Wednesday, October 21, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Ekonomi Asia Tumbuh 4,8%, AI Jadi Pendorong

Aulia Fitrie by Aulia Fitrie
21 October 2026
in Tak Berkategori
IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia 2026 menjadi 4,8%, didukung dampak guncangan energi yang terbatas dan pesatnya perkembangan AI.

IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia 2026 menjadi 4,8%, didukung dampak guncangan energi yang terbatas dan pesatnya perkembangan AI.

Metapos.id, Jakarta – Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF) menilai ekonomi Asia menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global, didukung dampak guncangan energi yang lebih terbatas dari perkiraan serta pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI).

Wakil Direktur Departemen Asia dan Pasifik IMF Thomas Helbling menyampaikan penilaian tersebut dalam wawancara di sela-sela Pertemuan Tahunan IMF dan World Bank Group 2026 di Bangkok, Thailand.

BACA JUGA

Kisah Safinah, Sahabat Nabi yang Ditolong Singa

Samsung dan Apple Perkuat Pangsa Pasar Smartphone

“Untuk Tiongkok, dan kawasan Asia secara keseluruhan, kami melihat ketahanan,” ujar Helbling, dikutip dari berbagai sumber, Rabu (21/10/2026).

Dalam laporan Prospek Ekonomi Regional Asia dan Pasifik yang dirilis pada Kamis (15/10/2026), IMF menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Asia pada 2026 menjadi 4,8%, atau naik 0,4 poin persentase dibandingkan proyeksi April.

Sementara itu, pertumbuhan ekonomi Tiongkok pada 2026 diproyeksikan mencapai 4,5%, meningkat 0,1 poin persentase dari perkiraan sebelumnya.

Helbling menjelaskan, dampak guncangan energi pada tahun ini lebih terbatas daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Di Tiongkok, pemerintah berupaya mengurangi dampak kenaikan harga terhadap konsumen akhir serta memanfaatkan sumber energi lain untuk mengimbangi sebagian dampak negatif gangguan pasokan bahan bakar fosil.

Selain faktor energi, perkembangan AI juga dinilai memberikan dorongan bagi perekonomian kawasan Asia.

“Pesatnya perkembangan AI semakin meluas, dan memiliki efek limpahan positif yang lebih luas terhadap kawasan tersebut,” imbuh Helbling.

Menurut dia, perkembangan AI berlangsung sangat cepat di Korea Selatan dan semakin kuat di negara-negara seperti Vietnam dan Malaysia.

Perkembangan tersebut juga menjadi salah satu faktor yang mendukung kinerja ekspor Jepang, Tiongkok, dan India.

Meski demikian, IMF tetap menyoroti risiko apabila gangguan pasokan energi berlangsung lebih lama atau semakin parah.

Helbling menjelaskan, persediaan energi serta kebijakan seperti subsidi energi dan pengurangan pajak telah membantu membatasi dampak guncangan pasokan, tetapi langkah-langkah tersebut sulit dipertahankan dalam jangka panjang.

“Penyangga tidaklah tanpa batas,” tegas Helbling.

Ia memperingatkan bahwa jika gangguan energi terus berlanjut, negara-negara pada akhirnya dapat kehabisan persediaan sehingga kenaikan harga akan memberikan tekanan yang lebih besar terhadap perekonomian.

Karena itu, negara-negara perlu membangun kembali penyangga energi agar lebih siap menghadapi gangguan pasokan berikutnya.

IMF juga menyoroti risiko keuangan yang berkaitan dengan pesatnya investasi AI, terutama ketika penggunaan utang dan kerentanan keuangan di sektor tersebut meningkat.

“Di tengah investasi AI yang sangat besar, ketika penggunaan utang dan kerentanan keuangan terkait AI meningkat, ada kekhawatiran bahwa dalam jangka pendek, AI mungkin tidak memenuhi ekspektasi dalam menghasilkan laba dan pendapatan. Dan hal ini dapat memicu koreksi pasar, yang pada akhirnya akan berujung pada sejumlah koreksi dalam investasi dan permintaan,” paparnya.

Helbling menilai kerangka regulasi dan pengawasan perlu diperkuat agar sistem keuangan mampu menyerap potensi guncangan dalam ekosistem AI.

Upaya tersebut, antara lain, dapat dilakukan melalui pembatasan penggunaan utang dan eksposur berlebihan terhadap sektor AI.

Selain risiko energi dan teknologi, IMF mengkhawatirkan fragmentasi geoekonomi serta ketegangan geopolitik yang dapat menghambat perdagangan dan meningkatkan friksi antarnegara.

Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan inefisiensi yang lebih besar dalam perekonomian global dan regional serta menekan pertumbuhan.

Helbling mengatakan IMF telah lama mendorong negara-negara untuk menyelesaikan persoalan mendasar yang memicu ketegangan perdagangan dan mempertahankan sistem perdagangan terbuka, idealnya melalui mekanisme multilateral.

IMF juga menyambut upaya proaktif Tiongkok dalam mempertahankan sistem perdagangan multilateral berbasis aturan.

“Pada akhirnya, penting bagi negara-negara untuk menyelesaikan ketegangan dan perbedaan mendasar di balik sengketa perdagangan. Bagi perekonomian besar seperti Tiongkok, penting untuk mengambil peran kepemimpinan dalam menyelesaikan sejumlah perbedaan tersebut,” tandas Helbling.

Tags: AIekonomi AsiaEkonomi Chinaguncangan energiIMFkecerdasan buatanMetapospertumbuhan ekonomi Asia 2026Thomas Helbling
Previous Post

Luhut Usul Kerugian Negara Bukan Unsur Korupsi, Anggota DPR Menolak

Next Post

Kebakaran KMP Batumandi, Seluruh Penumpang Dievakuasi

Related Posts

Kisah Safinah, sahabat Rasulullah ﷺ yang dijuluki Kapal dan dikisahkan bertemu singa. Simak riwayat, sumber hadis, dan pelajaran yang dapat dipetik.
Tak Berkategori

Kisah Safinah, Sahabat Nabi yang Ditolong Singa

20 October 2026
Pengiriman smartphone global turun 20% pada kuartal III 2026 akibat kelangkaan memori, sementara Samsung dan Apple memperbesar pangsa pasar.
Tak Berkategori

Samsung dan Apple Perkuat Pangsa Pasar Smartphone

14 October 2026
SpaceX mengakuisisi spektrum 800 MHz untuk memperkuat Starlink Mobile dan memperluas konektivitas seluler di Amerika Serikat, termasuk wilayah terpencil.
Tak Berkategori

Elon Musk Perluas Starlink untuk Tantang Operator Seluler

13 October 2026
MD Entertainment dan SBS menandatangani MOU kerja sama konten, termasuk menghadirkan program SBS dan mengembangkan remake berbahasa Indonesia.
Tak Berkategori

MD Entertainment dan SBS Perkuat Kerja Sama

29 September 2026
Desta Tinggalkan Vindes, Persahabatan Tetap Bisa Terjaga
Tak Berkategori

Desta Tinggalkan Vindes, Persahabatan Tetap Bisa Terjaga

29 August 2026
Ilustrasi jalan tol Cawang-Tanjung Priok-Pluit. Foto: Dok. CMNP
Tak Berkategori

Exit Tol Jembatan Tiga Ditutup hingga 2027

29 August 2026
Next Post
KMP Batumandi terbakar di Selat Sunda saat membawa 420 penumpang dan 89 kendaraan. Seluruh penumpang berhasil dievakuasi tanpa korban jiwa.

Kebakaran KMP Batumandi, Seluruh Penumpang Dievakuasi

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini