Saturday, October 10, 2026
Metapos
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri
No Result
View All Result
Morning News
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

Musik dan Kesehatan Mental: 5 Cara Memahami Perasaan

Rahmat Herlambang by Rahmat Herlambang
10 October 2026
in Lifestyle & Health
Musik dan Kesehatan Mental: 5 Cara Memahami Perasaan

Metapos.id, Jakarta – Musik dan kesehatan mental memiliki hubungan yang erat karena musik dapat membantu seseorang mengenali perasaan, mengekspresikan emosi, dan menghadapi tekanan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia yang diperingati setiap 10 Oktober, masyarakat diajak untuk semakin terbuka membicarakan kesehatan mental dan memahami pentingnya mendengarkan pengalaman orang-orang yang mengalaminya.

World Health Organization (WHO) mengangkat tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026, yakni “Lived experiences heard: real voices, real change”, yang menekankan pentingnya mendengarkan pengalaman nyata orang-orang dengan kondisi kesehatan mental. WHO juga menjelaskan bahwa aktivitas seni dapat membantu seseorang memahami dan mengomunikasikan emosi, memproses pengalaman sulit, serta mendukung kesejahteraan secara keseluruhan.

BACA JUGA

Makan Bersama Orangtua Bantu Kembangkan Kecerdasan dan Emosi Anak

Operasi Katarak Kini Lebih Modern, Mengapa Pasien Masih Takut?

Psikolog Klinis Dewasa Larasati Margaretha Soetrisno, M.Psi., Psikolog, menjelaskan bahwa musik memiliki sejumlah peran dalam pengalaman emosional seseorang. Musik tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk memahami diri sendiri dan membangun hubungan dengan orang lain.

Peran pertama adalah membantu seseorang mengenali emosi yang sedang dirasakan. Penelitian Thomas Schäfer dan rekan-rekannya dari Chemnitz University of Technology, Jerman, mengenai fungsi psikologis mendengarkan musik menunjukkan bahwa orang menikmati musik bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga untuk mengatur suasana hati, memahami diri sendiri, dan merasa terhubung dengan orang lain.

Menurut Larasati, lirik, nada, dan instrumen dalam sebuah lagu terkadang mampu menggambarkan perasaan yang sulit dijelaskan dengan kata-kata. Kemampuan mengenali emosi menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga kesehatan mental karena seseorang dapat lebih memahami kondisi dirinya sebelum menentukan langkah yang diperlukan.

Peran kedua adalah menyediakan ruang untuk mengekspresikan emosi. Aktivitas bermusik, baik mendengarkan, memainkan instrumen, bernyanyi, maupun menciptakan lagu, dapat membantu proses regulasi emosi. Kajian yang diterbitkan dalam jurnal Psychology of Music pada 2024 juga menelaah dampak aktivitas bermusik terhadap kemampuan seseorang dalam mengelola emosi.

Larasati menjelaskan bahwa mendengarkan musik dapat membuat seseorang merasa terwakili oleh sebuah lagu, sedangkan bernyanyi, memainkan musik, atau menulis lagu dapat menjadi cara untuk mengekspresikan perasaan dan melepaskan stres. Bentuk aktivitas yang dipilih dapat berbeda bagi setiap orang, bergantung pada kebutuhan dan pengalaman emosionalnya.

Peran ketiga adalah membantu seseorang merasa dipahami dan tidak sendirian. Ketika sebuah lagu terasa dekat dengan pengalaman pribadi, pendengar dapat merasakan bahwa perasaan atau situasi yang dialaminya juga pernah dirasakan orang lain. Koneksi emosional tersebut dapat memberikan rasa nyaman, terutama ketika seseorang merasa kesulitan menemukan orang yang bisa mendengarkan atau memahami kondisinya.

Peran keempat adalah menjadi salah satu strategi coping atau cara menghadapi tekanan. Musik dapat membantu seseorang merasa lebih tenang ketika menghadapi situasi yang berat, sehingga bisa menjadi bagian dari upaya mengelola stres. Namun, Larasati mengingatkan bahwa manfaat tersebut dapat bersifat sementara dan tidak selalu menyelesaikan masalah yang mendasari tekanan emosional.

“Musik dapat menjadi bagian dari coping, tetapi sifatnya sementara. Musik bisa membantu kita bertahan pada saat itu, tetapi masalah yang mendasarinya belum tentu selesai. Jika memang membutuhkan bantuan profesional, tetap penting untuk mencarinya,” jelas Larasati.

Peran kelima adalah membantu seseorang menyadari kondisi emosionalnya dan mengenali kapan perlu mencari dukungan profesional. Musik dapat menjadi salah satu cara menjaga diri, tetapi tidak menggantikan konsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental ketika seseorang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Salah satu kerangka yang dapat digunakan untuk memahami kondisi yang memerlukan perhatian adalah konsep 4D, yaitu distress, deviance, dysfunction, dan danger. Distress merujuk pada tekanan emosional yang berat atau sulit dikelola, deviance berkaitan dengan pikiran, perasaan, atau perilaku yang sangat berbeda dari norma yang berlaku, dysfunction menunjukkan gangguan terhadap aktivitas sehari-hari, sedangkan danger berkaitan dengan kondisi yang berpotensi membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Apabila kondisi emosional mulai mengganggu aktivitas dan fungsi kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental dapat membantu seseorang memperoleh dukungan yang sesuai. Jika terdapat risiko langsung terhadap keselamatan diri sendiri atau orang lain, pertolongan darurat perlu segera dicari tanpa menunggu kondisi berlangsung lama.

Larasati menegaskan bahwa rasa malu, takut, atau ragu untuk mencari bantuan merupakan hal yang dapat dialami seseorang, tetapi perasaan tersebut sebaiknya tidak menghalangi akses terhadap pertolongan yang dibutuhkan. Mengenali kebutuhan untuk mendapatkan dukungan merupakan bagian dari upaya menjaga kesehatan diri.

Hubungan musik dan kesehatan mental juga dapat ditemukan dalam karya musisi YE, yang sebelumnya dikenal sebagai Kanye West. Lagu “Ghost Town” dari album ye (2018), misalnya, mengeksplorasi pergulatan emosional, kerentanan, dan keinginan menemukan kebebasan. Sementara itu, “Reborn”, kolaborasinya dengan Kid Cudi dalam album KIDS SEE GHOSTS (2018), mengangkat tema menghadapi masa sulit, menemukan kembali harapan, dan terus bergerak maju.

Kedua lagu tersebut menunjukkan bagaimana musik dapat menjadi medium untuk menceritakan pengalaman emosional yang kompleks. Bagi pendengar, lagu juga dapat menjadi ruang untuk merefleksikan perasaan dan menemukan cara untuk membicarakan pengalaman tersebut dengan orang lain.

Pengalaman musik YE juga dapat disaksikan secara langsung melalui konser “YE Live in Jakarta” yang dijadwalkan berlangsung di Gelora Bung Karno pada 24 Oktober 2026. Konser ini menghadirkan Globe Stage, panggung berbentuk 360 derajat, dengan perpaduan tata cahaya, audio, dan efek piroteknik untuk menciptakan pengalaman pertunjukan yang imersif.

Tiket konser tersedia melalui situs resmi yejakarta.com. Di luar pengalaman pertunjukan, momentum Hari Kesehatan Mental Sedunia mengingatkan bahwa musik dapat menjadi salah satu cara untuk mengenali dan mengomunikasikan perasaan, sekaligus membuka percakapan yang lebih luas tentang kesehatan mental. Meski demikian, dukungan dari orang terdekat dan bantuan profesional tetap penting ketika seseorang menghadapi masalah yang tidak dapat diatasi hanya melalui musik.

Tags: Hari Kesehatan Mental Sedunia 2026kesehatan mentalMetaposmusik dan kesehatan mentalperan musikpsikolog klinisregulasi emosiYe
Previous Post

Makan Bersama Orangtua Bantu Kembangkan Kecerdasan dan Emosi Anak

Next Post

Pengadaan Motor Listrik MBG Berujung Kerugian Negara Rp863 Miliar

Related Posts

Makan Bersama Orangtua Bantu Kembangkan Kecerdasan dan Emosi Anak
Lifestyle & Health

Makan Bersama Orangtua Bantu Kembangkan Kecerdasan dan Emosi Anak

10 October 2026
Operasi Katarak Kini Lebih Modern, Mengapa Pasien Masih Takut?
Lifestyle & Health

Operasi Katarak Kini Lebih Modern, Mengapa Pasien Masih Takut?

10 October 2026
Mau Main Gokart di Jakarta? Cek Lokasi dan Harga Tiketnya
Lifestyle & Health

Mau Main Gokart di Jakarta? Cek Lokasi dan Harga Tiketnya

10 October 2026
Doctor X Hadirkan Kim Ji Won sebagai Dokter Antikorupsi
Lifestyle & Health

Doctor X Hadirkan Kim Ji Won sebagai Dokter Antikorupsi

9 October 2026
Crazy Rich Asians Kembali, Kisahnya Berlanjut dalam Serial HBO
Lifestyle & Health

Crazy Rich Asians Kembali, Kisahnya Berlanjut dalam Serial HBO

9 October 2026
Pemula Wajib Tahu, Begini Cara Menentukan Posisi Blush On
Lifestyle & Health

Pemula Wajib Tahu, Begini Cara Menentukan Posisi Blush On

9 October 2026
Next Post
Pengadaan Motor Listrik MBG Berujung Kerugian Negara Rp863 Miliar

Pengadaan Motor Listrik MBG Berujung Kerugian Negara Rp863 Miliar

  • Kontak Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • News
  • Ekbis
  • Hukum & Kriminal
  • Sport
  • Internasional
  • Lifestyle & Health
  • Tek & Oto
  • Mozaik
  • Galeri

© 2026 Metapos - Media Informasi Terkini