Metapos.id, Jakarta – Gorengan menjadi pilihan camilan favorit banyak orang karena rasanya gurih dan teksturnya renyah. Namun, kebiasaan mengonsumsi makanan yang digoreng terlalu sering dapat berkaitan dengan sejumlah masalah kulit, mulai dari jerawat hingga munculnya tanda-tanda penuaan.
Dokter kulit dari SKN Institute di Elmhurst, Illinois, Amerika Serikat, Paula Malhotra, menjelaskan bahwa kondisi kulit turut dipengaruhi oleh berbagai proses yang berlangsung di dalam tubuh. Pola makan menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kesehatan dan penampilan kulit.
“ Kulit kita adalah organ, sehingga merespons apa yang terjadi di seluruh tubuh,” jelas Malhotra, disadur dari Everyday Health.
1. Berpotensi Memperparah Jerawat
Proses menggoreng pada suhu tinggi dapat memicu terbentuknya senyawa yang berpotensi meningkatkan stres oksidatif dan peradangan. Kedua kondisi tersebut diketahui dapat berperan dalam perkembangan sejumlah masalah kulit, termasuk jerawat.
Sebuah penelitian yang melibatkan hampir 2.500 remaja dan orang dewasa menemukan bahwa konsumsi makanan berminyak dan gorengan lebih dari tiga kali dalam seminggu berkaitan dengan tingkat keparahan jerawat yang lebih tinggi dibandingkan pola makan yang kaya sayuran.
2. Berkaitan dengan Penuaan Kulit
Pengolahan makanan pada suhu tinggi dapat memicu reaksi Maillard yang menghasilkan advanced glycation end products (AGEs). Senyawa ini terbentuk melalui reaksi antara gula dengan protein atau lemak.
AGEs dapat berinteraksi dengan kolagen dan elastin, dua komponen penting yang menjaga kekencangan serta elastisitas kulit. Jika terakumulasi seiring waktu, senyawa tersebut dapat berkontribusi terhadap munculnya kerutan, kulit kendur, tampilan kusam, dan hiperpigmentasi.
3. Dapat Memperburuk Eksim dan Rosacea
Pola makan yang tinggi makanan olahan, gorengan, gula, karbohidrat rafinasi, dan lemak trans berpotensi meningkatkan peradangan dalam tubuh. Kondisi ini dapat memengaruhi penyakit kulit inflamasi kronis, seperti eksim atau dermatitis atopik dan rosacea.
“Pola makan yang memicu peradangan dapat menciptakan kondisi peradangan secara keseluruhan di dalam tubuh, yang kemudian dapat berdampak pada kulit,” papar Malhotra.
Pada orang yang memiliki kondisi tersebut, gejala dapat berupa kemerahan, rasa terbakar, hingga sensasi perih. Meski demikian, pemicu gejala dapat berbeda pada setiap individu.
4. Berpotensi Meningkatkan Produksi Minyak Kulit
Beberapa jenis gorengan, seperti kentang goreng dan donat, mengandung karbohidrat dengan indeks glikemik tinggi. Konsumsi makanan tersebut dapat meningkatkan kadar gula darah dan insulin secara cepat.
Peningkatan insulin dapat merangsang produksi hormon IGF-1 yang berperan dalam pertumbuhan sel. Mekanisme ini juga dapat meningkatkan aktivitas kelenjar sebasea, yaitu kelenjar yang menghasilkan minyak alami kulit, sehingga berpotensi memperburuk jejerawat.
Malhotra menegaskan bahwa minyak dari makanan tidak secara langsung berpindah ke permukaan wajah.
“Mengonsumsi makanan berminyak bukan berarti minyak yang dimakan langsung berpindah ke wajah dan membuat kulit menjadi berminyak,” tegasnya.
Cara Menjaga Kesehatan Kulit
Malhotra menyebut konsumsi gorengan tidak harus dihentikan sepenuhnya untuk menjaga kesehatan kulit. Hal yang lebih penting adalah memperhatikan pola makan secara keseluruhan, termasuk frekuensi dan jumlah makanan yang dikonsumsi.
“Bukan sekali makan atau satu jenis makanan bisa langsung merusak kulit anda. Kesehatan kulit lebih banyak dipengaruhi oleh pola makan secara keseluruhan dalam jangka panjang,” terangnya.
Selain menjaga pola makan seimbang dengan memperbanyak sayuran, buah, dan makanan kaya serat, penggunaan tabir surya secara rutin juga disarankan untuk membantu melindungi kulit dari stres oksidatif dan penuaan dini.







