Metapos.id, Jakarta — Kementerian Luar Negeri (Kemlu) terus mengikuti perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi setelah kelompok Houthi melancarkan serangan ke Bandara Internasional King Khalid, Riyadh, pada 10 dan 11 Oktober 2026. Pemantauan dilakukan untuk menjaga keselamatan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di negara tersebut.
Juru Bicara Kemlu, Yvonne Mewengkang, menjelaskan bahwa pemantauan dilakukan bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh.
“Kementerian Luar Negeri melalui koordinasi dengan KBRI Riyadh terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi paska serangan terhadap Bandar Udara di Riyadh pada 10 dan 11 Oktober 2026,” kata Yvonne, dikutip dari berbagai sumber, Kamis (15/10/2026).
Data yang disampaikan menunjukkan sebanyak 37.494 WNI berada di Riyadh. Pemerintah terus memperhatikan perkembangan situasi untuk memastikan kondisi dan keselamatan mereka.
Sebagai langkah antisipasi, KBRI Riyadh meminta WNI meningkatkan kewaspadaan dan menghindari kawasan yang berpotensi terdampak. Warga juga diimbau menunda perjalanan yang tidak mendesak, tidak menyebarkan foto maupun video terkait serangan, serta mematuhi petunjuk dari otoritas setempat.
“WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh,” ucapnya.
KBRI Riyadh juga menjalin komunikasi dengan otoritas setempat dan memantau informasi dari rumah sakit di Riyadh serta daerah sekitarnya. Koordinasi ini bertujuan mengetahui kondisi WNI sekaligus menyiapkan langkah perlindungan apabila dibutuhkan.
Dua WNI Luka Ringan akibat Serangan
Kemlu memastikan dua WNI mengalami luka ringan dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid pada 11 Oktober 2026.
“Berdasarkan hasil koordinasi terkini dengan Kementerian Luar Negeri Arab Saudi, telah diperoleh konfirmasi terdapat 2 WNI yang mengalami luka ringan akibat serangan pada 11 Oktober 2026,” ungkap Yvonne.
Keduanya telah menjalani perawatan medis di Riyadh dan diizinkan pulang pada hari yang sama.
Sebelumnya, kelompok Houthi melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone ke Bandara Internasional King Khalid pada Sabtu (10/10/2026). Serangan serupa kembali terjadi sehari kemudian, Minggu (11/10/2026).
Rentetan serangan tersebut dilaporkan menyebabkan korban meninggal dunia dan ratusan orang mengalami luka-luka. Dua WNI yang terdampak dilaporkan mengalami luka ringan dan telah mendapatkan penanganan medis.







