Metapos.id, Jakarta – Perusahaan kecerdasan buatan (AI) asal China, DeepSeek, dilaporkan berhasil mengamankan pendanaan sekitar USD 15 miliar atau setara 100 miliar yuan. Pendanaan tersebut disebut menjadi salah satu yang terbesar yang pernah dihimpun perusahaan di China.
Kabar pendanaan ini muncul hanya dua hari setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) memerintahkan lembaga sipil federal menghapus teknologi DeepSeek dari sistem mereka dengan alasan keamanan.
Menurut laporan Bloomberg, sejumlah calon investor yang disebut terlibat dalam pendanaan tersebut antara lain produsen baterai CATL dan Tencent, perusahaan teknologi China yang dikenal sebagai pemilik WeChat.
Pendanaan terbaru ini menjadi bagian dari upaya DeepSeek memperkuat modal untuk mengembangkan bisnis kecerdasan buatan. Sebelumnya, pada Juni 2026, perusahaan tersebut dilaporkan telah mengumpulkan lebih dari USD 7 miliar dengan valuasi sekitar USD 50 miliar.
Pada Juli 2026, DeepSeek juga dikabarkan tengah mencari tambahan pendanaan sebesar USD 1,5 miliar dengan target valuasi sekitar USD 71 miliar. Perusahaan tersebut disebut mempertimbangkan penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) di China paling cepat pada 2027.
DeepSeek yang berbasis di Hangzhou dilaporkan meningkatkan belanja untuk pengembangan infrastruktur AI serta model-model terbuka yang ditujukan bagi pasar domestik maupun internasional. Langkah ini berlangsung ketika perusahaan menghadapi pembatasan dari pemerintah AS.
Bloomberg menilai ekspansi DeepSeek berpotensi memperketat persaingan di antara perusahaan AI domestik China. Besarnya investasi yang dikabarkan masuk juga mencerminkan minat investor terhadap industri AI yang kini menjadi salah satu arena persaingan teknologi global.
Persaingan Pendanaan AI China Makin Ketat
DeepSeek bukan satu-satunya perusahaan AI China yang memperoleh pendanaan besar. Moonshot AI, pengembang model AI Kimi, misalnya, dilaporkan mengamankan pendanaan sebesar USD 2 miliar dengan valuasi USD 20 miliar pada Mei 2026.
Pendanaan tersebut menunjukkan besarnya modal yang mengalir ke perusahaan AI China untuk mengembangkan teknologi dan memperluas persaingan di pasar global.
DeepSeek didirikan pada 2023 oleh Liang Wenfeng, yang sebelumnya turut mendirikan High-Flyer, perusahaan hedge fund kuantitatif asal China. High-Flyer juga membantu membiayai pengembangan awal DeepSeek.
Nama DeepSeek mendapat perhatian global pada awal 2025 setelah perusahaan meluncurkan model penalaran AI yang tersedia secara gratis. Kehadiran model tersebut dinilai menantang dominasi perusahaan-perusahaan AI asal Amerika Serikat.
Menurut data kepemilikan perusahaan yang dianalisis WireScreen, Liang Wenfeng masih menguasai sekitar 81,6 persen saham entitas operasional DeepSeek di China setelah putaran pendanaan sebelumnya.
Meski kabar pendanaan terbaru ini menyoroti besarnya minat investor terhadap DeepSeek, rincian akhir transaksi dan komposisi investor tetap perlu merujuk pada pengumuman resmi perusahaan atau konfirmasi pihak-pihak terkait.







