Metapos.id, Jakarta – Kesulitan mengingat nama, menemukan kata yang tepat, atau menangkap informasi dengan cepat bisa berkaitan dengan brain fog, yaitu kondisi ketika pikiran terasa berkabut sehingga konsentrasi dan daya ingat terganggu.
Ahli saraf dari University of California, Los Angeles (UCLA), Dr. Rhonda Voskuhl, menjelaskan bahwa latihan kognitif sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan yang mengalami kendala. Permainan angka atau teka-teki matematika, misalnya, belum tentu tepat bagi orang yang kesulitan mengingat kata.
“Kita tidak bisa sekadar melakukan latihan kognitif secara acak. Latihan tersebut harus sesuai dengan masalah yang dihadapi,” ujar Voskuhl, seperti dikutip dari Fox Digital, dikutip Rabu (28/10/2026).
Kenali Kemampuan Otak yang Perlu Dilatih
Brain fog dapat memengaruhi kemampuan mengingat kata, mengenali nama, hingga kecepatan memproses informasi. Perubahan hormon selama masa perimenopause dan menopause juga dapat berkontribusi terhadap kondisi ini.
Penurunan kadar estrogen diketahui dapat memengaruhi sejumlah fungsi kognitif, termasuk ingatan verbal dan kecepatan berpikir. Meski demikian, kesulitan mengingat tidak serta-merta berarti kecerdasan atau seluruh kemampuan berpikir seseorang mengalami penurunan.
Sejumlah penelitian juga menunjukkan adanya perubahan pada bagian otak yang berperan dalam proses mengingat, termasuk hipokampus. Karena itu, latihan kognitif perlu diarahkan pada kemampuan yang dirasakan mulai terganggu dalam aktivitas sehari-hari.
Bagi orang yang sering lupa nama atau kesulitan menemukan kata, latihan berbasis bahasa dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai dibandingkan hanya mengerjakan soal matematika.
1. Bermain Kata Selama 60 Detik
Salah satu latihan sederhana yang disarankan Voskuhl adalah menyebutkan sebanyak mungkin kata dari kategori tertentu dalam waktu satu menit.
Caranya, pilih satu kategori, seperti nama hewan, makanan, atau buah-buahan. Atur pengatur waktu selama 60 detik, kemudian sebutkan sebanyak mungkin kata yang sesuai dengan kategori tersebut.
Latihan ini membantu menargetkan kemampuan mengingat kata sekaligus melatih kecepatan dalam menemukan dan menyampaikan informasi.
“Pada dasarnya, ini berkaitan dengan kecepatan pemrosesan informasi. Jadi, latihan yang dilakukan perlu membuat kamu berpikir dan menjawab dengan cepat,” katanya.
Meski mudah dilakukan, hasil latihan dapat berbeda pada setiap orang. Latihan singkat ini juga tidak menggantikan pemeriksaan medis jika gangguan ingatan terus berlanjut.
2. Membaca Cepat dan Merangkum
Latihan berikutnya adalah membaca artikel pendek dalam waktu terbatas, kemudian menyampaikan kembali inti bacaannya secara lisan dalam dua atau tiga kalimat.
Aktivitas ini mendorong otak menangkap informasi utama, mengolahnya, lalu mengungkapkannya kembali dengan bahasa sendiri. Latihan tersebut dapat dicoba secara rutin untuk melatih pemahaman dan kecepatan memproses informasi.
3. Mengingat Nama Objek atau Gambar
Latihan lainnya dapat dilakukan menggunakan kartu bergambar benda atau foto orang. Lihat gambar yang tersedia, lalu coba sebutkan nama objek atau orang tersebut secepat mungkin.
Metode ini dapat membantu melatih kemampuan mengenali dan mengingat informasi visual maupun verbal. Pilih gambar yang sesuai dengan tingkat kesulitan yang ingin dilatih.
Voskuhl menyarankan agar seseorang mengenali kemampuan yang mulai terasa menurun, kemudian memilih latihan yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Perkembangan kemampuan dapat dievaluasi untuk melihat apakah latihan yang dilakukan terasa membantu.
Dengan demikian, melatih daya ingat tidak selalu membutuhkan permainan yang rumit. Aktivitas sederhana yang berfokus pada kemampuan tertentu bisa menjadi pilihan untuk mengasah fungsi kognitif.
Namun, jika brain fog berlangsung lama, semakin berat, atau mengganggu aktivitas sehari-hari, sebaiknya konsultasikan kondisi tersebut kepada tenaga medis untuk mengetahui penyebab dan penanganan yang tepat.







