Metapos.id, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat luas lahan yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, mencapai 357,5 hektare. Kebakaran berdampak pada sejumlah wilayah, yakni Kelurahan Sapordanco, Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, dan Sapoekren.
“Di Kabupaten Raja Ampat sendiri, total luas lahan yang terbakar mencapai 357,5 hektare yang berdampak pada sejumlah lahan di wilayah Kelurahan Sapordanco, Bonkawir, Waisai Kota, Warmasen, dan Sapoekren,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan dalam keterangannya dikutip dari berbagai sumber, Kamis (22/10/2026).
Meski demikian, penanganan kebakaran menunjukkan perkembangan. Hingga Rabu (21/10/2026), tim gabungan telah memadamkan 230 hektare lahan di Kelurahan Sapordanco, Distrik Kota Waisai, sementara sekitar 10 persen sisanya masih dalam proses pemadaman.
Petugas melakukan berbagai upaya, mulai dari melokalisasi titik api, penyemprotan air, pemadaman manual, hingga pendinginan lahan menggunakan sejumlah mesin dan peralatan.
Selain Raja Ampat, penanganan karhutla juga terus dilakukan di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, menyusul kebakaran di kawasan hutan dan lahan Gunung Sumbing. Hingga Rabu (21/10/2026), sejumlah area di jalur pendakian lama dan baru pada Petak 21, 22, dan 29 dilaporkan telah padam.
“Petugas gabungan dijadwalkan masih melanjutkan pemantauan dan pemadaman,” ucap Berton.
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi meluasnya kebakaran. Warga yang terdampak asap juga diminta menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
Masyarakat diingatkan untuk tidak membakar lahan guna membuka area baru, membakar sampah di lokasi rawan kebakaran, maupun membuang puntung rokok sembarangan. Langkah pencegahan tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran hutan dan lahan.







