Wednesday, October 14, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
14 October 2026
in Ekbis
BEI Perkuat Literasi dan Ketahanan Investor Pasar Modal

Metapos.id, Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memperkuat literasi investor pasar modal melalui penyelenggaraan Ring the Bell for Financial Literacy 2026 di Main Hall BEI, Jakarta, Rabu (14/10). Kegiatan yang mengusung tema “Stay Smart. Stay Alert. Stay Resilient.” ini menjadi bagian dari peringatan World Investor Week (WIW) dan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai investasi serta kewaspadaan terhadap penipuan.

World Investor Week merupakan kampanye global tahunan yang dipromosikan oleh International Organization of Securities Commissions (IOSCO) untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya edukasi dan pelindungan investor. Pada 2026, kampanye ini mengangkat tiga tema utama, yaitu Investor Resilience, Digital Deception, dan Scam Alert, yang semakin relevan seiring berkembangnya investasi berbasis digital.

BACA JUGA

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

Kemudahan akses investasi melalui platform digital membuka peluang bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal. Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan risiko baru, termasuk penipuan digital dan penyalahgunaan informasi, sehingga investor perlu memahami cara memverifikasi legalitas serta keamanan produk dan pihak yang menawarkan investasi.

Sebagai bagian dari kampanye global tersebut, World Federation of Exchanges (WFE) untuk kedelapan kalinya menyelenggarakan Ring the Bell for Financial Literacy. Pada tahun ini, sebanyak 62 bursa dari berbagai negara berpartisipasi melalui seremoni pembukaan perdagangan dan rangkaian kegiatan edukasi sepanjang Oktober 2026.

Kegiatan BEI diawali dengan sambutan Direktur BEI Umi Kulsum, dilanjutkan dengan keynote speech Kepala Departemen Pengawasan Lembaga Efek Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Edi Broto Suwarno. Acara kemudian diisi dengan seremoni Ring the Bell for Financial Literacy dan diskusi yang menghadirkan perencana keuangan Prita Ghozie, komika Yudha Keling, serta kreator konten Theresa Tjandrawinata, dengan moderator Market Development Specialist BEI Marco Kawet.

Diskusi tersebut membahas langkah praktis untuk menjadi investor yang cerdas dan bertanggung jawab. Peserta diajak memahami karakteristik dan risiko produk investasi, memastikan legalitas pihak yang menawarkan investasi, memverifikasi informasi sebelum mengambil keputusan, serta menjaga kerahasiaan data pribadi dan akses akun.

Selain itu, investor perlu mengenali ciri-ciri penipuan digital dan mengelola emosi ketika menghadapi volatilitas pasar. Pemahaman terhadap risiko serta kedisiplinan dalam mengambil keputusan menjadi bagian penting agar investasi tetap sesuai dengan tujuan keuangan dan profil risiko masing-masing.

Sekitar 400 peserta mengikuti kegiatan tersebut, mulai dari calon investor, investor pasar modal, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Untuk memperluas jangkauan edukasi, seluruh rangkaian acara juga disiarkan melalui kanal YouTube Indonesia Stock Exchange.

Direktur BEI Umi Kulsum menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah investor perlu diimbangi dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan dalam menghadapi risiko investasi. Menurutnya, investor tidak cukup hanya mengetahui cara membeli produk, tetapi juga harus memahami manfaat, risiko, serta keamanan informasi yang digunakan dalam transaksi.

“Pertumbuhan jumlah investor harus berjalan seiring dengan peningkatan pemahaman dan ketahanan investor. Investor yang cerdas tidak hanya mengetahui cara membeli produk investasi, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya; investor yang waspada selalu memverifikasi informasi dan menjaga keamanan datanya; sedangkan investor yang tangguh tetap disiplin serta tidak mengambil keputusan secara impulsif ketika pasar berfluktuasi,” ujar Umi.

Ia menambahkan bahwa perluasan akses masyarakat ke pasar modal harus disertai kemampuan mengambil keputusan investasi secara legal, logis, dan sesuai dengan tujuan serta profil risiko masing-masing. Edukasi berkelanjutan dinilai penting untuk mendukung partisipasi masyarakat yang lebih berkualitas.

Pentingnya literasi investor pasar modal juga terlihat dari pertumbuhan jumlah investor di Indonesia. Hingga 8 Oktober 2026, jumlah investor telah mencapai lebih dari 32 juta Single Investor Identification (SID), sedangkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per akhir September 2026 menunjukkan bahwa 53,41% investor individu berusia 30 tahun ke bawah.

Data tersebut mencerminkan semakin luasnya partisipasi masyarakat, termasuk kelompok usia muda, dalam pasar modal Indonesia. Kondisi ini sekaligus menegaskan perlunya edukasi yang berkelanjutan dan relevan dengan kebutuhan berbagai kelompok investor agar mereka mampu memahami risiko dan menghindari praktik investasi ilegal.

Melalui Ring the Bell for Financial Literacy 2026, BEI mendorong penguatan pemahaman investor sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengambilan keputusan investasi. Investor yang cerdas, waspada, dan tangguh diharapkan dapat mendukung terwujudnya pasar modal Indonesia yang inklusif, kredibel, dan berkelanjutan.

Tags: BEIBursa Efek Indonesialiterasi investor pasar modalMetaposRing the Bell 2026
Previous Post

Lima Tersangka Korupsi BNPB Resmi Masuk Tahanan KPK

Next Post

Waspada Undangan Meeting Palsu, Serangan Malware Naik Ribuan Persen

Related Posts

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026
Ekbis

PEFINDO Catat 244 Publikasi Pemeringkatan hingga September 2026

14 October 2026
Prudential Syariah dan OJK menggelar SYAFIF di Aceh pada 9–11 Oktober 2026 untuk memperkuat literasi keuangan syariah dan membuka peluang bagi UMKM.
Ekbis

Prudential Syariah Perkuat Literasi Keuangan di Aceh

13 October 2026
BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham
Ekbis

BEI dan KSEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham

9 October 2026
GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global
Ekbis

GAPKI Gelar IPOC 2026, Perkuat Peran Sawit bagi Ketahanan Pangan, Energi, dan Ekonomi di Tengah Gejolak Global

9 October 2026
Penjualan kendaraan BBM di Australia turun 36,2 persen pada September 2026, sementara mobil listrik dan plug-in hybrid mencatat pertumbuhan pesat.
Ekbis

Mobil Listrik Makin Laris, Kendaraan BBM Australia Turun

9 October 2026
OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto
Ekbis

OJK Ungkap Dugaan Pidana Perbankan di Mandiri Taspen Purwokerto

8 October 2026
Next Post
Waspada Undangan Meeting Palsu, Serangan Malware Naik Ribuan Persen

Waspada Undangan Meeting Palsu, Serangan Malware Naik Ribuan Persen

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini