Metapos.id, Jakarta – Sepasang suami istri di Maharashtra, India, tega menjual bayi mereka yang baru berusia satu bulan seharga Rs120.000 atau sekitar Rp23 juta. Uang hasil penjualan tersebut diduga digunakan untuk membeli telepon seluler dan kalung emas.
Bayi tersebut bahkan berpindah tangan beberapa kali sebelum akhirnya ditemukan lebih dari 550 kilometer dari lokasi awal, yakni di Hyderabad.
Dilansir dari berbagai sumber polisi setempat telah menyelamatkan bayi tersebut dan menangkap tujuh orang, termasuk orang tua serta sejumlah orang yang diduga menjadi perantara dalam transaksi, Rabu (30/09/2026).
Kasus ini terungkap pada 20 September 2026 setelah sang ibu mendatangi polisi di Chhatrapati Sambhajinagar untuk melaporkan kasus penyerangan terhadap dirinya.
Dalam penyelidikan, polisi menemukan bahwa pasangan tersebut tinggal serumah di daerah Mukundwadi dan telah menjual putra mereka yang berusia satu bulan.
Orang tua tersebut diketahui menjual bayi itu kepada seorang perantara bernama Seema Reshwal seharga Rs120.000.
Penyidik kemudian menelusuri perpindahan bayi tersebut. Bayi itu dijual kembali kepada Sangeeta Avhad, warga Padegaon, seharga Rs270.000.
Avhad kemudian menjual bayi tersebut seharga Rs350.000 kepada Suresh Guntuka. Dalam laporan tersebut, Guntuka disebut sebagai dokter gadungan.
Guntuka selanjutnya menyerahkan bayi itu kepada seorang kerabat bernama Uma Khatkam yang tinggal di Hyderabad dengan imbalan Rs350.000.
Polisi kemudian melakukan perjalanan ke Hyderabad, yang berjarak lebih dari 550 kilometer dari Chhatrapati Sambhajinagar, untuk menyelamatkan bayi tersebut. Upaya kini dilakukan untuk membawa anak itu kembali ke Maharashtra.
Polisi mengatakan orang tua bayi diduga menggunakan uang dari transaksi awal untuk membiayai gaya hidup mereka, termasuk membeli dua telepon seluler dan sebuah kalung emas.
Ponsel dan kalung emas tersebut kini telah disita sebagai barang bukti. Inspektur Polisi Pundliknagar, Vivek Sonawane, memimpin penyelidikan kasus tersebut.
Tujuh orang telah ditangkap, termasuk orang tua bayi, Reshwal, Avhad, dan Guntuka. Penyidik juga masih memeriksa kemungkinan keterlibatan para perantara, termasuk Guntuka, dalam kasus perdagangan anak lainnya.







