Metapos.id, Jakarta – Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Ali Abdollahi menegaskan bahwa Selat Hormuz, Teluk Persia, dan Teluk Oman berada di bawah kendali angkatan bersenjata Iran di tengah konflik yang belum terselesaikan dengan Amerika Serikat dan Israel.
“Seluruh wilayah Teluk Persia dan pulau-pulau di dalamnya, Teluk Oman beserta garis pantainya, serta bagian timur dan barat Selat Hormuz, berada di bawah kendali angkatan bersenjata Iran,” kata Abdollahi, dikutip dari media Iran, IRIB.
Abdollahi juga menyatakan bahwa selama Selat Hormuz masih ditutup, kapal tidak akan diizinkan melintasi jalur perairan strategis tersebut di luar ketentuan yang ditetapkan Iran.
Ia memperingatkan kapal-kapal yang mencoba berlayar di luar jalur yang ditentukan bahwa tindakan tersebut dapat menimbulkan risiko dan menyebabkan kerusakan serius.
Ketegangan di kawasan tersebut meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada 28 Februari, yang kemudian dibalas oleh Teheran.
Pada pertengahan Juni, Iran dan Amerika Serikat dilaporkan menandatangani nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, tetapi kedua pihak kembali melancarkan serangan tidak lama setelah kesepakatan tersebut.
Hingga kini, konflik antara Iran dan Amerika Serikat masih belum terselesaikan, sementara eskalasi ketegangan di kawasan menyebabkan Selat Hormuz mengalami blokade secara de facto.
Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan menjadi salah satu rute utama pengiriman minyak serta gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan terhadap jalur tersebut berpotensi memengaruhi distribusi energi internasional karena sebagian besar pasokan minyak dan gas dari kawasan Teluk bergantung pada kelancaran pelayaran melalui Selat Hormuz.






