Metapos.id, Jakarta – Mantan kapten Timnas Malaysia, Safiq Rahim, mengenang atmosfer pertandingan melawan Indonesia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) pada Piala AFF 2010. Ia menyebut bermain di hadapan suporter Indonesia bukan perkara mudah bagi timnya.
Pengalaman itu diceritakan Safiq saat menjadi bintang tamu podcast Sport77. Menurutnya, besarnya dukungan suporter di GBK menjadi tantangan tersendiri bagi pemain yang bertanding di lapangan.
“It’s not easy,” ujar Safiq saat mengenang suasana GBK pada 2010 dikutip dari berbagai sumber, Jumat (16/10/2026).
Safiq juga menyoroti antusiasme penonton yang rela datang dari jauh untuk menyaksikan pertandingan. Ia menilai para pemain harus menghargai dukungan tersebut dengan menunjukkan sikap profesional dan permainan yang berkualitas.
“Kalah menang perkara nombor dua, tapi kita usaha,” kata Safiq dalam perbincangan tersebut.
Ia turut menceritakan situasi Malaysia setelah kalah 1-5 dari Indonesia pada leg pertama fase grup Piala AFF 2010. Safiq mengatakan timnya memilih untuk tidak terus larut dalam kekalahan dan fokus menghadapi pertandingan berikutnya.
Menurutnya, para pemain berdiskusi untuk memperbaiki penampilan dan membuktikan bahwa mereka mampu tampil lebih baik. Targetnya bukan sekadar membalas kekalahan, melainkan menunjukkan kualitas permainan yang lebih baik kepada para pendukung Malaysia.
Malaysia kemudian berhasil bangkit dan melaju hingga menjadi juara Piala AFF 2010. Mereka mengalahkan Indonesia dengan agregat 4-2 dalam dua pertandingan final.
Bagi Safiq, pengalaman tersebut menjadi pelajaran tentang pentingnya mentalitas, kerja sama tim, dan konsistensi. Ia juga menekankan bahwa pemain harus menjawab tekanan dan kritik melalui performa di lapangan, bukan dengan emosi di luar pertandingan.







