Metapos.id, Jakarta – NASA kembali mengembangkan pesawat eksperimental yang dirancang untuk terbang dengan kecepatan dan ketinggian ekstrem. Pesawat misterius yang ditampilkan Administrator NASA Jared Isaacman langsung mengingatkan publik pada SR-71 Blackbird.
Isaacman mengungkapkan NASA tengah menghidupkan kembali armada pesawat eksperimental atau X-plane. Salah satu proyek yang sudah diketahui adalah X-59 untuk meneliti penerbangan supersonik dengan suara ledakan sonik yang lebih rendah.
Namun, menurut Isaacman, X-59 bukanlah akhir dari program tersebut.
“Dalam layanan A [aeronautika] pertama di NASA, kami sedang membangun kembali armada pesawat X kami. X-59 sedang meneliti penerbangan supersonik yang tenang, tetapi ini baru permulaan,” kata Isaacman dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (26/09/2026).
Ia menyebut NASA akan kembali mengembangkan pesawat yang mampu terbang sangat tinggi dan sangat cepat.
“Tidak akan lama lagi sebelum NASA sekali lagi terbang setinggi dan secepat yang kita lakukan di dekade-dekade sebelumnya, dan bahkan lebih tinggi lagi,” ujarnya.
Dalam presentasinya, Isaacman menampilkan gambar sebuah pesawat dengan bentuk lebar dan menyatu jika dilihat dari depan. Siluetnya memiliki kemiripan dengan SR-71 Blackbird, dengan badan panjang, lekukan menonjol, serta sayap yang sangat menyapu ke belakang.
SR-71 sendiri dirancang untuk terbang dengan kecepatan lebih dari tiga kali kecepatan suara. Pesawat tersebut juga mampu beroperasi pada ketinggian lebih dari 25.000 meter.
Setelah presentasi, Isaacman ditanya mengenai gambar pesawat tersebut. Ia memastikan pesawat yang ditampilkan bukan SR-71.
“Seperti yang saya katakan, NASA kembali terjun ke bisnis penerbangan tinggi dan cepat lagi,” kata Isaacman.
Meski demikian, belum diketahui apakah gambar tersebut merupakan prototipe pesawat yang sedang dibangun atau desain final. Ada kemungkinan gambar itu hanya karya seni konseptual untuk menggambarkan jenis pesawat yang ingin dikembangkan NASA melalui program X-plane.
Rencana membuat penerus SR-71 sebenarnya bukan hal baru. Lockheed Martin sebelumnya pernah mempublikasikan konsep SR-72, yang digambarkan sebagai calon pesawat hipersonik dengan teknologi propulsi canggih.
Namun, kemunculan gambar baru NASA tidak membuktikan pesawat tersebut merupakan SR-72 atau turunan dari konsep Lockheed Martin.
Isaacman juga menekankan pentingnya pengembangan “desain badan pesawat dan propulsi”. NASA disebut kembali berkomitmen pada pengujian penerbangan dan akan bekerja sama dengan industri untuk mendorong batas desain badan pesawat serta sistem propulsi.
Tantangan lain datang dari perkembangan sistem pertahanan udara. China dan Rusia kini memiliki sistem pertahanan berlapis yang dikembangkan untuk menghadapi berbagai jenis ancaman udara dan target berkecepatan tinggi.
China mengembangkan sistem HQ-29 dan HQ-19, sementara Rusia memiliki sistem S-500 dan A-235. Kondisi tersebut membuat kelayakan pesawat berkecepatan sangat tinggi dan berketinggian ekstrem untuk menjalankan misi penetrasi masih menjadi pertanyaan.
Keberhasilan program SR-71 juga menjadi catatan penting. Pesawat A-12 yang dikembangkan secara paralel untuk CIA pernah dua kali menjadi sasaran sistem pertahanan udara S-75 di atas Vietnam Utara.
SR-71 juga pernah menghadapi ancaman sistem pertahanan udara Korea Utara pada 1980-an. Sistem S-75 dilaporkan hampir menembak jatuh SR-71, tetapi serangan tersebut gagal akibat gangguan peperangan elektronik.







