Friday, October 23, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Kisah Manusia Terakhir yang Masuk Surga

Budi Mashuri by Budi Mashuri
23 October 2026
in Mozaik
Kisah manusia terakhir yang masuk surga dalam hadis Sahih Muslim mengajarkan tentang luasnya rahmat Allah dan pentingnya tidak berputus asa.

Kisah manusia terakhir yang masuk surga dalam hadis Sahih Muslim mengajarkan tentang luasnya rahmat Allah dan pentingnya tidak berputus asa.

Metapos.id, Jakarta – Di antara kisah yang menggetarkan hati dalam hadis Rasulullah ﷺ adalah tentang manusia terakhir yang keluar dari neraka sekaligus menjadi orang terakhir yang masuk surga. Kisah ini menggambarkan perjalanan seorang hamba yang melewati kesulitan sebelum akhirnya memperoleh karunia Allah SWT yang jauh melampaui bayangannya.

Kisah tersebut diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Sahih Muslim, antara lain pada hadis nomor 186a dan 187. Melalui riwayat ini, umat Islam diajak memahami bahwa rahmat Allah sangat luas. Namun, harapan terhadap rahmat-Nya juga harus disertai keimanan, pertobatan, dan kesungguhan dalam menjalani kehidupan sesuai tuntunan-Nya.

BACA JUGA

Nuayman bin Amr, Sahabat Nabi yang Dikenal Humoris

Doa Usia 40 Tahun dalam Al-Qur’an

Dalam hadis riwayat Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah ﷺ menceritakan seorang laki-laki yang keluar dari neraka dalam keadaan merangkak. Setelah berhasil keluar, Allah memerintahkannya untuk masuk ke dalam surga.

Laki-laki itu kemudian mendatangi surga, tetapi ia merasa seolah-olah surga telah penuh. Ia pun kembali dan menyampaikan kepada Allah bahwa surga tersebut tampak sudah dipenuhi penghuninya.

Allah kembali memerintahkannya untuk masuk. Dalam riwayat tersebut, Allah kemudian memberitahunya bahwa ia akan memperoleh kenikmatan sebesar dunia, bahkan sepuluh kali lipatnya. Laki-laki itu terkejut hingga mempertanyakan bagaimana mungkin ia mendapatkan karunia sebesar itu.

Riwayat ini menggambarkan betapa besar pemberian Allah kepada hamba-Nya. Orang yang menjadi penghuni terakhir surga itu memperoleh karunia yang tidak pernah dibayangkannya. Kisah tersebut juga memperlihatkan bahwa kenikmatan akhirat tidak dapat diukur hanya menggunakan ukuran dan perhitungan manusia.

Dalam riwayat lain yang juga tercantum dalam Sahih Muslim nomor 187, Rasulullah ﷺ menceritakan bagaimana laki-laki tersebut terus memohon agar didekatkan dengan pohon untuk berteduh dan minum. Setiap kali memperoleh apa yang dimintanya, ia melihat sesuatu yang lebih baik dan kembali memohon kepada Allah.

Pada akhirnya, kisah tersebut menunjukkan bagaimana karunia Allah melampaui permintaan awal hamba-Nya. Riwayat ini bukan sekadar menceritakan keinginan seorang manusia, melainkan juga memperlihatkan besarnya kemurahan Allah kepada hamba yang memperoleh keselamatan dan kenikmatan surga.

Kisah ini menjadi pengingat agar manusia tidak berputus asa dari rahmat Allah. Sebesar apa pun kesalahan yang pernah dilakukan, seseorang tidak seharusnya menjadikan masa lalunya sebagai alasan untuk berhenti bertobat dan memperbaiki diri.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Az-Zumar ayat 53:

“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Ayat tersebut mengandung seruan agar manusia tidak kehilangan harapan terhadap ampunan Allah. Akan tetapi, harapan itu bukan alasan untuk meremehkan dosa atau sengaja melakukan kesalahan dengan anggapan bahwa ampunan pasti diberikan. Sebaliknya, seseorang perlu bertobat dengan sungguh-sungguh, berusaha meninggalkan perbuatan buruk, dan memperbaiki hubungannya dengan Allah maupun sesama manusia.

Karena itu, seorang muslim perlu menjaga keseimbangan antara rasa takut terhadap dosa dan harapan akan rahmat Allah. Rasa takut dapat mendorong seseorang untuk lebih berhati-hati dalam bertindak, sedangkan harapan membuatnya tidak menyerah ketika berusaha memperbaiki diri.

Gambaran tentang besarnya karunia akhirat juga dijelaskan dalam hadis yang diriwayatkan Imam al-Bukhari dan Imam Muslim. Dalam hadis tersebut, Allah menyampaikan bahwa Dia telah menyediakan bagi hamba-hamba-Nya yang saleh kenikmatan yang belum pernah dilihat oleh mata, didengar oleh telinga, atau terlintas dalam hati manusia.

Pesan tersebut menegaskan bahwa kenikmatan surga tidak dapat dibandingkan secara sempurna dengan apa pun yang dikenal manusia di dunia. Harta, jabatan, dan kebahagiaan dunia memiliki keterbatasan, sedangkan gambaran kenikmatan akhirat dalam ajaran Islam melampaui pengalaman manusia selama hidup di dunia.

Oleh karena itu, kehidupan tidak seharusnya hanya diisi dengan mengejar kekayaan, kedudukan, dan pengakuan manusia. Seorang muslim juga perlu memperhatikan kualitas ibadah, menjaga kejujuran, berbuat baik kepada sesama, serta memenuhi hak orang lain.

Kisah manusia terakhir yang masuk surga juga mengingatkan bahwa manusia tidak sepatutnya merasa paling mengetahui batas rahmat Allah. Tugas manusia adalah beriman, berusaha menaati perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya, dan terus memohon ampunan. Pada saat yang sama, setiap orang perlu menyadari bahwa amal dan usahanya tidak menjadikannya berhak menyombongkan diri di hadapan Allah.

Pada akhirnya, kisah ini mengajarkan dua hal yang perlu berjalan beriringan: tidak berputus asa dari rahmat Allah dan tidak terlena oleh harapan tanpa usaha. Selama masih hidup, manusia memiliki kesempatan untuk bertobat, memperbaiki kesalahan, dan meningkatkan amal kebaikan.

Semoga kisah ini menumbuhkan keyakinan akan luasnya rahmat Allah serta mendorong kita untuk terus memperbaiki diri. Sebab, tujuan seorang muslim bukan semata-mata memperoleh kenikmatan dunia, melainkan juga mengharapkan ampunan Allah dan keselamatan di akhirat.

Tags: ampunan Allahhadis tentang surgamanusia terakhir masuk surgarahmat AllahSahih Muslim
Previous Post

Enam Orang Tewas akibat Karhutla Bromo, Termasuk Petugas dan Relawan

Next Post

Lolos ke Perempatfinal French Open 2026, Raymond/Joaquin Tak Mau Lengah

Related Posts

Nuayman bin Amr, Sahabat Nabi yang Dikenal Humoris
Mozaik

Nuayman bin Amr, Sahabat Nabi yang Dikenal Humoris

21 October 2026
QS. Al-Ahqaf ayat 15 mengajarkan doa memasuki usia 40 tahun, mulai dari mensyukuri nikmat Allah hingga memohon kebaikan bagi keturunan.
Mozaik

Doa Usia 40 Tahun dalam Al-Qur’an

21 October 2026
Bersyukur atas Nikmat Allah, Amalan Sederhana Berpahala Besar
Mozaik

Bersyukur atas Nikmat Allah, Amalan Sederhana Berpahala Besar

18 October 2026
Habib di Indonesia: Sejarah, Nasab, dan Penghormatan Masyarakat
Mozaik

Habib di Indonesia: Sejarah, Nasab, dan Penghormatan Masyarakat

18 October 2026
Kisah Tsa’labah bin Abdurrahman dan Penyesalan yang Mengharukan
Mozaik

Kisah Tsa’labah bin Abdurrahman dan Penyesalan yang Mengharukan

18 October 2026
Mengenal Tata Cara Sujud Sahwi dan Sujud Tilawah Sesuai Tuntunan Rasulullah ﷺ
Mozaik

Mengenal Tata Cara Sujud Sahwi dan Sujud Tilawah Sesuai Tuntunan Rasulullah ﷺ

17 October 2026
Next Post
Lolos ke Perempatfinal French Open 2026, Raymond/Joaquin Tak Mau Lengah

Lolos ke Perempatfinal French Open 2026, Raymond/Joaquin Tak Mau Lengah

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini