Metapos.id, Jakarta – Iran menyatakan tidak akan memberikan izin kepada kapal-kapal militer Amerika Serikat (AS) untuk memasuki kawasan Teluk Persia dalam kondisi apa pun. Sikap tegas Teheran ini disampaikan saat ancaman serangan baru dari AS dan Israel terhadap Iran kembali mencuat.
Presiden AS Donald Trump membuka kemungkinan dilakukannya operasi militer lanjutan terhadap Iran. Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri kampanye pemilu sela Partai Republik di Florida pada Jumat (23/10/2026), dengan opsi serangan terbuka apabila negosiasi untuk mengakhiri konflik tidak menghasilkan kesepakatan.
Sementara itu, Duta Besar AS untuk Turki, Tom Barrack, menyebut serangan baru terhadap Teheran berpotensi dilancarkan paling cepat pada akhir pekan ini.
Menanggapi perkembangan tersebut, Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran, Ali Abdollahi, kembali menegaskan penolakan negaranya terhadap kehadiran kapal militer AS di Teluk Persia.
“Kami tidak akan mengizinkan kapal-kapal militer AS berada di Teluk Persia dalam situasi apa pun dan kapan pun,” tegas Ali Abdollahi dalam pernyataan terbarunya yang disiarkan televisi pemerintah Iran, seperti dilaporkan AFP, dikutip Sabtu (24/10/2026).
Abdollahi juga melontarkan pernyataan keras yang ditujukan kepada Trump terkait keinginan Washington mengerahkan pasukan militernya ke kawasan Teluk Persia.
“Presiden AS boleh saja bermimpi melihat Angkatan Bersenjatanya memasuki Teluk Persia. Namun, dia akan membawa mimpi itu liang kuburnya,” ucapnya.
Ketegangan kedua negara berlangsung sejak perang pecah pada akhir Februari 2026. Sejak saat itu, militer Iran membatasi lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz, jalur penting perdagangan energi dunia yang menghubungkan perairan strategis menuju kawasan Teluk.
Sebagai langkah balasan, Washington menerapkan blokade maritim terhadap pelabuhan dan kapal-kapal Iran. Kondisi ini semakin memperuncing hubungan kedua negara di tengah meningkatnya risiko eskalasi konflik militer di Timur Tengah.







