Metapos.id, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan menggunakan uang sendiri untuk membayar iklan politik menjelang pemilu sela yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Trump menyampaikan rencana tersebut setelah dirinya mendapat kritik karena menggunakan dana pajak masyarakat untuk membiayai iklan televisi yang dinilai mempromosikan dirinya.
“Meskipun tidak ada yang bisa membuat mereka bahagia, saya memutuskan untuk melakukan Iklan Patriotik, dan membayarnya sendiri, dengan uang yang saya kumpulkan untuk MAGA,” tulis Trump di platform Truth Social miliknya dikutip dari berbagai sumber, Selasa (06/10/2026).
Sebelumnya, Gedung Putih dan Trump berdalih iklan tersebut merupakan iklan layanan masyarakat. Namun, penggunaan dana publik untuk iklan itu menuai kritik dari sejumlah pihak, termasuk dari Partai Demokrat dan Partai Republik.
Salah satu iklan yang disiarkan pada akhir September menampilkan Trump menyatakan bahwa “Amerika tidak akan pernah menjadi negara komunis”. Iklan tersebut juga diiringi lagu berjudul “Love Me”.
Iklan lainnya menampilkan peringatan Trump mengenai “pertempuran terakhir”. Dalam iklan itu, terlihat footage hitam-putih Trump berjalan menyusuri sebuah lorong dengan tulisan “Dibayar oleh pemerintah AS.”
Penggunaan uang pajak untuk iklan promosi tersebut kemudian dipersoalkan sejumlah anggota parlemen. Senator Partai Republik John Kennedy menilai tindakan tersebut tidak sepatutnya dilakukan.
“Anda tidak bisa menghabiskan uang masyarakat untuk mempromosikan diri Anda sendiri,” kata Kennedy.
Kritik serupa datang dari kubu Demokrat. Senator John Hickenlooper menyebut iklan tersebut sebagai “propaganda” dan menilainya “ilegal” serta “bukan Amerika”.
Kini Trump mengatakan akan menggunakan dana yang dikumpulkannya untuk gerakan MAGA untuk membiayai iklan politik tersebut. Langkah itu disampaikan menjelang pemilu sela AS pada November mendatang.







