Metapos.id, Jakarta — Gangguan daya ingat tidak selalu berkaitan dengan faktor usia. Kondisi kesehatan mental seperti depresi juga dapat memengaruhi kemampuan seseorang dalam mengingat berbagai informasi.
Seseorang yang mengalami depresi bisa lebih sering lupa ketika menyimpan barang, mengingat informasi yang baru diterima, atau memanggil kembali informasi yang sebenarnya sudah diketahui.
Kondisi tersebut juga dapat membuat proses mempelajari informasi baru menjadi lebih sulit. Akibatnya, informasi yang diterima tidak tersimpan secara optimal dalam ingatan.
Menurut ahli neurologi, perubahan yang terjadi ketika seseorang mengalami depresi dapat mengganggu kemampuan memperhatikan sesuatu. Gangguan perhatian tersebut kemudian berpengaruh terhadap proses belajar dan mengingat.
Depresi Dapat Mengganggu Konsentrasi
Profesor neurologi di Boston University School of Medicine sekaligus Kepala Neurologi Kognitif dan Perilaku di VA Boston Healthcare System, Andrew E. Budson, MD, menjelaskan bahwa depresi dapat memicu perubahan biokimia di otak.
Selain itu, seseorang yang mengalami depresi dapat terus memikirkan berbagai hal yang membuatnya merasa sedih.
“Depresi menyebabkan perubahan biokimia di otak dan perenungan tentang pikiran-pikiran sedih,” ujarnya, dikutip dari Yahoo Health.
“Kedua perubahan ini mengganggu perhatian yang pada gilirannya mengganggu kemampuan untuk mempelajari informasi baru dan kemampuan untuk mengingat informasi sebelumnya,” kata Budson.
Dengan demikian, gangguan ingatan saat seseorang mengalami depresi tidak hanya berupa kondisi mudah lupa.
Ketika perhatian terganggu, seseorang juga bisa mengalami kesulitan menerima dan mengolah informasi baru. Kondisi tersebut kemudian dapat membuat informasi lebih sulit diingat kembali.
Ingatan Negatif Lebih Mudah Muncul
Depresi juga dapat memengaruhi cara seseorang mengingat pengalaman maupun informasi tertentu.
Studi yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Neurosciences pada 2018 dan dikutip The Healthy menyebutkan bahwa orang yang mengalami depresi dapat lebih mudah mengingat hal-hal negatif.
Sebaliknya, mereka dapat mengalami kesulitan ketika mengingat pengalaman atau informasi yang bersifat positif.
Penelitian lain yang dipublikasikan dalam Psychological Medicine pada tahun yang sama menemukan adanya kaitan antara gejala depresi dengan keluhan mengenai daya ingat.
Namun, penelitian tersebut tidak menemukan hubungan antara gejala depresi dan kemampuan memori berdasarkan tes standar.
Sebaliknya, gejala depresi berkaitan dengan kemampuan mengingat ketika seseorang berada dalam situasi atau konteks yang bernuansa negatif.







