kerusakan signifikan, meski Iran menyebut dampaknya tidak separah yang diklaim kedua negara.
Di tengah meningkatnya ancaman serangan, Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan operasi baru.
Ia menegaskan setiap ancaman terhadap Iran akan mendapat respons segera dan berdampak luas. Khamenei juga meminta militer memperbarui daftar target yang mencakup berbagai aset milik Amerika Serikat.
Ketegangan antara Iran dengan AS dan Israel masih berlanjut setelah konflik yang terjadi sebelumnya memicu serangkaian serangan balasan di kawasan Timur Tengah.







