Thursday, October 29, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Tetap Merasa Haus Meski Minum Air Putih, Ini 8 Penyebabnya

Taufik Hidayat by Taufik Hidayat
29 October 2026
in Lifestyle & Health
Tetap Merasa Haus Meski Minum Air Putih, Ini 8 Penyebabnya

### Judul

 

BACA JUGA

Mudah Lupa dan Sulit Fokus? Coba Latihan Otak 60 Detik

Kenali Cara Zat Berbahaya dalam Asap Rokok Memicu Kanker

Sudah Minum Ai

Metapos.id, Jakarta – Rasa haus yang tetap muncul meski sudah minum air putih bisa menjadi tanda tubuh belum mendapatkan cairan yang cukup. Kondisi ini dapat terjadi ketika cairan yang keluar dari tubuh lebih banyak dibandingkan jumlah yang masuk.

Dehidrasi tidak hanya berkaitan dengan kebiasaan kurang minum. Aktivitas fisik, kehilangan elektrolit, konsumsi minuman tertentu, hingga penggunaan obat-obatan juga dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.

Spesialis penyakit dalam Kayla Rapp menjelaskan terdapat delapan faktor yang dapat memengaruhi kadar cairan dalam tubuh. Penjelasan tersebut dikutip dari Cleveland Clini, dikutip Kamis (29/10/2026).

“Secara umum, ada delapan faktor yang dapat memengaruhi kadar cairan dalam tubuh,” jelasnya.

1. Asupan Air Putih Tidak Mencukupi

Kurangnya asupan cairan menjadi salah satu pemicu utama dehidrasi. Seseorang mungkin merasa sudah cukup minum, padahal kebutuhan cairannya belum terpenuhi.

Jumlah air yang dibutuhkan setiap orang berbeda, bergantung pada tingkat aktivitas, kondisi cuaca, produksi keringat, serta asupan makanan.

“Aturan umumnya adalah minum ketika merasa haus,” ujar Kayla.

Namun, kemampuan tubuh untuk merasakan haus dapat berkurang seiring bertambahnya usia. Karena itu, kelompok lanjut usia perlu lebih memperhatikan kebutuhan cairan hariannya.

2. Tubuh Kehilangan Elektrolit

Selain air, tubuh membutuhkan elektrolit seperti natrium dan kalium untuk mempertahankan keseimbangan cairan serta mendukung fungsi saraf dan otot.

Kehilangan banyak cairan akibat berkeringat atau diare dapat menyebabkan elektrolit ikut berkurang. Dalam kondisi tersebut, minum air putih saja belum tentu cukup untuk menggantikan seluruh zat yang hilang.

“Air mengandung hidrogen dan oksigen,” jelasnya. “Namun, air tidak mengandung elektrolit yang dibutuhkan tubuh.”

Sumber elektrolit dapat diperoleh dari makanan sehari-hari, seperti pisang, alpukat, susu, dan sayuran hijau.

3. Minum Air dalam Jumlah Besar Sekaligus

Memenuhi kebutuhan air putih tetap penting, tetapi mengonsumsi terlalu banyak air dalam waktu singkat bukan cara paling efektif untuk menjaga hidrasi.

Kelebihan air akan dikeluarkan melalui urine. Jika dikonsumsi secara berlebihan, terutama dalam kondisi tertentu, kadar natrium dalam darah juga dapat menurun hingga menimbulkan gangguan kesehatan.

Kayla menyarankan agar konsumsi cairan dibagi secara bertahap sepanjang hari, bukan diminum dalam jumlah besar sekaligus.

4. Produksi Keringat Berlebihan

Keringat membantu mengatur suhu tubuh ketika seseorang berolahraga atau beraktivitas di lingkungan panas. Namun, proses ini juga menyebabkan tubuh kehilangan air dan elektrolit.

Semakin banyak keringat yang keluar, semakin besar pula kebutuhan tubuh untuk mengganti cairan yang hilang. Oleh sebab itu, asupan cairan perlu disesuaikan dengan intensitas aktivitas dan kondisi lingkungan.

Pada aktivitas fisik yang berat atau berlangsung lama, penggantian elektrolit juga dapat diperlukan.

5. Konsumsi Kopi dan Minuman Tertentu secara Berlebihan

Kopi, minuman bersoda, minuman berenergi, dan alkohol memiliki efek yang berbeda terhadap keseimbangan cairan tubuh.

Sebagian minuman tersebut dapat meningkatkan produksi urine, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Apabila cairan yang dikeluarkan tidak tergantikan dengan baik, risiko dehidrasi dapat meningkat.

Karena itu, penting untuk memperhatikan jumlah minuman yang dikonsumsi serta memastikan kebutuhan cairan tetap terpenuhi.

6. Kehilangan Cairan saat Sakit

Sejumlah kondisi kesehatan, seperti muntah, diare, demam, dan keringat berlebihan, dapat mempercepat hilangnya cairan dari tubuh.

Ketika sedang sakit, minum sedikit demi sedikit secara berkala dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan. Sup ayam juga dapat menjadi salah satu pilihan karena mengandung air dan garam.

“Hal baik dari sup ayam adalah kandungan garamnya, yang membantu mempertahankan air di dalam tubuh,” ujarnya.

Pada kasus muntah berulang atau diare berat, larutan rehidrasi oral dapat membantu menggantikan air dan elektrolit yang hilang. Jika gejala berlanjut atau kondisi memburuk, pemeriksaan medis diperlukan.

7. Efek Samping Obat-obatan

Beberapa jenis obat dapat meningkatkan pengeluaran cairan melalui urine atau saluran pencernaan. Contohnya adalah obat diuretik, obat pencahar, antasida tertentu, serta beberapa obat untuk tekanan darah.

Orang yang mengalami gejala dehidrasi saat menggunakan obat-obatan perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mengevaluasi kemungkinan efek sampingnya.

Penggunaan obat tidak boleh dihentikan atau diubah dosisnya secara mandiri tanpa arahan tenaga medis.

8. Kondisi Kesehatan Tertentu

Dehidrasi yang berulang tanpa penyebab jelas juga dapat berkaitan dengan masalah kesehatan yang mendasarinya. Diabetes, penyakit radang usus, sindrom Sjögren, fibrosis kistik, gastroenteritis, sepsis, dan penyakit Addison termasuk kondisi yang dapat memengaruhi keseimbangan cairan tubuh.

“Dehidrasi perlu dibicarakan dengan tenaga kesehatan karena bisa menjadi tanda kondisi kesehatan yang lebih serius,” ujarnya.

Kayla menyarankan agar perubahan rasa haus, warna urine, maupun kebiasaan minum yang tidak biasa disampaikan kepada dokter.

Jika dehidrasi disertai gejala berat, seperti kebingungan, penurunan kesadaran, atau kelemahan ekstrem, segera cari pertolongan medis.

Tags: dehidrasielektrolitKebutuhan Cairankesehatan tubuhMetapos.idtips kesehatan
Previous Post

Transformasi Digital Diakui Dunia, BTN Sabet Empat Penghargaan Internasional di Singapura

Related Posts

Mudah Lupa dan Sulit Fokus? Coba Latihan Otak 60 Detik
Lifestyle & Health

Mudah Lupa dan Sulit Fokus? Coba Latihan Otak 60 Detik

28 October 2026
Kenali Cara Zat Berbahaya dalam Asap Rokok Memicu Kanker
Lifestyle & Health

Kenali Cara Zat Berbahaya dalam Asap Rokok Memicu Kanker

27 October 2026
Pakar Ungkap Cara Menghadapi Remaja yang Mulai Menjaga Jarak dari Orangtua
Lifestyle & Health

Pakar Ungkap Cara Menghadapi Remaja yang Mulai Menjaga Jarak dari Orangtua

26 October 2026
VITABON Flower Series Resmi Meluncur : Tiga Aroma Bunga Siap Dinikmati dalam Setiap Momen
Lifestyle & Health

VITABON Flower Series Resmi Meluncur : Tiga Aroma Bunga Siap Dinikmati dalam Setiap Momen

25 October 2026
Jantung Berdegup Kencang, Ini 6 Reaksi Tubuh Ketika Cemas
Lifestyle & Health

Jantung Berdegup Kencang, Ini 6 Reaksi Tubuh Ketika Cemas

25 October 2026
Negara Mungil Ini Jadi Tempat Tinggal Terbaik Dunia 2026
Lifestyle & Health

Negara Mungil Ini Jadi Tempat Tinggal Terbaik Dunia 2026

25 October 2026
  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini