Metapos.id, Jakarta – Tesla berencana mulai menjual kendaraan robot taksi Cybercab kepada pelanggan pada akhir 2026. Rencana ini diumumkan ketika regulator keselamatan otomotif Amerika Serikat (AS) tengah menyelidiki kepatuhan kendaraan otonom tersebut terhadap standar keselamatan.
Cybercab merupakan kendaraan otonom berkapasitas dua penumpang dengan desain berwarna emas. Kendaraan ini tidak dilengkapi roda kemudi maupun kontrol konvensional seperti mobil pada umumnya.
Dalam konferensi pendapatan kuartal ketiga perusahaan pada Rabu (20/10/2026), Wakil Presiden Bidang Teknik Tesla Lars Moravy mengatakan seluruh Cybercab yang diproduksi saat ini masih ditujukan untuk armada robotaxi milik perusahaan.
Namun, Tesla berencana mulai mengirimkan kendaraan tersebut kepada pelanggan dalam skala kecil.
“(Tesla) utamanya akan mengirimkan kendaraan otonom yang dirancang sepenuhnya kepada pelanggan kami,” kata Moravy, dikutip dari TechCrunch, Jumat (23/10/2026).
Ia menambahkan, Tesla akan mengembangkan proses pengiriman, kepemilikan, dan pengelolaan armada seiring bertambahnya pengalaman perusahaan dalam mengoperasikan kendaraan otonom.
Tesla Buka Peluang Penjualan Cybercab
Tesla sebelumnya mulai mengisyaratkan kemungkinan menjual kendaraan otonom kepada pihak ketiga pada bulan lalu, bertepatan dengan acara Cybercab di Austin. Perusahaan bahkan memasang formulir bagi pihak yang tertarik membeli robot taksi tersebut.
Meski demikian, saat itu belum jelas bagaimana rencana penjualan tersebut akan dijalankan.
CEO Tesla Elon Musk selama bertahun-tahun membicarakan rencana membangun armada robot taksi berbiaya rendah. Sebelumnya, strategi tersebut berfokus pada pengubahan mobil Tesla milik pribadi menjadi taksi swakemudi melalui pembaruan perangkat lunak.
Namun, rencana itu belum sepenuhnya terwujud. Pernyataan Musk dan manajemen Tesla belakangan menunjukkan adanya perubahan pendekatan, dengan Cybercab disiapkan sebagai kendaraan yang dirancang khusus untuk layanan transportasi.
Musk menjelaskan bahwa Cybercab terutama akan digunakan sebagai layanan transportasi, berbeda dengan model Tesla lain yang ditujukan untuk kepemilikan pribadi.
“Cybercab terutama akan ditawarkan sebagai layanan transportasi, sedangkan mobil kami yang lain akan lebih seperti, Anda tahu, mobil yang ingin Anda miliki, seperti Model 3 dan Model Y dan sebagainya, dan Roadster, tentu saja,” kata Musk dalam konferensi pendapatan pada Rabu.
“Tetapi, Anda tahu, sebagian besar kendaraan Cybercab pada dasarnya akan dimiliki oleh Tesla dan diangkut sebagai layanan,” tambahnya.
Fitur Mengemudi Otonom Masih Jadi Tantangan
Di sisi lain, pemilik Tesla saat ini dapat berlangganan Full Self-Driving (Supervised), sistem bantuan pengemudi yang mampu mengotomatiskan sejumlah tugas mengemudi. Namun, sistem tersebut tetap mengharuskan pengemudi untuk mengawasi perjalanan dan siap mengambil alih kendali.
Tesla terus merilis pembaruan perangkat lunak untuk meningkatkan kemampuan sistem tersebut. Meski demikian, pengemudi manusia masih diwajibkan terlibat selama kendaraan beroperasi.
Pada Rabu (20/10/2026), Musk mengatakan versi Full Self-Driving tanpa pengawasan ditargetkan meluncur kepada pelanggan sekitar kuartal II 2027. Target tersebut menjadi penundaan bagi pemilik Tesla yang telah membeli atau berlangganan perangkat lunak itu sejak beberapa tahun lalu.
Jika rencana penjualan Cybercab dan peluncuran FSD tanpa pengawasan berjalan sesuai target, pelanggan armada pihak ketiga berpotensi membeli Cybercab untuk mengoperasikan layanan robot taksi sebelum pemilik mobil Tesla pribadi memperoleh akses ke kemampuan otonom serupa.
Penyelidikan Regulator AS Jadi Hambatan
Rencana penjualan Cybercab masih menghadapi tantangan regulasi. Badan Keselamatan Lalu Lintas Jalan Raya Nasional AS atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mengumumkan penyelidikan terhadap Cybercab pada bulan lalu, beberapa jam setelah kendaraan tersebut mulai beroperasi di jalan umum di Austin.
Standar Keselamatan Kendaraan Bermotor Federal atau Federal Motor Vehicle Safety Standards (FMVSS) saat ini mensyaratkan sejumlah kontrol manual, termasuk pedal rem, serta fitur seperti kaca spion tengah dan samping.
Produsen kendaraan umumnya melakukan sertifikasi mandiri untuk menyatakan bahwa produknya memenuhi ketentuan tersebut, dan Tesla juga menerapkan proses itu.
Namun, regulasi yang berlaku belum sepenuhnya mengakomodasi kendaraan tanpa kontrol manual. Departemen Perhubungan AS baru-baru ini mengusulkan penghapusan sejumlah persyaratan tersebut untuk kendaraan yang dirancang beroperasi secara otonom.
NHTSA menyatakan penyelidikan dilakukan untuk “memeriksa proses dan data teknis yang diandalkan Tesla saat mensertifikasi Cybercab dan masalah terkait”.
Hasil penyelidikan tersebut dapat memengaruhi apakah Tesla atau pihak lain dapat mengoperasikan Cybercab secara legal. Dengan demikian, meski Tesla menargetkan penjualan pada akhir 2026, realisasi rencana itu masih bergantung pada perkembangan kepatuhan kendaraan terhadap aturan keselamatan yang berlaku.







