Metapos.id, Jakarta – Leonardo DiCaprio kembali menyoroti kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kalimantan dan Sumatra. Aktor Hollywood sekaligus aktivis lingkungan itu membagikan kondisi satwa liar yang terdampak melalui unggahan di media sosial.
Dalam unggahannya, DiCaprio menyebut lebih dari 2 juta area atau sekitar 800 ribu hektare hutan habis terbakar di Kalimantan dan Sumatra. Ia juga menyoroti dampak kebakaran terhadap habitat satwa liar, termasuk orangutan Kalimantan dan owa ungko Kalimantan.
“Perubahan iklim membuat hutan-hutan di Kalimantan menjadi lebih kering, lebih panas, dan lebih rentan terhadap kebakaran, yang sering kali dimulai oleh manusia untuk membuka lahan pertanian,” tulis Leonardo DiCaprio dikutip dari berbagai sumber, Kamis (08/10/2026).
“Ketika lahan gambut yang kaya akan karbon seperti ini terbakar, lahan tersebut juga melepaskan sejumlah besar karbon yang tersimpan, yang makin memperparah krisis iklim dan keanekaragaman hayati,” tulis DiCaprio pada Sabtu (4/10).
“Lebih dari 5 juta orang telah terpapar asap kebakaran hutan. Orangutan Kalimantan terlihat melarikan diri dari hutan yang terbakar seiring hilangnya habitat mereka,” tuturnya.
“Orangutan ini diselamatkan oleh BKSDA Kalimantan Tengah, didukung oleh BOS Foundation, dan saat ini sedang dalam perawatan medis.”
DiCaprio juga menyoroti kondisi owa ungko Kalimantan yang menghadapi ancaman ketika habitatnya terbakar.
“Owa Ungko Kalimantan, yang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas pohon, memiliki sedikit pilihan untuk melarikan diri saat api melahap hutan di sekitar mereka,” sambungnya.
Selain menyoroti kondisi satwa terdampak, DiCaprio mengajak pengikutnya membantu penanganan kebakaran hutan. Ia mengarahkan dukungan melalui Re, organisasi konservasi lingkungan nirlaba global yang ia dirikan.
“Dukungan Anda dapat membantu menyediakan sumber daya yang sangat dibutuhkan oleh organisasi-organisasi yang memadamkan kebakaran ini di lapangan,” bunyi keterangan dalam website Re.
“Dengan berdonasi, Anda dapat membantu memperkuat upaya pemadaman di garis depan, melindungi habitat kritis kera, serta mendukung tim yang bekerja mencegah kehilangan satwa liar dan hutan lebih lanjut.”
Sementara itu, berdasarkan Dashboard Informasi Penanganan Karhutla milik Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Selasa (6/10), masih terdapat 10.195 titik panas dan 219 titik api karhutla di enam provinsi Indonesia.
Enam provinsi tersebut yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.







